Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 22. Kue Yang Malang


__ADS_3

"Sayang papa sama mama gak bisa lama-lama kami harus pulang" ucap kedua orang tua Lavanya.


"Yahh kok gitu, kita kan bisa rayain bareng-bareng padahal" ucap Lavanya lesu.


"Gak papa kan yang penting ada Elnya Yaya kan" ucap mama Nesha.


"Iya kan masih ada mama" ucap Tiara menimpali.


Sedangkan tiga orang itu hanya berdiam diri, mereka tidak tau mau bilang apa dihadapan para orang tua.


Kedua orang tua Lavanya pun pergi meninggalkan acara, "ya udah ayo kita cicipi kue buatannya putri mama ini" ucap mama Tiara.


Namun kepala sekolah datang dan ingin berbicara dengan mamanya Aciel sehingga kini hanya ada Lavanya, Aciel dan kedua sahabatnya Aciel.


"El ini buat El" ucap Lavanya sambil menampilkan kue pelangi yang dibuatnya.


"Yaya gak tau harus ngasi apa buat El jadi Yaya buat kue aja" ucap Lavanya bersemangat.


Aciel hanya menatap kue itu cuek, "wahh buat kita juga yaa?" ucap Mark.


"Sebenarnya khusus buat El tapi karena ini juga kelulusan kalian maka mari kita rayakan bersama- sama" ucap Lavanya.

__ADS_1


"Gue ada urusan, kalian berdua aja yang rayain" ucap Aciel yang ingin pergi.


"Ehh bro kalo lo enggak kita juga enggak" ucap Leon.


"El mau kemana? El gak suka kuenya ya? " ucap Lavanya mencekal pergelangan tanga Aciel agar Aciel tak pergi.


"Ada apa ini, wahh ini kue buatan lo" ucap Angel yang baru datang.


Angel pun langsung mengambil kue itu dari Lavanya.


"Balikin kue Yaya, itu buat El" ucap Lavanya marah.


"Kue jelek kayak gini buat Aciel hahaha,, ups gak sengaja" ucap Angel yang menjatuhkan kuenya, membuat kue itu remuk.


"Yahh gak jadi makan kue deh" ucap Mark.


"Angel kenapa jatuhin kuenya Yaya? " ucap Lavanya kesal.


"Tangan gue licin gimana dong" ucap Angel.


"El kuenya jatuh" ucap Lavanya sedih, namun Aciel hanya menatap datar.

__ADS_1


"Terus apa hubungannya sama gue” ucap Aciel langsung berlalu diikuti oleh kedua sahabatnya itu.


"Hahaha gue pergi dulu yaa,, lo kalo mau makan kue ambil aja kue yang jatuh itu" ucap Angel mengejek terus menyusul Aciel.


Dada Lavanya naik turun, "jangan nangis! jangan nangis Yaya" guman Lavanya sambil memegang dadanya yang terasa sesak.


Bayangkan dia sangat susah payah membuat kue itu untuk Aciel, sekarang malah dirusak oleh Angel. Lavanya pun tak ingin berkelahi dengan Angel karena dia tau hari ini adalah hari spesial untuk Aciel maka dia sudah berjanji tidak akan membuat masalah.


"Sayang Aciel dimana? " tanya mama Tiara yang baru datang


"Aciel katanya mau kumpul sama temen-temennya dulu mah" ucap Lavanya dengan senyuman untuk menutupi kesedihannya.


"Lahh ini bukannya kue yang kamu buat untuk Aciel" ucap mama Tiara yang melihat kue malang itu kini tergeletak di lantai.


"Ahh itu Yaya gak sengaja jatuhin kuenya" ucap Lavanya.


"Kamu gak papa kan? gak usah sedih nanti kita buat lagi" ucap mama Tiara, walaupun Lavanya tetap tersenyum namun Tiara tau Lavanya sedang bersedih.


"Iya mah" jawab Lavanya.


"Ayo kita cari Aciel" ajak mama Tiara.

__ADS_1


Mereka pun mencari Aciel dan ternyata Aciel lagi mengobrol dengan teman sekelasnya. Acara pun berlangsung hingga selesai.


NEXT


__ADS_2