Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 43. Mengantar Bekal


__ADS_3

Lavanya yang merasa bosan berdiam diri di rumah yang super besar itu berencana akan ke kantor untuk mengantar bekal kepada Aciel.


Skip


Lavanya pun telah sampai di depan gedung menjulang tinggi itu, dia pun masuk "permisi ruangannya kak El dimana ya? " tanya Lavanya pada dua wanita cantik yang berjaga.


Mereka nampak kebingungan karena mereka tidak tau nama El melainkan Aciel.


“Maaf nona disini tidak ada yang bernama El" ucap salah satu dari mereka.


"Ohh yaa,, maksud Yaya, kak Aciel" ucap Lavanya.


"Ohhh, kalo boleh bertanya apakah nona sudah membuat janji? " tanya sang kariawan.


"Belom,," ucap Lavanga polos.


"Maaf kalo begitu nona, nona harus membuat janji dulu baru bisa bertemu dengan presedir"


"Huhh" helaan nafas Lavanya, terlihat wajahnya nampak kecewa.


"Vanya! " ucap seseorang yang tiba-tiba datang yang tak lain adalah Evelyn.

__ADS_1


Lavanya pun menoleh ke arah sumber suara, dia sedikit terkejut mengapa Evelyn bisa ada disini.


"Selamat siang buk Evelyn" ucap dua orang kariawan itu memberi salam.


"Kamu mau bertemu Aciel, biar aku yang mengantarmu" ucap Evelyn.


Tanpa banyak tanya Lavanya mengikuti langkah Evelyn walau masih banyak pertanyaan di dalam otaknya mengapa Evelyn bisa berada di perusahan Aciel atau Evelyn bekerja disini sebagai kariawan juga.


Mereka bedua pun sampai di lantai teratas disana hanya terdapat satu ruangan dengan pintu besar.


Tok Tok Tok


Evelyn mengetuk pintu, "masuk" ucap sang empu dari dalam yang tak lain adalah Aciel.


Aciel pun yang tadinya fokus pada tumpukkan kertas beralih pada Lavanya, "apa yang kau lakukan disini? " ucap Aciel datar.


"Yaya membawakan El makanan siang" ucap Lavanya bersemangat sambil memperlihatkan kontak makanan yang dia bawa.


"Makan saja sendiri, aku sudah makan siang" ucap Aciel cuek.


Lavanya pun merasa kecewa, dan seketika pandangannya beralih pada meja yang terdapat kotak makanan yang nampaknya sudah dimakan baru saja.

__ADS_1


"Siapa yang bawain El makanan? " tanya Lavanya.


"Aku yang membawakan Aciel makanan" ucap Evelyn.


Lavanya yang mendengar itu terbakar cemburu, berarti mereka makan siang bersama, membanyangkan itu saja sudah membuat Lavanya kebakaran jenggot.


"Apa hakmu hahh?! " ucap Lavanya kasar pada Evelyn.


"Auww" ringis Evelyn terjatuh kelantai, Lavanya sama sekali tidak mendorong Evelyn entah mengapa wanita itu bisa terjatuh.


"Lavanya!!!" bentak Aciel.


Aciel pun bangkit dari duduknya dan membantu Evelyn berdiri, "apa lo gak bisa berubah jadi dewasa, lo selalu aja nganggep kalo gue itu punya lo. Gue kasi tau yaa bagi gue lo bukan siapa- siapa dan gue beraharap lo gak salah paham karena akhir- akhir ini gue bersikap baik sama lo karena gue kasihan sama lo" ucap Aciel.


Lavanya yang mendengar itu hatinya berdenyut sakit, dia kira perhatian dan kelembutan Aciel akhir-akhir ini adalah sebuah pertanda kalau Aciel telah membuka hati untuknya namun ternyata Aciel hanya merasa kasihan.


"Dan lagi sebaiknga lo jangan pernah kesini lagi kalo lo cuma bisa buat keributan. Sebaiknya lo pergi sekarang" ucap Aciel dingin.


"Aciel aku gak papa kok, Lavanga juga gak salah" ucap Evelyn.


Lavanya yang mendengar Evelyn yang berusaha membelanya atau lebih tepatnya hanya mencari muka yang membuat Lavanya merasa ingin muntah.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2