
Hai guys,,, im back
Mungkin aku gak bisa up tiap hari karena memang ada kerjaan yang harus aku selesain. Tapi aku usahain biar bisa update sampek tamat.
Semoga kalian suka ceritanya yaa... Kalo kalian nganggep alurnya yaa terlalu konyol atau gak masuk akal, aku sihh cuma mau bilang it's just a Novel kayak gitu jadi aku cuma mau ceritain imajinasi aku aja gitu so kalian suka yaa aku seneng.
okay guys sampek sini dulu bacot dari aku
...BACK TO STORY...
......................
"YAYAA...." Teriak Aciel langsung berlari ke arah Lavanya.
Lavanya yang mendengar suara Aciel pun berusaha bangkit walau kepalanya sudah terasa amat menyakitkan, pandangannya mulai kabur namun dia masih bisa melihat bayang-bayang seorang mendekat ke arahnya.
BRUKK
Aciel menangkap tubuh Lavanya, "Yaya kamu kenapa?" Ucap Aciel panik, Aciel melihat darah yang keluar dari hidung Lavanya begitu banyak.
Sedangkan Lavanya dia mulai sulit untuk berbiacara, tangannya yang lemah dia arahkan mencari wajah Aciel.
__ADS_1
"Siapa kamu?" ucap Lavanya karena dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang yang sedang memangkunya.
"Aku El Yaya..." ucap Aciel yang kini air matanya sudah meluruh membasahi pipinya.
"El? bohong... El sangat membeci Yaya, kamu bukan El" ucap Lavanya perlahan karena dia susah berbicara.
Mendengar perkataan Lavanya membuat hati Aciel seakan dihujam oleh puluhan ribu jarum yang menusuk hatinya, sekejam itukah dia?
"Kamu kenapa? Yaya? " ucap Aciel sambil menepuk pelan pipi Lavanya.
"El... Yaya udah gak kuat..." ucap Lavanya perlahan.
"Apa yang kamu bilang... aku gak ngerti Yaya" ucap Aciel sambil memeluk Lavanya, hatinya begitu hancur melihat orang yang dia cintai terlihat sangat lemah.
"Kamu gak akan pergi kemana-mana, ini perintah aku" ucap Aciel.
Aciel pun segera menggendong tubuh Lavanya, dia membawa Lavanya ke rumah sakit.
"Kamu kenapa? apa yang terjadi" ucap Aciel sambil melihat Lavanya yang terbaring di bagian penumpang mobil, dia melihat wajah Lavanya yang sangat pucat seakan tak ada darah dari tubuhnya.
......................
__ADS_1
Aciel mondar-mandir di depan ruangan UGD, dia nampak sangat frustasi.
CEKLEK
Dokter Risma pun keluar dari dalam ruangan, "kamu Aciel? " tanya dokter Risma.
"Iya saya Dok, bagaimana keadaan Yaya? " ucap Aciel panik.
"Huhh,, " cuma hembusan nafas kasar dari dokter Risma.
"Apa kamu tidak menjaganya dengan baik hahh? kalo aku tau akan begini jadinya lebih baik Yaya tinggal bersamaku" ucap Dokter Risma dan menatap Aciel tajam.
Aciel nampak tak mengerti sebenarnya apa yang tidak dia ketahui, "ada apa dengan Yaya? dia baik-baik saja kan? " tanya Aciel.
"Ikut aku ke ruangan" ucap Dokter Risma karena tidak mungkin dia membicarakan masalah penyakit Lavanya di depan ruangan itu.
Setalah mereka berdua berada di dalam ruangan, "duduklah" ucap Dokter Risma.
"Sebenarnya apa yang terjadi dok? " tanya Aciel.
"Yaya dia sejak kecil memiliki imun yang lemah, dia bertahan dengan obat-obatan. Sejak dulu aku bersama dokter yang lain berusaha mendeteksi dan mempelajari penyakit Lavanya namun nihil, kami tidak mendapatkan hasil, namun yang kami tau penyakit ini setiap tahun selalu mengerogoti organ dalamnya. Aku merasa gagal sebagai dokter karena tidak bisa menyembuhkannya" ucap Dokter Risma kini terlihat air mata yang jatuh dari kedua matanya.
__ADS_1
Aciel yang mendengar itu memandang dokter Risma dengan tidak percaya, "tapi Yaya bisa diselamatkan Dok? " ucap Aciel bangkit dari duduknya dan bersimpuh memohon ke arah Dokter Risma.
NEXT