Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 46. Ke Luar Kota


__ADS_3

Hai readers,,, maaf author jarang up yaa because gimana yaa lagi sibuk banget ada banyak kegiatan,, tapi author janji cerita ini bakal sampek end kok readers gak gantung!


......................


Lavanya yang sedari tadi meratapi hidupnya yang menyedihkan, ditinggal pergi oleh orang tuanya dan cintanya pun tak terbalas.


"Emmmhh" erangan Lavanya yang terbangun dari tidurnya, dia melihat ke arah jam dan ternyata hari telah sore, dia tertidur sangat lama mungkin karena hati yang begitu lelah.


Dia pun kembali mengingat kejadian tadi, "apa El masih marah ya sama Yaya? " ucapnya lirih.


Lavanya pun bangkit, dia segara menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setalah dia mandi dan berpakain rapi dia pun ke dapur menghampiri bik Mina.


"Bik biar Yaya bantuin bibik masak" ucap Lavanya bersemangat.


Mina pun tersenyum kepada Lavanya, "gak usah non, nanti non kecapean" tolak Mina halus.


"Gak papa bik Lavanya udah full energy ini hehehe jadi sayang kalo dianggurin" ucap Lavanya cengengesan.


"Okay deh kalo gitu" ucap Mina akhirnya, Lavanya pun membantu Mina mencuci sayuran dan memotong bawang, cabai dan bahan yang lainnya.


Setalah beberapa jam berkutat di dapur akhirnya makan malam pun siap, "yeay akhirnya siap,, El kok belum dateng ya bik" ucap Lavanya.


"Mungkin tuan masih dalam perjalanan non" jawab bik Mina.

__ADS_1


Dan benar terdengar suara mobil yang menandakan Aciel telah pulang. Mendengar deruman mobil Lavanya segera berlari ke pintu utama menyambut Aciel.


"El.... " ucap Lavanya bersemangat seperti biasanya dengan senyuman tulus yang selalu terpancar.


Aciel pun melihat gadis itu menghampirinya, "gak usah lari-lari nanti lo jatuh, kalo lo sampek kenapa-kenapa mama bakal marah sama gue" ucap Aciel datar.


Deg... jatung Lavanya berdebar "El khawatir sama Yaya? " guman Lavanya.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak" sanggah Aciel cepat.


Lavanya pun celingak-celinguk melihat ke belakang Aciel tidak ada Evelyn, berarti Evelyn tidak tinggal dengan mereka lagi.


"Ngapain lo kayak gitu? " Tanya Aciel melihat sikap aneh Lavanya dia pun sampai mengikuti arah pandang Lavanya dan akhirnya dia mengerti.


"Enggak dia udah pindah ke apartement" ucap Aciel sambil berlalu menuju ke kamarnya, sementara Lavanya yang mendengar itu sangat senang sampai-sampai dia tidak menyadari Aciel sudah meninggalkannya.


"El... " panggil Lavanya namun sang empu sudah pergi.


“Lahh kok Yaya ditinggal" ucap Lavanya sambil mengejar sosok Aciel.


...----------------...


Makan malam kini sangat menyenangkan bagi Lavanya karena hanya ada dia dan Aciel.

__ADS_1


"El mau makan yang mana, biar Yaya ambilin" ucap Lavanya.


"Gak usah, lo diem aja gue punya tangan sendiri" ucap Aciel datar.


"Gue bakal ke luar kota selama tiga hari ada klien disana lo gak papa kan gue tinggal di rumah sendirian?" ucap Aciel.


"El kenapa harus pergi, kalo gak ada El Yaya kesepian dong dirumah" ucap Lavanya lirih.


"Lo udah gede jadi gak usah manja, gue juga pergi tiga hari sama Evelyn" ucap Aciel.


DUARR


Bagaikan petir yang menerjam hati Lavanya, "Yaya gak mau El pergi bareng sama Evelyn" ucap Lavanya.


"Dia sekretaris gue yaa dia harus ikut gue lah" ucap Aciel.


"Yaudah kalo gitu Yaya ikut" ucap Lavanya.


"Lo gak boleh ikut, lo kan ada kelas" ucap Aciel geram.


"Pokoknya Yaya mau ikut, Yaya gak mau El berduan sama Evelyn" sungut Lavanya.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2