
"Sayang kamu kan baru aja keluar dari rumah sakit, mama gak mengizinkan kamu buat ikut mendaki besok" ucap Mama.
"Mah Yaya mohon, Yaya pengen ikut" ucap Lavanya menunjukkan muka yang disedih-sedihkan.
"Enggak sayang itu akan sangat berbahaya" ucap Mama.
"Yaya bakal jaga diri kok, disana juga ada El yang bakal jagain Yaya jadi mama gak usah khawatir okay" ucap Lavanya.
Akhirnya Lavanya diizinkan ikut mendaki oleh orang tuanya dengan berat hati, namun tetap akan ada pengawasan ketat dari bodygat-bodygat yang disuruh papa untuk menjaga Lavanya.
"Udah lengkap semuanya, jangan sampai lupa bawa obatnya. Disana kamu jangan terlalu kecapean" ucap mama.
"Siap bos" ucap Lavanya sambil memberi hormat pada mamanya.
......................
"Okya sebelum kita mendaki kami dari para OSIS akan mendata ulang nama yang akan ikut dalam pendakian ini" ucap Aciel.
Semua yang ikut pun di data lagi agar tidak terjadi kesalahan.
Perjalanan menuju pendakian pun menggunakan satu Bus besar, tidak banyak yang ikut dalam pendakian ini hanya berapa orang saja termasuk Lavanya.
"Yaya pengen duduk bersebelahan sama El" guman Lavanya.
__ADS_1
Lavanya pun ingin masuk ke dalam Bus namun Angel mendahuluinya.
"Minggir,, menghalangi jalan aja" ucap Angel
Angel mengedarkan pandangannya namun tak melihat Aciel karena Aciel akan masuk Bus paling akhir dia harus memastikan tidak ada orang yang ketinggalan.
Aciel pun melihat Lavanya yang masih berdiam di pintu Bus, "Apa lo gak masuk!? " tanya Aciel dingin pada Lavanya.
"Tempat duduknya udah penuh" ucap Lavanya sambil tersenyum, Aciel masuk melihat dan benar tempat duduk sudah penuh.
Aciel dan Lavanya pun duduk di depan pintu Bus, Lavanya nampak sangat senang dia mengeluarkan tangannya merasakan angin yang menerpa tangannya.
"El ayo lakukan juga" ucap Lavanya menarik tangan Aciel melakukan yang dia lakukan tadi.
"Hehehe,, Yaya bakal jadi apapun yang El suka" ucap Lavanya tulus.
Aciel hanya diam tak menanggapi, "El" panggil Lavanya.
"El tau gak? Yaya sayang banget sama El, Yaya janji akan selalu berada disisi El selamanya" ucap Lavanya.
Aciel hanya menatap Lavanya tanpa ekspresi, "gue gak butuh janji lo" ucap Aciel akhirnya.
"El masih lama yaa sampeknya? semoga masih lama, dengan begitu Yaya masih bisa lama duduk di dekat El" oceh Lavanya.
__ADS_1
"Lo bisa diem gak sih, gue gak suka cewek berisik" ucap Aciel geram, mendengar itu Lavanya langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
"Yaya gak bakal berisik lagi" ucapnya sambil menaikan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Perjalanan menuju kaki gunung pun menjadi sepi para siswa lainnya juga tertidur sementara Lavanya dia masih setia memegang mulutnya dengan telapak tangan, dia masih inget tadi Aciel mengatakan tak suka dengan cewek berisik.
Tapi ini bukanlah kebiasaannya, Lavanya nampak ingin berbicara banyak, "El Yaya capek tutup mulut dari tadi" ucapnya polos.
"Yaya boleh ngomong kan? " tanyanya.
"Terserah" jawab Aciel.
"El ini pertama kalinya lo Yaya pergi mendaki,, sebenarnya mama gak bolehin Yaya ikut, tapi Yaya tetep pengen ikut karena Yaya mau jagain El dari cewek-cewek genit itu" ucap Lavanya menggebu.
"El kok El dingin banget sihh sama Yaya? " tanya Lavanya.
"Menurut lo? " tanya balik Aciel.
"Yaya gak tau" jawab Lavanya.
"Karena gue gak suka sama lo dan gak akan pernah suka sama lo paham!" ucap Aciel menekankan di setiap katanya.
NEXT
__ADS_1