
Aciel segera menuju ke rumah, dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai rumah, dan setelah sampai dia segara masuk ke dalam dan langsung menuju ke kamar Lavanya namun tidak menemukan Lavanya.
"Yaya, Yaya... " teriak Aciel memanggil nama Lavanya di rumahnya yang besar itu.
Bik Mina yang mendengar tuan mudanya itu pun menghampiri Aciel, "ada apa tuan muda? " tanya Bik Mina.
"Bik Yaya udah pulang? kenapa dia gak ada di kamar?" tanya Aciel.
"Nona belum datang tuan, bukannya tadi keluar bersama tuan muda" ucap Mina.
Aciel mengacak rambutnya kasar nampak dia sangat frustasi, tadi saat dia dan kedua temannya sedang mengecek rekaman CCTV, para bawahan Aciel menelponnya dan mengatakan mereka kehilangan Lavanya. Aciel yang mendengar itu pun sangat panik dia langsung pergi meninggalkan Mark dan Leon tanpa penjelasan.
"Aisss kemana kamu Yaya" ucap Aciel, dia pun kembali keluar dari rumah.
Sedangkan Mina dia juga merasa khawatir, "apa yang terjadi, semoga non Lavanya baik-baik saja" ucap Mina.
Aciel pun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang entah dia harus kemana mencari Lavanya, hatinya berdetak kencang seakan dia merasa akan ada yang hilang dalam hidupnya.
"Yaya kamu dimana, maafin aku" ucap Aciel lirih.
__ADS_1
Aciel pun juga menyuruh semua bawahannya untuk mencari Lavanya.
Sementara Leon dan Mark dia terus menelpon Aciel namun tak mendapat jawaban.
"Sebenarnya apa yang terjadi sihh, tadi Aciel nerima telepon terus langsung pergi gitu aja" ucap Mark.
"Kayaknya ada masalah gak sihh tapi apa? " ucap Mark lagi.
Leon tak menanggapi Mark dia langsung berlalu, dia akan langsung mendatangi rumah Aciel.
"Woi kenapa lu ninggalin gue" ucap Mark yang langsung mengejar Leon.
......................
Hati Aciel berdenyut nyeri, sebelumnya saat dia kehilangan ayahnya dia juga merasakan hal ini.
"Kamu pasti baik-baik saja kan" ucap Aciel.
Aciel terus melajukan mobilnya tanpa arah, dia tak tau arah kemana mencari Lavanya.
__ADS_1
"Kamu dimana sihh Yaya jangan buat aku khawatir kayak gini please... " ucap Aciel sambil memukul stir kemudi.
Berjam-jam Aciel mencari Lavanya namun juga belum ketemu, dia juga sempat menelpon ke rumah menanyakan apakah Lavanya sudah pulang namun nihil Lavanya tidak ada pulang ke rumah.
Aciel memberhentikan mobilnya di pinggir sebuah sungai yang memanjang di sisi jalan, hari sudah semakin gelap, "kamu dimana? " ucap Aciel.
Aciel nampak berpikir keras, "yaa mungkin dia kesana" ucap Aciel.
Dia pun segera melajukam mobilnya lagi dengan kecepatan penuh.
"Kamu harus baik-baik saja okay" ucap Aciel.
Sementara Lavanya dia sekarang sedang berada di makam kedua orang tuanya, yaa setelah dia tidak dapat mengejar mobil Aciel tadi dia memilih untuk pergi ke makam kedua orang tuanya.
"Ma, Pa.... Yaya gak kuat ajak Yaya ikut kalian yaa... Aciel juga gak menginginkan Yaya jadi buat apa Yaya hidup" ucap Lavanya lirih.
Matanya sudah mulai buram karena air mata yang tak bisa dibendung lagi, dan akhirnya jatuh tanpa permisi.
Kepalanya mulai terasa sangat pusing bahkan hidungnya mulai berdarah.
__ADS_1
"Mungkin udah saatnya Yaya pergi kan Ma.. Pa..,," ucap Lavanya sambil menggosok hidungnya yang berdarah sehingga darah itu menyebar ke seluruh pipinya.
NEXT