
Semua siswa pun makan malam bersama, mereka memakan makanan yang dimasak tadi tapi untuk Lavanya dia membawa makanan khusus untuknya sendiri.
"Dasar gadis manja, liatlah" ucap teman yang lain berbisik-bisik membicarakan Lavanya yang makanannya sudah disiapkan oleh para bodygat yang menjaganya.
Sayur dan bubur, makanan yang tak berasa itu sudah menjadi makanan sehari-hari Lavanya. "huhh makan ini lagi, tapi tak apa" guman Lavanya.
"Aciel kamu mau ayam panggang biar aku ambilkan" ucap Angel yang duduk di sebalah Aciel.
"Tidak usah! " ucap Aciel datar.
“Terus kamu mau yang mana, biar aku ambilkan" tawar Angel lagi.
Mark yang melihat Aciel risih dengan keberadaan Angel pun mendekat, "Aciel sayang ini aku bawakan makanan untukmu" ucap Mark yang dimanja-manjakan.
Aciel yang mendengar itu ingin muntah, "Sekali lagi lo bicara begitu gue buang lo ke laut" ucap Aciel.
"Kok marah sih baby,, kamu gak sayang lagi yaa sama aku" ucap Mark dengan raut wajah sedih.
PLETAKK
Leon memukul kepala Mark dari belakang, Leon juga merasa geli dengan perkataan Mark.
"Mau jadi bencong lo hahh" ucap Leon.
"Anjim lo, sakit kepala gue!" ucap Mark.
__ADS_1
Angel pun yang merasa diabaikan pun pergi, "kan pergi jadinya tu nenek lampir" ucap Mark.
"Seharusnya lo berterima kasih sama gue bro" lanjutnya lagi.
"Okay makasih, puas lo" ucap Aciel terkekeh.
"Mark suka yaa ama Elnya Yaya?" ucap Lavanya yang datang tiba-tiba dari arah belakang mereka.
"El cuma punya Yaya,, Mark cari yang lain aja" ucap Lavanya mendekat diantara Mark dan Aciel sebagai pembatas.
"Najis gue suka sama cowok,, gue masih normal" ucap Mark
Sedangkan Leon dan Aciel menahan tawanya agar tak keluar.
“Kan siapa tau!! El cuma punya Yaya. Mark gak boleh rebut El" ucap Yaya.
“Yaa sedikit... " ucap Lavanya lirih.
Kini Leon tak dapat membendung tawanya, "anjim kalian udah kayak rebutan apaan" ucap Leon.
Semua siswa pun melihat itu heran, baru kali ini mereka melihat tawa Leon.
"Aciel lo pilih yang mana?" ucap Leon bercanda.
"Gak keduanya!! " ucap Aciel langsung memakan makanan yang dibawa Mark tadi.
__ADS_1
"Hahaha kalian berdua udah ditolak" ucap Leon.
"Apaan sih lo, ya kali gue suka sama cowok walaupun gue jomblo akut juga gak bakal suka sama cowok" ucap Mark kesal.
"El lagi makan apa? " tanya Lavanya dengan senyuman yang mengebang.
“Makan tanah" ucap Mark.
"Yaya kan gak ngomong sama Mark,, kok Mark yang jawab" ucap Lavanya.
"Mending gue yang jawab daripada lo dikacangin ama Aciel" ucap Mark.
"El suka ayam yaa, nanti kalo udah nikah Yaya bakal masak banyak ayam buat El" ucap Lavanya bersemangat.
"Siapa yang bakal nikah sama lo!? " ucap Aciel tajam.
"Ya El lahh,, kan El tunangannya Yaya" jawab Lavanya.
"Dengerin gue baik-baik yaa,, gue Aciel Veniko Cullen gak akan pernah mau menikah sama lo dan menurut gue lo cuma cewek pembawa sial di hidup gue" ucap Aciel tajam dan penuh penekanan dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Lavanya.
Sedangkan Lavanya dia masih tetep pada Senyumnya, "gue rasa lo itu gila deh,, soalnya kalo orang normal digituin pasti nangis tapi lo malah senyum" ucap Mark.
"Kalo emang jadi orang gila bisa dapetin El, Yaya gak papa jadi orang gila" ucap Lavanya.
Dua sahabat Aciel itu hanya bisa tercengang mendengar jawaban Lavanya, segitu cintakah Lavanya pada Aciel.
__ADS_1
NEXT