Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 51. Pusat Perhatian


__ADS_3

Aciel tak dapat mengalihkan pandangannya, seakan dia telah terhipnotis.


"Yaya... " guman Aciel yang melihat Lavanya menuruni tangga dengan begitu anggun bak tuan putri.


Lavanya nampak sangat cantik dengan gaun yang digunakkannya, dia juga tidak menggunakan kaca matanya dan menggantinya dengan soflen berwana hitam dengan ukuran big size membuatnya tampak seperti berbie.


"El... " ucap Lavanya semangat sambil menghampiri Aciel dengan bahagia.


Aciel pun dibuat sadar oleh panggilan Lavanya, "El makasi yaa... Yaya suka banget sama gaunnya" ucap Lavanya sambil berputar-putar menampilkan betapa cantiknya gaun yang dipakainya saat ini, namun bukan gaun yang menjadi pusat perhatian Aciel melainkan Lavanya sendiri.


"Baguslah kalau kamu suka" ucap Aciel.


Mereka berdua pun berangkat menuju hotel XXX. Disetiap perjalanan Aciel selalu mencuri pandang ke arah Lavanya tanpa disadari oleh Lavanya sendiri.


......................


Sesampainya Lavanya dan Aciel di tengah pesta, meraka menjadi pusat perhatian setiap para tamu.


"Wahhh liat mereka terlihat sangat serasi yang satu sangat tampan dan yang satunya lagi sangat cantik" begitulah kira-kira yang dikatakan oleh para tamu undangan.


Namun ada satu orang yang melihat itu dengan tatapam tajam dan tangannya yang terkepal.

__ADS_1


"Jadi kamu sudah menyadari perasaan kamu Ciel!? aku tidak terima!!!, kamu harus menjadi milik aku Ciel" ucap wanita itu yang tak lain adalah Evelyn.


Evelyn sudah lebih dulu menyadari perasaan Aciel kepada Lavanya daripada Aciel sendiri, namun itu tak membuatnya mundur. Evelyn terus mencoba mendekati Aciel dan berharap Aciel akan menyukainya, dari dia ikut percepatan waktu itu hanya untuk menarik perhatian Aciel.


"Hai bro" ucap Mark mengahampiri Aciel dan Lavanya.


"Tunggu dulu! ini siapa? jangan bilang dia itu si cewek muka tebal alias si Lavanya? " cerocos Mark.


Mendengar itu Lavanya tidak terima, "apa sihh Mark, Yaya itu bukan bermuka tebal tapi cuma percaya diri aja" balas Lavanya ketus.


"Sama aja" jawab Mark.


"Hemm" dehaman Aciel membuat Leon beralih pada Aciel.


Leon yang mengerti maksud Aciel hanya tersenyum tipis, "udah mulai posesif" guman Leon kecil.


"Hai Ciel" sapa Evelyn yang menghampiri mereka, Lavanya nampak tak suka atas kehadiran Evelyn dan itu sangat terlihat dari raut wajah Lavanya.


"Acaranya udah mau dimulai sebaiknya kamu siap-siap buat persiapan acara pembukaan pestanya" seru Evelyn.


"Ya udah bro sana, biar gue yang jagain Lavanya" ucap Leon.

__ADS_1


"Ihh Yaya udah gede gak perlu dijaga Leon" ucap Lavanya masih menempel pada lengan Aciel.


"Okay kamu sama Mark dan Leon dulu. Aku masih ada urusan" ucap Aciel sambil melerai pelukan Lavanya pada lengannya.


Aciel pun pergi bersama Evelyn, Lavanya yang melihat itu merasa tidak rela membiarkan Aciel bersama Wanita ular itu.


"Tenang aja, kemanapun Aciel pergi lo bakal jadi tempat dia pulang" ucap Leon yang membuat Mark dan Lavanya kebingungan.


"Emang kalian berdua itu oon" ucap Leon lagi.


Acara berjalan dengan lancar, "Mark, Leon, Yaya mau ke toilet bentar yaa" ucap Lavanya.


"Iya mau gue anter gak? " tawar Mark


"Gak usah" sungut Lavanya.


"Lahh dibaikin malah dibalas tuba" ucap Mark.


Lavanya pun ke toilet sendirian, di dalam toilet dia melihat Evelyn disana. Lavanya pun semakin tidak mood dia pun langsung melewati Evelyn seakan menganggap wanita itu tidak ada disana.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2