
Pembuatan proyek mall di kota A berjalan dengan lancar, untuk merayakan keberhasilan itu akan diadakan pesta megah yang berlokasi di hotel XXX.
Aciel yang kini berdiam diri di ruangannya berkutat pada tumpukkan berkas, "hello bro" ucap dua orang yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Kalian bisa kan ketuk pintu dulu" ucap Aciel ketus.
"Wihhh semenjak jadi CEO Aciel jadi sombong yaa bro" ucap Mark pada Leon.
Iya dua pengganggu yang datang tanpa diundang itu adalah Mark dan Leon.
"Hemm" jawab Leon.
"Hais, Leon lo bisa gak sekali aja gak jadi kutub. Kemarin juga lo gak mau bantuin gue" ucap Mark tapi tak ditanggapi oleh Leon.
"Gimana kerjaan lo? berjalan dengan lancar? " Tanya Leon.
"Lahh gue dikacangin lagi, Ciel pokoknya lo harus hukum Leon dia gak mau bantuin gue pas ujian kemarin" ucap Mark yang mengadu pada Aciel.
"Semuanya berjalan dengan lancar" ucap Aciel dan untuk pengaduan Mark sama sekali tak ditanggapi.
"Heran gue punya temen, satu kutub utara dan yang satunya kutub selatan" ucap Mark malas.
"Gue denger lo mau ngadain pesta buat perayaan keberhasilan proyek Mall di kota A? " tanya Leon.
"Hemm iya, sebenernya gue males. Tapi gue cuma mau mengapresiasi para karyawan yang udah berkerja keras selama proyek ini" jelas Aciel.
__ADS_1
"Wahh ada pesta,, lo harus ngajak gue Ciel" ucap Mark rempong.
"Ogah gue ngajak temen modelan mak-mak kayak lo" ucap Aciel.
"Gue ganteng gini lo bilang emak-emak? " ucap Mark tak terima.
"Lo itu emang udah kayak emak-emak rempong" ucap Leon.
"Dahlah males" jawab Mark, dia malas berbicara toh dua orang kutub itu tak akan pernah menanggapi.
"Terus gimana persiapannya? atau perlu gue sama Mark yang bantuin? " ucap Leon.
"Gak perlu sih, lo tinggal dateng aja" ucap Aciel.
"Okay kalo gitu" ucap Leon.
Di gedung megah perayaan pesta akan dilaksankan. Banyak orang-orang penting yang menghadiri pesta tersebut.
Sementara di sebuah kamar, Lavanya sedang pusing memilih gaun yang ingin dia pakai untuk menghadiri pesta itu.
"Yaya pakek apa yaa, huhh pokoknya Yaya harus tampil cantik biar El terpesona sama Yaya" ucap Lavanya.
Tok Tok Tok
Pintu kamar Lavanya diketuk oleh seseorang, "non ini bibik Mina" ucap Bik Mina.
__ADS_1
"Iya bik" ucap Lavanya yang telah membukakan pintu.
"Ini non dari tuan muda Aciel buat non Vanya katanya" ucap Mina sambil memberi Lavanya paper bag coklat, Lavanya pun dengan senang hati menerima paper bag itu.
"Makasi ya bik" ucap Lavanya.
"Iya non, bibik permisi dulu" ucap bik Mina sambil berlalu.
Lavanya pun segera masuk ke kamar dia sangat penasaran dengan isi dari paper bag yang diberikan Aciel.
"Wahh" ucap Lavanya saat melihat isi dari paper bag ternyata adalah gaun berwarna cream, gaun itu nampak sangat indah dan elegan.
"Huhh El memang terbaik" ucap Lavanya.
Sementara Aciel dia sudah selesai berpakaian lengkap dan rapi, dia menggunakan baju style Tuxedo hitam.
"Bagaimana bik, apa Yaya sudah selesai? " tanya Aciel pada bik Mina.
"Sepertinya sebentar lagi tuan" ucap bik Mina.
Aciel masih setia menunggu Lavanya, "apa setiap perempuan sangat lama berdandan" guman Aciel.
Tak Tak Tak
Suara langkah seseorang yang sedang menuruni tangga yang membuat perhatian Aciel mengarah padanya.
__ADS_1
NEXT