Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 57. Saingan Baru


__ADS_3

"Sayang, Yaya ini mama dateng hiks... kalo mama tau bakal jadi begini, mama gak bakal ditinggalin kamu" ucap Tiara terisak melihat Lavanya yang terbaring lemah.


"Kamu harus kuat yaa sayang,, jangan tinggalin mama" ucap Tiara lagi.


Tiara menangis tersedu-sedu, dia tidak menyangka semua ini akan terjadi.


"Mah... " ucap Aciel lirih yang baru masuk dari luar, Tiara hanya melirik sekilas dan kembali menatap ke arah Lavanya yang tengah berbaring.


"Maafin Aciel mah... " ucap Aciel.


Tiara sama sekali tidak menanggapi Aciel, dan Aciel juga tidak apa akan hal itu, dia tau sekarang mamanya sedang kecewa kepada dirinya.


"Mama pulang dulu aja, biar Aciel yang jaga Yaya disini" tawar Aciel, dia tau mamanya baru sampai dari kota A dan langsung ke rumah sakit.


"Mama gak percaya sama kamu... nanti Yaya kenapa-kenapa kalo mama tinggal" ucap Tiara datar.


"Aciel memang salah mah... beriin Aciel kesempatan,, Aciel sayang sama Yaya mahh... Aciel bakal jagain Yaya baik-baik jadi mama pulang dulu yahh pasti mama capek juga" ucap Aciel membujuk Tiara.


Tiara akhirnya mengalah dan pulang, tetapi sebelum itu dia memberikan banyak wejangan untuk Aciel, dan Aciel tetap sedia mendengarkan semua wejangan mamanya.


Kini tinggal Aciel dan Lavanya yang sedang terbaring, "kamu gak capek tidur? biasanya kamu selalu berisik dan gangguin aku" ucap Aciel lirih.

__ADS_1


"Yaya maafin aku... kamu boleh hukum aku dengan cara apapun nanti tapi jangan pernah tinggalin aku, kamu udah janji kan.. kamu udah janji bakal selalu ada disamping aku... " ucap Aciel.


CEKLEK


Seseorang memasuki ruangan rawat Lavanya yang tak lain adalah Farel keponakan dari dokter Risma.


"Saya akan memeriksa Vanya terlebih dahulu" ucap Farel.


Aciel mempersilahkan Farel, "silahkan dok" ucap Aciel.


Farel memandang Lavanya dengan wajah sedih, Lavanya adalah gadis pertama yang bisa membuat jantung Farel berdetak kencang dan sekarang hatinya begitu sakit melihat Lavanya yang terbaring lemah.


"Tidak membaik... namun setidaknya keadaan Vanya tidak memburuk atau bisa dibilang tidak ada kemajuan" ucap Farel.


Aciel menghembuskan nafasnya kasar, lalu dia menatap Lavanya sedih.


"Kamu yang namanya Aciel kan?" tanya Farel.


"Iya dok" ucap Aciel.


"Kamu sangat beruntung dicintai oleh gadis sebaik dan setulus Vanya,, aku sangat iri" ucap Farel.

__ADS_1


"Iya anda benar... namun saya begitu bodoh menyia-nyiakan gadis sebaik dan setelus dia,, apakah anda menyukai Yaya? " ucap Aciel.


"Iya... " jawab Farel singkat.


Aciel merasa gusar, dia tidak ingin Lavanya bersama orang lain.


"Sejak kapan? " tanya Aciel penuh selidik.


"Sejak pertama kali dia datang kesini" ucap Farel sambil memandang wajah Lavanya sendu dan hal itu membuat Aciel terbakar api cemburu.


"Ohh... tapi sebaiknya anda menyerah saja karena Yaya hanya mencintai saya" ucap Aciel penuh percaya diri.


"Mengapa saya harus menyerah? bahkan anda tidak mencintai Lavanya bukan? jadi tidak apa-apa kalo saya berjuang untuk Vanya" ucap Farel.


"Kami saling mencintai,, jadi anda tidak akan memiliki kesempatan" bantah Aciel.


"Ohh jadi anda sudah mencintai Lavanya? tapi saya tidak akan menyerah untuk sekarang" ucap Farel yang langsung berlalu.


Aciel mengepalkan tangannya, walaupun dia tau Lavanya tidak akan mungkin mencintai pria lain namun saat dia tau ada pria lain yang menyukai Lavanya itu membuatnya kesal.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2