Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 31. Kambuh Yang berakibat Fatal


__ADS_3

Lavanya diam, pikirannya kosong setalah mendengar ucapan Aciel. "El suka Evelyn, hehehe gak mungkin kan? El cuma suka sama Yaya, iya itu benar" gumannya sendiri.


Dia pun berlari menjauh, sejauh-jauh mungkin dari keramaian itu, air matanya benar-benar ingin keluar. Dia pun berlari keluar gerbang sekolah dan petugas gerbang yang sedang di dalam kamar mandi tak melihat Lavanya yang sedang keluar.


"Jangan nangis, Yaya please jangan nangis! " guman Lavanya.


Dia terus berlari, hingga dia sampai di taman kota dekat sekolahnya itu. Dia pun masuk ke taman kota dia duduk di bawah pohon besar rimbum dekat dengan danau buatan.


Bibirnya bergetar, hatinya benar-benar sakit bahkan tamparan Aciel tadi tidak sesakit hatinya sekarang.


Air mata itu pun jatuh tanpa permisi, "hiks hiks" tangisnya kini, semakin dia menangis dadanya mulai sesak tak bisa bernafas kepalanya sakit luar biasa.


Lavanya memegang dada dan kepalanya secara bergantian, "sakit sekali hiks" ucap Lavanya.


Dan tanpa dia sadari sekarang dia telah hilang kesadaran. Para petugas kebersihan taman kota itu yang melihat Lavanya langsung panik gadis itu terlihat sangat mengkhawatirkan, darah keluar dari hidungnya rambutnya yang acak-acakkan mungkin karena jambakannya sendiri.


"Tolong, tolong ada orang pingsan" ucap Petugas kebersihan meminta tolong.


Lavanya pun dibawa ke rumah sakit terdekat, dia segera ditangani dokter.

__ADS_1


"Ya tuhan penyakit apa ini" ucap dokter itu setelah melihat hasil pemeriksaan tadi.


Sedangkan petugas kebersihan itu segera menghubungi pihak sekolah dan pihak sekolah segera menghubungi orang tua Lavanya.


Veri dan Nesha segera ke rumah sakit, "dimana anak saya" ucap Nesha pada petugas kebersihan itu, dan disana juga terdapat bu Fani dan kepala sekolah.


"Masih ditangani di dalam buk" ucap petugas kebersihan itu.


Dokter pun keluar dari dalam, "om Veri tante Nesha" ucap dokter itu terkejut melihat orang yang dia kenal karena bibiknya dokter Risma pernah mengenalkan mereka padanya.


"Farel bagaimana keadaan putri om" ucap Veri khawatir.


"aku tidak bisa memperediksi om tante tapi ini sangat berbahaya, detak jantunya terus melemah dan darah yang mengalir di otaknya juga tersumbat" ucap Farel serius.


Mendengar itu Nesha langsung pingsan, "mah, mamah" ucap Veri menupuk pipi istrinya dan akhirnya Nesha dibawa untuk diperiksa juga.


Veri mengbungi Risma karena Risma yang paling tau keadaan Lavanya.


"Ada apa lagi ini Veri bukankah aku sudah bilang! " ucap Risma yang baru datang, dia segera menuju ruangan dimana Lavanya berada.

__ADS_1


Gadis itu kini semakin memucat bagaikan tak bernyawa.


"Tante jadi gadis ini yang pernah tante ceritakan itu? " tanya Farel.


"iya Farel" jawab Risma.


"Ris tolong selamatkan anakku, aku akan membayar berapapun" ucap Veri.


"Tutup mulutmu Veri, aku juga akan berusaha sekuat tenagaku untuk menyelamatkan Yaya" ucap Risma.


"Sebaiknya kau keluar dulu" ucap Risma meminta Veri untuk keluar dari ruangan.


Veri pun keluar, dia benar-benar terlihat sangat kacau, "sebenarnya ada apa dengan Lavanya tuan Veri" Tanya Kepala sekolah.


"Hiks hiks,, putriku dia..." ucap Veri sangat sedih.


Sekarang kepala sekolah dan bu Fani tau kenapa Veri sangat menjaga Lavanya bahkan selalu melihat bodygat yang menjaga Lavanya.


"Kasihan sekali gadis kecil itu aku sering memarahinya tetapi dia tetap terlihat ceria" guman bu Fani merasa menyesal.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2