Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 47. Pernyataan Cinta Evelyn


__ADS_3

Aciel pun bersiap diri untuk berangkat ke kota A, Lavanya dia hanya menatap sedih karena dia tidak diizinkan ikut oleh Aciel.


"El apa Yaya bener-bener gak boleh ikut? " ucap Lavanya memelas.


"Lo diem di rumah aja, lagian gue juga disana cuma sebentar, cuma tiga hari" ucap Aciel.


Lavanya pun mengantar Aciel hanya sampai mobil, perasaanya resah dan takut jika Aciel dan Evelyn semakin dekat.


...----------------...


Aciel pun telah tiba di bandara, disana dia telah melihat Evelyn telah menunggunya.


"Hai Ceil" sapa Evelyn.


"Hemm" jawab Aciel.


"Ayo kita berangkat" ucap Aciel


Mereka pun segera menuju ke kota A, setelah beberapa jam mereka telah sampai di kota A. Disana sudah ada orang yang menyambut mereka.


"Selamat datang tuan Cullen" ucap pria baya itu.


"Hemm iya" balas Aciel.


Mereka pun segera menuju hotel bintang lima, Aciel dan Evelyn mendapat kamar berseberangan.

__ADS_1


"Istiratlah, besok kita akan menemui klien" ucap Aciel dan langsung berlalu meninggalkan Evelyn.


"Apakah aku harus yang mengatakan perasaanku lebih dulu? " guman Evelyn.


Iyaa dia akan mengatakan perasaannya kepada Aciel, besok setalah bertemu dengan klien.


Sementara Lavanya dia tidak bisa tertidur, pikirannya terus melayang-layang, "tidakkk, tidak mungkin" ucapnya sendiri.


Lavanya sedang membayangkan Aciel tidur sekamar dengan Evelyn, Lavanya bukan gadis yang begitu polos dia tau wanita dan pria yang berada dalam satu kamar itu sangat berbahaya.


"Aciel tidak mungkin tidur dengan Evelyn kan! iya itu tidak mungkin" ucap Lavanya menyangkal semua pemikiran negatifnya.


...----------------...


"Senang bekerja sama dengan anda tuan Cullen" ucap pria yang bersalaman dengan Aciel.


"Apakah nona Evelyn adalah kekasih anda? " tanya tuan Hector.


Evelyn yang mendengar itu membuat pipinya blushing, "bukan dia hanya sekretaris saya" ucap Aciel menyangkal yang membuat hati Evelyn sakit dan sedih.


"Ohh benarkah, padahal kalian terlihat sangat serasi jika bersama" ucap tuan Hector namun tak ditanggapi oleh Aciel.


Pertemuan itu pun usai lebih awal dari pemikiran Aciel, setalah itu dia akan melihat proyek pembuat mall baru di pusat kota A.


"Aciel!" panggil Evelyn.

__ADS_1


"Kita akan kembali ke apartement besok kita akan melihat proyek pembuat mall" ucap Aciel.


"Tunggu! Aciel aku ingin mengatakan sesuatu" ucap Evelyn yang membuat langkah Aciel terhenti.


"Apa yang ingin kau katakan? " tanya Aciel menatap serius pada Evelyn yang membuat Evelyn berdebar tak karuan.


Evelyn menarik nafasnya kasar, "Aciel aku menyukaimu! " ucap Evelyn sekali tarikan nafas.


Aciel yang mendengar itu hanya mengerutkan kedua alisnya.


"Aku serius" ucap Evelyn lagi karena merasa Aciel tak menanggapinya serius.


"Hemm" hanya itu tanggapan Aciel yang membuat Evelyn kecawa.


Apakah benar dugaan Evelyn jika Aciel menyukai Lavanya, walau Aciel yang terus bersikap dingin dan kasar pada Lavanya tapi jika dilihat dari mata Aciel dia terlihat sangat memperhatikan Lavanya.


"Apa kamu menyukai Lavanya? " tanya Evelyn kini.


"Aku tidak tau" jawab Aciel singkat yang membuat praduga Evelyn semakin kuat.


"Dulu kamu pernah bilang kalau kamu menyukaiku" ucap Evelyn.


"Itu dulu dan juga maaf aku hanya membuat gadis bodoh itu menjauhiku, maaf aku telah memanfaatkanmu" ucap Aciel.


"Hahaha ternyata begitu, aku kira kamu juga memiliki perasaan yang sama denganku" ucap Evelyn yang nampak menyedihkan karena penolakan dari Aciel.

__ADS_1


"Aku yakin kau akan menemukan pria yang lebih baik" ucap Aciel langsung berlalu karena tidak ingin membahasnya.


NEXT


__ADS_2