
"Makasi pak Anton,, hati-hati di jalan" ucap Lavanya.
"Iya Non, non Vanya yang rajin belajarnya" balas pak Anton lalu pergi melajukan mobilnya dari pekarangan sekolah.
Lavanya pun melangkah masuk ke dalam sekolah, disepanjang perjalanan ke kelas banyak mata yang menatapnya.
"Ehhh itu bukannya cewek yang ngaku-ngaku jadi tunangannya kak Aciel kan? " ucap para siswa yang bergosip.
"Iya,, lihatlah! bagaimana bisa kak Aciel bersama dengan gadis liar seperti itu dan penampilannya juga gak banget" ucap yang lain menimpali.
"Aku juga gak setuju,, masak kak Aciel sama upik abu sih" ucap mereka.
Lavanya yang mendengar itu, telinganya memerah.
"Dasar gadis-gadis penggosip" guman Lavanya menghampiri mereka.
"Kalian kalo gak ngomongin orang, hidup kalian pasti sangat menyedihkan yaa" sindir Lavanya.
"Shutt dia datang" ucap salah satu dari mereka memberhentikan acara gosip mereka.
"Kenapa kalian diam?, apa mulut sampah kalian udah bisu?! " ucap Lavanya.
"Ehhh lo, lo itu upik abu gak usah belagu deh" ucap salah satu wanita yang mungkin dia adalah ketua gengnya.
"Kamu yang upik abu!!,," balas Lavanya yang tak mau kalah.
__ADS_1
"Lo gak ngaca yahh,, muka pas-pasan gitu ngaku-ngaku jadi tunangannya kak Aciel" ucap gadis itu sengit.
"Yaya gak ngaku-ngaku, emang Yaya tunangannya El. Kalo kamu ngiri bilang aja" balas Lavanya.
"Lo bener-bener ya" ucap cewek itu yang tersulut emosi.
"Apa! apa!, mau berantem sini Yaya gak takut" tantang Lavanya.
Cewek itu langsung menghampiri Lavanya dan terjadilah dua gadis yang saling tarik menarik rambut.
"Kamu kira Yaya takut ahh" ucap Lavanya mengeratkan tarikkannya.
"Auww, dasar upik abu sialan" ucap wanita itu.
Kedua gadis itu pun dikerumuni oleh para siswa lainnya, mereka hanya menonton Lavanya dan gadis itu saling tarik menarik.
"Ada apa ini!!? " teriak seseorang membuat semua siswa beralih ke sumber suara.
"Kak Aciel datang" ucap mereka.
Aciel, Mark dan Leon yang melihat ada kerumunan di koridor pun bergegas kesana. Semua orang menunduk melihat ketiga pria itu, serta memberikan mereka akses untuk melihat apa yang terjadi. Sementara dua gadis yang saling berkelahi itu sepertinya tak mengetehui kedatangan Aciel dan temannya.
Walaupun tubuh Lavanya kecil tapi tenaganya lumayan besar, sekarang dia berada di atas tubuh gadis itu, mereka masih saling tarik- menarik.
"Apa ahhh!? masih berani sama Yaya" ucap Lavanya.
__ADS_1
"Auw,," ucap gadis itu kesakitan karena rambutnya yang ditarik.
Aciel yang melihat itu shock dan marah, "LAVANYA INDIRA PERMATA!!! " teriak Aciel.
Lavanya pun mengalihkan pandangannya kepada Aciel, "El" guman Lavanya.
Gadis yang berkelahi dengan Lavanya tadi pun segera bangkit dan berlari ke arah Aciel.
"Kak Aciel gadis itu gila, dia memukulku hiks hiks. Sakit sekali" ucapnya mengadu pada Aciel.
"El Yaya gak salah, dia duluan yang ngomongin Yaya jadinya Yaya kesel" ucap Lavanya membela Diri.
Aciel pun mendekati Lavanya, "bisa gak sehari lo gak buat masalah? " ucap Aciel kesal.
"Yaya gak buat masalah kok El, dia yang mulai" ucap Lavanya sambil menujuk gadis di dekat Mark dan Leon itu.
"Lo itu bener-bener biang rusuh yaa,," ucap Mark.
"Yaya gak salah Mark" Bela Lavanya.
"Sekarang lo ikut gua ke ruang BK" ucap Aciel
Lavanya tak masalah akan hal itu, toh juga dia juga sering masuk ke ruang BK dulu waktu di sekolah dasar.
NEXT
__ADS_1