
"Sayang sebaiknya kamu jangan ke sekolah dulu, kan udah dibilangin sama dokter Risma kalo kamu harus banyak istirahat" bujuk Mama agar Lavanya tidak ke sekolah dulu.
"Benar sayang, kamu masih sakit" ucap Papa.
"Yaya udah gak apa- apa kok mah pah, lagian Yaya udah gak diskors lagi" ucap Lavanya.
Perdebatan itu akhirnya dimenangkan oleh Lavanya, dengan syarat Lavanya akan dijaga oleh bodygat yang disuruh Veri. Pertama-tama Lavanya menolak dijaga oleh seorang bodygat tapi jika Lavanya tidak mau dijaga maka dia tidak boleh ke sekolah dan ahasil Lavanya sekarang menjadi tatapan semua orang.
"Udah kayak tuan putri aja, pakek dijaga bodygat segala lagi" ucap para siswa.
Lavanya tidak menghiraukan mereka kali ini, karena sekarang tujuannya adalah mencari Aciel. Sudah 3 hari dia tidak bertemu Aciel.
"El dimana ya? " gumannya mencari Aciel di tempat-tempat biasanya Aciel nongkrong bersama teman-temannya.
"Nah itu dia" ucap Lavanya saat melihat Aciel sedang berjalan ke ruang OSIS.
Lavanya langsung berlari mengejar Aciel.
"Jangan berlari nona" ucap sang bodygat yang sedari tadi mengikuti di belakang, namun Lavanya tak menghiraukan dan terus berlari ke arah Aciel.
"El.... " teriak Lavanya membuat langkah Aciel terhenti.
"Udah dateng aja si pembuat masalah" ucap Mark.
__ADS_1
"Lo yang sabar ya bro" ucap Leon langsung masuk ke dalam ruangan OSIS bersama Mark.
Lavanya nampak ngos-ngosan nafasnya naik turun tapi tak lupa dia menampilkan senyuman di bibirnya itu.
Aciel hanya menatap malas, "ada apa? " ucap Aciel dingin.
"Enggak Yaya cuma mau liat El aja" ucap Lavanya bersemangat.
"Lo emang gak ada kerjaan yaa" ucap Aciel geram.
"Yaya kan emang belom kerja jadi gak ada kerjaan" jawab Lavanya polos.
"Lo polos apa bodoh sih,, ngomong sama lo selalu buat gue emosi!!!" ucap Aciel
"Maaf... Yaya buat El emosi,, El udah sarapan? Yaya bawa dua bekal loh, nanti kita makan bareng" ajak Lavanya.
"Gue gak ada waktu buat ngeladenin lo" ucap Aciel langsung ingin masuk ke ruangan OSIS namun tangannya di cegat oleh Lavanya.
"Lepasin!!! " bentak Aciel dan tanpa sengaja mendorong tubuh Lavanya hingga terjatuh.
"Auww" ringis Lavanya.
"Nona!! nona tidak apa-apa? " tanya sang bodygat mendekati Lavanya dan berusaha membantu Lavanya bangkit.
__ADS_1
"Itu salah lo sendiri,, siapa suruh megang-megang gue" ucap Aciel berlalu.
"Nona tidak apa-apa kan? " tanya sang bodygat.
"Yaya gak papa kok paman" ucap Lavanya yang masih bisa tersenyum.
Bodygat itu pun heran, setalah didorongboleh orang yang dia sukai masih saja bisa tersenyum.
"El... inget nanti makan bersama yaa" teriak Lavanya dari luar ruangan OSIS dan teriakan itu masih bisa didengar oleh orang-orang yang berada di dalam.
"Ayo paman sekarang kita ke kelas Yaya" ucap Lavanya.
Di dalam kelas Lavanya hanya duduk menyendiri dia tidak mempunyai teman sama sekali. Dan sekarang tidak ada guru yang mengajar karena guru yang mengajar sekarang dikabarkan sakit.
To Acielnya Yaya ❤
*El Yaya selalu berharap suatu saat El bakal mencintai Yaya seperti Yaya mencintai El.
Yaya akan selalu berusaha membuat El suka sama Yaya walau Yaya gak tau sampai kapan itu.
El Yaya minta maaf karena Yaya selalu buat masalah di hidup El.
Love Lavanya ❤*
__ADS_1