Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 32. Kritis


__ADS_3

Sudah 6 bulan Lavanya tak sadarkan diri, dia seakan enggan untuk membuka matanya.


"Hiks sayang apa kamu gak kangen sama mama dan papa" ucap Nesha.


"Sayang sadarlah,, kami menunggumu" ucap Veri.


Dan selama 6 bulan itu juga Aciel merasa ada hilang dalam dirinya entah apa itu dia juga tidak tau, dia tidak pernah melihat Lavanya lagi. Dia hanya mendengar kalau Lavanya sedang berada di luar negeri bersama orang tuanya tidak ada yang tau mengapa mereka pergi. Bahkan Aciel medengar pembicaraan mamanya dan orang tua Lavanya namun dia juga tidak tahu apa yang terjadi.


"Aciel kenapa kamu bengong, sebentar lagi kita akan ada ujian akhir" ucap Evelyn pada Aciel.


"Ahh iya" ucap Aciel.


Iya sebentar lagi Aciel akan lulus SMA, dia benar-benar siswa yang jenius karena bisa menyelesaikan sekolahnya hanya dalam satu setengah tahun, begitupun dengan Evelyn.


Kini mereka tengah menjalin hubungan dekat namun Aciel belum memperjalas hubungan mereka.


"Wihh lo lulus kita pisah dong" ucap Mark merasa sedih.


"Kita kan masih bisa ngumpul" ucap Aciel.

__ADS_1


"Btw gak ada Lavanya jadi adem mayem gini yaa, biasanya dia bakal ganggu lo terus berakhir lo marahin dia" ucap Mark.


Aciel hanya terdiam mendengar ucapan Mark, "gak usah bahas si gadis pengganggu itu, baguslah dia pergi kan jadi tenang hidupnya Aciel" ucap Leon.


Sementara di rumah sakit Lavanya sedang terbaring lemah ditemani oleh Farel.


"Hai,, apa kamu masih gak mau bangun? kasihan mama sama papa kamu mereka tiap hari nangis lohh" ucap Farel pada Lavanya.


Farel yang pertama kali melihat Lavanya langsung jatuh hati, namun setelah dia mendengar Lavanya telah bertunangan dia mengurungkan niatnya untuk mengejar Lavanya, dan juga yang paling penting sekarang adalah membuat Lavanya cepat sembuh.


Sebenarnya Mama Aciel tahu tentang keadaan Lavanya namun Tiara, Nesha dan Veri sepakat untuk tidak memberitahu Aciel karena sebentar lagi Aciel akan menghadapi ujian akhir oleh karena itu mereka tidak ingin membebani pikirin Aciel dengan kondisi Lavanya sekarang.


"Air.... " ucap Lavanya lirih.


"Okay tunggu senbentar" Farel pun segera mengambilkan air dan langsung memberinya kepada Lavanya.


Farel pun memanggil bibiknya dokter Risma, "Sayang kamu sudah sadar" ucap dokter Risma bahagia, Lavanya dia masih nampak kebingungan.


"Ini dimana mah, El, mama sama papa dimana? " tanya Lavanya.

__ADS_1


Dia pun kembali mengingat kejadian terakhir, denyutan sakit dalam dadanya kembali terasa.


"Ini di rumah sakit, mereka nanti datang" ucap Dokter Risma.


"Sayang kamu dah sadar" ucap Nesha yang baru saja datang dari makan siang bersama Tiara di luar rumah sakit. Nesha pun segera menghampiri Lavanya dan memeluk erat gadis itu.


Cup


Satu kecupan di puncak kepala Lavanya, "Yaya gak boleh tinggalin mama lagi" ucap Nesha sedih.


"Yaya gak kemana-mana kok mah,, " jawab Lavanya.


"Sayang.... " panggil Tiara lirih, air matanya sudah jatuh. Saat pertama kali mendengar kondisi Lavanya dia benar-benar shock, gadis sekecil Lavanya sudah menanggung penyakit yang begitu mematikan.


"Mama... " balas Lavanya dengan senyuman khasnya itu.


Tiara pun mendekatinya memeluknya, "mama bahagia banget akhirnya kamu sadar, dan kembali berkumpul bersama kita,," ucapnya sambil mengeluarkan air mata.


"Yaya juga bahagia" jawab Lavanya.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2