
Akhirnya Lavanya diijinkan untuk pulang oleh dokter Risma dengan syarat dia harus banyak istirahat dan tepat waktu minum obat.
"Yeay... Yaya udah boleh pulang" ucap Lavanya yang nampak gembira.
Kedua orang tua Lavanya pun tidak bisa untuk tidak mengabulkan keinginan Lavanya karena mereka tidak mau Lavanya sedih yang akan membuat kesehatannya menurun. Oleh karena itu mereka sangat memanjakan Lavanya.
"Mama Risma Yaya pulang dulu" ucap Lavanya berpamitan pada dokter Risma.
"Iya sayang, inget kata Mama Risma harus banyak istirahat dan jangan lupa minun obat" ucap Dokter Risma.
"Siap mama Risma" ucap Lavanya.
Lavanya dan kedua orang tuanya pun pulang ke rumah.
Di rumah bik Lena dan pak Anton telah menyambut mereka, "selamat datang tuan, nyonya, dan nona muda" ucap mereka.
"Hai bik Lena, pak Anton" sapa lavanya dengan senyumannya yang khas itu.
Kedua orang itu pun menghangat melihat senyum dari putri majikannya tersebut.
"Mah Yaya langsung ke kamar yaa, mata Yaya udah ngantuk" ucap Lavanya.
"Yaa udah sayang, selamat tidur yaa" ucap Nesha.
Di dalam kamar Lavanya segara mengambil handphonenya dan langsung menelpon sang tunangan.
__ADS_1
"Udah tiga hari aku gak ngabarin El, aku takut dia khawatir" ucap Lavanya yang naif itu.
Sedangkan Aciel yang sedang nongkrong di caffe tempat biasanya, sedang berbincang-bincang dengan kedua sahabatnya itu merasa terganggu karena suara handphone.
"Siapa bro? " tanya Leon.
Aciel menatap layar ponselnya, tak ada keterangan nama karena memamg Aciel tak menyimpan nomor Lavanya, bahkan dia sering meblock nomor Lavanya namun Lavanya mengganti nomor lagi dan lagi.
"Gak tau" ucap Aciel.
"Halo" ucap Aciel mengangkat teleponnya.
"Halo El ini Yaya" ucap Lavanya di seberang sana.
"Ada apa!? kenapa lo nelpon gue" ucap Aciel kesal.
"Enggak,, Yaya cuma kengan sama El" ucap Lavanya.
"Kalo gak ada penting gue matiin sekarang" ucap Aciel geram.
"Tunggu... El Yaya kan belom ngomong apa-apa kok udah mau dimatiin" ucap Lavanya.
“Lo itu pengganggu tau gak!?" ucap Aciel membentak Lavanya dan langsung mematikan sambungan telepon.
"Gue heran, tu cewek kenapa gak kapok-kapok ya padahal kan lo udah sering marahin dia tapi dia masih aja kekeh gitu" ucap Mark.
__ADS_1
"Itu namanya bucin atau terobsesi" jawab Leon.
"Ihh jadi ngeri gue, kalo ada cewek yang ngejar gue sampek gitu, berasa diteror gue" ucap Mark.
"Tapi sayangnya kagak ada" ucap Aciel mengejek.
"Iyaa gue tau lo ganteng, banyak cewek yang ngejar lo, kalo gue ada tapi gak banyak-banyak amet, puas lo puas" ucap Mark jengkel.
Aciel dan Leon pun tertawa melihat Mark yang kesal.
"Apa kalian ketawa-ketawa?!" ucap Mark tidak terima ditertawakan.
"Habisnya lo lucu udah kayak mak mak lagi ngambek" ucap Leon.
"Lo yang kayak mak mak" sungut Mark yang membuat dua sejoli itu semakin tertawa.
Disaat mereka asik tertawa bunyi telepon terdengar lagi dari handphone Aciel.
"Siapa lagi bro? " tanya Leon.
"Siapa lagi kalo bukan tu cewek nyebelin" ucap Aciel dan langsung mematikan telepon tanpa mengangkat terlebih dahulu.
Namun Lavanya tak menyerah dia terus menelpon Aciel sehingga Aciel pun kembali memblock nomor baru Lavanya.
NEXT
__ADS_1