
Lavanya yang mendengar itu diam sejenak dan senyumannya pun mulai mengembang lagi.
"Gak papa sekarang El gak suka sama Yaya, tapi Yaya akan selalu berusaha buat El suka sama Yaya" ucap Gadis itu.
"Terserah lo mau ngapain, dan jangan pernah berharap gue bakal bales rasa suka lo" ucap Aciel dingin.
El rasanya sakit banget saat El bilang gak suka sama Yaya tapi gak papa, mungkin Yaya masih kurang usaha* buat El suka...* batin Lavanya.
Bus pun berhenti di sebuah parkiran, setelah menempuh pejalanan panjang akhirnya mereka sampai di kaki gunung.
"Okay semua berkumpul dulu" ucap Aciel.
Semua siswa pun berkumpul, "jadi sebelum kita mendaki bakal ada peraturan yang harus kalian taati, pertama jangan jalan-jalan sendirian atau terpecah dari group, kedua kalo ada yang sakit segera bilang ke panitia, ketiga jaga kebersihan jangan buang sampah sembarang" ucap Aciel panjang lebar menjelaskan pada semua siswa.
Selain para OSIS mereka juga ditemani buk Fani dan pak Andre sebagai pendamping.
Pendakian pun berlangsung, Lavanya dia terus berusaha mendekati Aciel, "El jangan cepet-cepet jalannya" ucap Lavanya.
Para siswa yang melihat Lavanya yang terus mendekati Aciel merasa risih, "tu cewek kegatelan banget sih sama senior" ucap mereka.
Lavanya hanya mendengar tak menghiraukan lebih baik sekarang fokus untuk menyamai langkah Aciel yang lebar itu agar tak tertinggal.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya mereka sampai di puncak gunung, "akhirnya" ucap Mark.
__ADS_1
"Wihh keren banget pemandangan dari puncak sini" ucap Leon.
"El ini minuman, pasti El haus kan" ucap Lavanya menawarkan air pada Aciel.
Aciel hanya menatap botol air itu, "gak usah" ucapnya langsung meninggalkan Lavanya.
"Gue kasihan sama lo,, sebaiknya lo jauh-jauh dari Aciel" ucap Leon datar dan menyusul Aciel begitupun dengan Mark yang menyusul mereka.
"Huhh gak papa,," gumah Lavanya sambil menghembuskan nafasnya kasar.
Semua siswa pun membuat tenda, ada yang mengumpulkan kayu bakar dan memasak.
Di setiap tenda terdapat 4 orang, sementara Lavanya dia sendiri karena tidak ada yang mau satu tenda dengannya. Tapi Lavanya tak mempermasalhakan itu, dia tidak perduli dia disukai orang atau tidak yang paling dia perdulikan adalah tentang Aciel menyukainya atau tidak.
"Ngapain lo sendiri disini" ucap Bianca yang menghampiri Lavanya.
"Haii, Yaya hanya ingin melihat bintang" jawab Lavanya.
"Kenalin gue Bianca temen sekelas Aciel" ucap Bianca.
"Hai Bianca, kenalin nama aku Lavanya" ucap Lavanya ramah.
"Sebaiknya lo gabung sama anak-anak yang lain, dan lagi kita semua bakal makan malam bersama" ucap Bianca.
__ADS_1
"Ahh iya nanti Yaya kesana" ucap Lavanya.
Entah apa yang membuat Lavanya menyendiri sekarang, raut wajah sedih itu kini tertutupi oleh senyuman tulusnya sehingga orang tidak akan pernah tau dia sedang sedih dan terpuruk.
*To Acielnya Yaya❤
El Yaya gak peduli kalo semua orang gak suka atau bahkan membenci Yaya...
Tapi bisakah El gak benci sama Yaya?
Yaya sayang banget sama El ❤
Maafin Yaya karena terlalu egois yang gak mau ngelepasin El...
El adalah harapan Yaya...
El, mama, papa, mama Tiara, papa Aldo,adalah kekuatan Yaya...
Kalau kalian pergi Yaya gak tau harus gimana...
Rasanya sakit El, sakit banget tapi Yaya gak mau semua orang tau...
LOVE Lavanya
__ADS_1
NEXT*