
Seminggu lebih sudah kecelakaan itu terjadi namun mayat dari Aldo belum di temukan, para petugas mengatakan bahwa kemungkinan mayat Aldo leyap bersama ledakan pesawat itu.
TOK TOK TOK
"Mah ayo makan,, udah beberapa hari mama gak makan" ucap Lavanya.
"Mama gak laper! " ucap Tiara dari dalam kamar.
Semenjak kejadian itu pula Lavanya juga tinggal di rumah Aciel, dia yang menyiapkan makanan dan mengatur segala kebutuhan rumah.
Sementara Aciel dia akan pergi pagi sekali dan pulang larut malam, dia terus mencari jenazah papanya yang masih belum ditemukan oleh para petugas.
Lavanya pun balik menuju dapur namun langkahnya terhenti saat melihat Aciel yang baru datang, dia segera menghampiri Aciel.
"El bagaimana, apa papa Aldo sudah ditemukan? " tanya Lavanya.
Aciel menghentikan langkahnya, dia menatap Lavanya tajam, "BUKAN URUSAN LO, GUE LAGI CAPEK, JANGAN GANGGU GUE, APA LO NGERTI" bentak Aciel.
"Maaf El,, Yaya gak bermaksud. Yaudah El istirahat aja nanti Yaya bawain makananya ke kamar El" ucap Lavanya.
Aciel langsung berlalu ke kamarnya, dia membanting pintu kamarnya dengan sangat kuat di depan Lavanya sehingga membuat Lavanya terkejut.
__ADS_1
Lavanya pun ke dapur, dia mengurusi kedua orang itu akhir- akhir ini, sebenarnya Lavanya yang memaksa untuk tinggal di rumah Aciel kepada orang tuanya.
"El ini Yaya,, ayo El makan dulu biar gak sakit" ucap Lavanya di depan pintu.
"PERGI LO, GUE GAK BUTUH PERHATIAN LO" ucap Aciel di dalam kamar, namun bukan Lavanya namanya kalo langsung menyerah dia terus membujuk Aciel agar mau makan sehingga Aciel merasa muak dan membuka pintu.
PRANKKK
Aciel melempar makanan yang dibawa Lavanya, "LO BUDEK GAK SIH,, GUE BILANG JANGAN GANGGU GUE,, PERGI LO DARI SINI" bentak Aciel.
Lavanya hanya menundukan wajahnya tak berani menatap Aciel, "maaf.... " lirinya.
BRAKKK
"Nona Vanya memang berhati besar" guman Mina, karena ini bukan yang pertama kalinya Aciel melempar makanan yang dibawa Lavanya.
"Yang sabar ya non" ucap bik Mina yang menghampiri Lavanya dan membantunya membersihkan pecahan piring.
"Makasi bik" ucap Lavanya sambil tersenyum, tak ada tangisan setelah dibentak oleh Aciel, dia bahkan masih bisa tersenyum.
......................
__ADS_1
Akhirnya Tiara mau keluar, karena dia tidak tuli dia mendengar setiap hari Aciel membentak Lavanya.
"Mama... " ucap Lavanya tersenyum lega melihat Tiara yang sudah mau keluar dari kamarnya itu selama seminggu.
"Iya sayang maafin mama yaa udah buat kamu kerepotan" ucap mama Tiara merasa bersalah.
"Gak papa kok mahh, Yaya malah seneng bisa bantu mama" ucap Lavanya.
"Yaya juga gak sendiri ada bik Mina yang selalu bantuin Yaya" lanjutnya yang dibalas senyuman oleh Tiara.
"Dimana Aciel? " tanya Tiara.
"Tuan muda sudah pergi pagi tadi Buk" jawab bik Mina.
"Ohh, Yaya sayang kesini dulu mama mau bicara" ucap Tiara.
"Iya mah" ucap Lavanya mendekat ke arah Tiara.
"Maafin Aciel yaaa sayang" ucap Tiara sedih.
Lavanya pun kaget mendengar ucapan Tiara, "Aciel mungkin dia sangat terpukul atas kehilangan papanya,, tapi mama juga tidak bisa membenarkan Aciel yang selalu membentak dan memarahi kamu, padahal kamu sudah banyak berkorban" ucap Tiara.
__ADS_1
"Yaya gak nyalahin El kok mah, Yaya tau El lagi sedih" ucap Lavanya.
NEXT