
Hai Readers author kembali menyapa, ini merupakan Novel baru aku..
Harap kalian suka walau ceritanya gaje...
Jangan lupa like comment ya readers...
Kalo bisa kasi vote hehehe....
salam dari author ❤
......................
Satu minggu telah berlalu, Yaya masih tetap tinggal di rumah Aciel dan mungkin sampai minggu depan karena orang tuanya bilang belum bisa kembali.
"Papa sama mama gak pulang sekarang ya mah? " tanya Lavanya pada Tiara.
"Iya sayang katanya masih ada urusan" ucap Tiara
"Ohhh, tapi kok mereka gak ngehubungin Yaya langsung ya? " ucap Lavanya.
"Kan udah bilang sama mama,, mereka juga titip salam kok buat Yaya" ucap Tiara.
"Iya juga sihh, hehehe" ucap Lavanya.
"Semoga tidak akan terjadi masalah" guman Tiara.
Lavanya yang merasa bosan pun berjalan menuju kamar Aciel, ternyata Aciel sedang belajar dan pintu kamarnya tak ditutup sehingga Lavanya dapat melihat Aciel.
__ADS_1
Lavanya pun masuk ke kamar Aciel, "El yang semangat ya belajarnya" ucapnya.
Aciel pun mengalihkan pandangannya pada Lavanya.
"Hemm" jawab Aciel.
"El biar Yaya temenin yaa" ucap Lavanya sambil mengambil kursi dan duduk di sebelah Aciel.
Aciel mengabaikan apa yang dilakukan Lavanya, dia masih sibuk dengan tugas-tugasnya.
Lavanya pun dengan setia menatap wajah tampan Aciel, "lo bisa gak, enggak natap gue kayak gitu" ucap Aciel sambil menyentil kening Lavanya.
"Auww,, habisnya El ganteng banget sih" ucap Lavanya.
"Iya gue memang ganteng, makanya lo gak bisa move on dari gue" ucap Aciel narsis.
Aciel pun terkekeh melihat tingkah Lavanya yang menurutnya imut dan lucu, "wait, kenapa gue jadi tersenyum. Gak ini udah gak bener" guman Aciel.
"Ngapain lo kesini? " ucap Aciel dingin kembali ke sifat awal.
"Kan Yaya udah bilang mau nemenin El belajar" ucap Lavanya.
"Okay lo boleh disini tapi jangan berisik" ucap Aciel, Lavanya pun sangat senang karena Aciel membiarkannya tetap disana.
"Makasi El" ucap Lavanya girang.
"Sebahagia itukah dia? " guman Aciel melihat senyum Lavanya yang sedari tadi tak pernah luntur bahkan semakin mengembang.
__ADS_1
Lavanya pun menemani Aciel belajar dan tanpa dia sadari dia terlelap di samping Aciel, dengkuran kecil Lavanya pun mengalihkan konsentrasi Aciel.
"Dasar gadis bodoh, kenapa lo malah tidur katanya mau nemenin gue" ucap Aciel sambil terus menatap wajah Lavanya yang terlelap, wajah itu nampak imut karena pipi cabi yang dimiliki Lavanya.
"Cantik" guman Aciel tanpa dia sadari.
Aciel pun menggendong tubuh Lavanya ke kasurnya, "hari ini gue akan bersikap baik sama lo" ucap Aciel sambil menaruh tubuh mungil itu di kasur.
Lavanya nampak tak terganggu malah setelah dipindahkan dia terlihat semakin terlelap seperti orang pingsan saja.
Aciel menyentuh pipi cabi Lavanya dengan telunjuknya, "lo lumayan imut ya" ucap Aciel.
Aciel pun kembali pada kegiatan belajarnya, namun suara kentukan pintu membuat dia berbalik arah.
"Mama, ada apa? " tanya Aciel, ternyata Tiara yang mengetuk pintu.
"Mamanmau bicara sama kamu, dimana Yaya? " ucap Tiara.
"Dia lagi tidur" ucap Aciel sambil menujuk ke arah ranjang.
"Ya sudah biarkan Yaya tidur, kamu ikut mama" ucap Tiara.
Setelah sampai di ruang kerja Aldo dulu yang sekarang mejadi ruang kerja Tiara dan sebentar lagi akan beralih pada Aciel.
"Mama mau ngomong apa? " tanya Aciel.
"Ada masalah Aciel, kedua orang tua Yaya mengalami kebangkrutan" ucap Tiara, Aciel yang mendengar itu merasa shock.
__ADS_1
NEXT