
Pernikahan itu berjalan dengan lancar, acara itu berlangsung dari pagi hingga malam.
“El kita kesana yuk” ucap Lavanya menujuk ke arah dekat pantai.
“Ayo” ucap Aciel menggenggam tangan Lavanya.
Dua pasangan baru itu menikmati suasana sore hari di pantai, “El makasi udah buat mimpi Yaya jadi kenyataan” ucap Lavanya.
Aciel malah tersenyum lebar mendengar ucapan Lavanya, “seharusnya aku terima kasih... maaf aku selalu nyakitin kamu dulu, walaupun begitu kamu tetap gak marah sama aku” ucap Aciel lirih.
“Ushh... El gak boleh sedih, Yaya sama sekali gak marah sama El” ucap Lavanya sambil menyentuh pipi Aciel.
“Baiklah... kita mulai semua dari awal. Buat rumah kita sendiri bersama anak kita nanti.. Vaciel and Aceila” ucap Aciel.
Lavanya yang mendengar itu terharu ternyata Aciel masih mengingat perkataannya waktu di pantai itu, dimana dia pernah bilang jika dia memiliki anak pria dia anak pria pertamanya bernama Vaciel dan untuk anak perempuannya Aciela.
“Iyaa...” ucap Lavanya sambil menitikkan air mata, Aciel pun segera menarik tubuh Lavanya ke dalam dekapannya.
Mereka saling berpelukan, “setelah ini aku ada kejutan buat kamu” ucap Aciel yang membuat Lavanya mendongakkan kepalanya ke atas.
“Apa?” Tanya Lavanya.
“Rahasia” ucap Aciel.
“Ihhh kok pakek rahasia segala sihh kan Yaya jadi kepo” ucap Lavanya.
“Jangan kepo kepo nanti penasaran” ucap Aciel terkekeh.
“Yaudah deh apapun hadiahnya pasti Yaya bakal suka, karena itu hadiah dari El” ucap Lavanya sambil mengeratkan pelukkannya.
__ADS_1
Kedua pasangan itu pun bersantai di pantai sambil menikmati view yang sangat indah.
......................
“Jadi kita bakal pergi ke Kanada?” Tanya Lavanya gembira.
“Iya sayang” ucap Aciel.
Jadi inilah hadiah yang dimaksud oleh Aciel, dia akan mengajak Lavanya pergi ke Kanada untuk berlibur atau bisa dibilang untuk berbulan madu.
“Mama ikut?” Tanya Lavanya.
“Mama gak ikut sayang... nanti mama ganggu acara bulan madu kalian” ucap Tiara.
“Tapi... nanti mama sendiri di rumah dong” ucap Lavanya sedih.
“Gak papa sayang.. kan ada bik Mina sama pelayan yang lainnya” ucap Tiara.
“Yaudah deh... tapi mama tenang aja nanti Lavanya bawa oleh- oleh banyak dari Kanada” ucap Lavanya.
“Gak perlu oleh- oleh sayang asal mama punya cucu aja itu udah cukup” ucap Tiara yang membuat muka Lavanya memerah karena malu.
“Nanti Aciel bakal usaha keras mah” ucap Aciel menggoda Lavanya.
“Iya mama percaya sama kamu” ucap Tiara menimpali.
“Ihh apaan sihh” ucap Lavanya karena malu.
“Gak usah malu sayang” ucap Aciel.
__ADS_1
“Yaudah kalian persiapan buat berangkat besok” ucap Tiara.
“Semuanya udah siap mah” ucap Aciel.
“Bentar mama ada sesuatu buat Yaya” ucap Tiara.
“Apa mah?” Tanya Lavanya.
“Pokoknya ada nanti pas kamu udah di Kanada pasti bakal tau” ucap Tiara tersenyum.
SKIP
Kini Lavanya dan Aciel telah berada di Kanada, mereka menginap di sebuah hotel besar dengan fasilitas yang mewah.
“Kamu suka?” Ucap Aciel yang melihat Lavanya berkeliling melihat di sekitar kamar mereka sekarang.
“Sukaaa” ucap Lavanya bersemangat.
“Lebih baik kita istirahat dulu” ucap Aciel, mereka baru saja sampai di Kanada.
“Iya El” ucap Lavanya sambil menjatuhkan tubuhnya ke kasur sementara Aciel dia mengemasi barang- barang mereka.
Dan saat Aciel telah selesai berkemas dia mendekat ke arah Lavanya, “udah tidur ya” ucap Aciel yang melihat Lavanya telah tertidur pulas.
Aciel mendekat, dia duduk tepat di samping Lavanya.
“Sayang makasi yaa atas semuanya, aku janji akan selalu bahagiain kamu, jadi suami dan ayah yang baik bagi anak- anak kita nanti” ucap Aciel.
CUP
__ADS_1
Aciel pun mencium kening Lavanya, dia pun ikut tertidur di samping istrinya
TAMAT