Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 25. Selalu Ada Untukmu


__ADS_3

Mendengar jawabannya Lavanya hati Tiara semakin bersalah, "Sayang mama yakin suatu saat Aciel pasti bisa melihat ketulusan kamu" ucap Tiara lembut dibalas senyuman oleh Lavanya.


"Mama ayo kita makan,, mama akhir-akhir gak makan dengan teratur" ajak Lavanya.


"Ayo" jawab Tiara.


Mereka pun makan bersama, Tiara juga terlihat membaik hari ini, dia juga dapat tersenyum walau mungkin hatinya masih berdarah.


"Aciel" panggil Tiara saat melihat kedatangan Aciel.


"Mama... " ucap Aciel lirih, dia tersenyum melihat mamanya yang kini sudah mau keluar dari kamar.


Aciel pun menghampiri Tiara, "mama udah baik-baik aja kan? " tanya Aciel.


"Mama udah gak papa kok" jawab Tiara.


"Syukurlah" ucap Aciel lega.


"Kebetulan kamu dateng, ayo kita makan bersama" ajak Tiara.


"Aciel gak laper mah" jawab Aciel.

__ADS_1


"Gak boleh gitu sayang, nanti kamu sakit terus kamu gak bisa ikut dalam pencarian papa lagi" bujuk mama.


Akhirnya Aciel mau makan, Lavanya pun tersenyum melihat itu. Lavanya bahagia karena Aciel mau makan bersama mereka. Sementara Aciel sama sekali tak peduli dengan keberadaan Lavanya.


"El mau makan apa, biar Yaya ambilkan" tawar Lavanya.


"Gak usah! " jawab Aciel dingin, Tiara yang melihat itu merasa sedih melihat raut wajah Lavanya yang langsung lesu.


"Biarin Yaya aja yang ambil sayang, hitung-hitung dia belajar menjadi istri yang baik buat kamu di masa depan" ucap mama.


"Aciel masih punya tangan kok mah, jadi Aciel gak perlu dilayani" telak Aciel.


Saat Tiara mau membujuk Aciel lagi tapi Lavanya segera berbicara.


Mereka tidak menyadari selama ini, kalau makanan Lavanya dengan mereka sangat berbeda. Aciel pun mengambil makanan yang seharusnya buat Lavanya.


"Kok hambar? " tanya Aciel saat memakan soup sayur itu.


"Ahh itu maaf,, ini soup Yaya El" ucap Lavanya.


Aciel pun langsung menaruh soup itu kembali dan makan makanan yang lainnya.

__ADS_1


"Kok Yaya makan makanan hambar? " tanya Tiara.


Lavanya pun gugup harus menjawab apa, "ahh itu Yaya lagi diet mah, iya Yaya lagi diet" ucapnya kikuk, dan sepertinya Tiara percaya dengan perkataan Lavanya.


"Jangan terlalu dipaksakan nanti sakit" tegur mama Tiara.


"Iya mah" jawab Lavanya.


Acara makan itu pun selesai, Lavanya pun membantu bik Mina membersihkan piring dan untuk Tiara kembali ke kamar untuk beristirahat.


"Pahhh apa yang papa lakuin sekarang? kenapa papa ninggalin Aciel dan mama" guman Aciel di balkon sambil melihat pemandangan di belakang rumah.


Lavanya yang sehabis mencuci piring ingin balik ke kamar untuk menghubungi orang tuanya pun tidak jadi saat melihat Aciel yang tengah bersedih.


"Kalo El sedih, El bisa cerita sama Yaya, jangan dipendam sendiri" ucap Lavanya yang kini berdiri di samping Aciel.


Aciel hanya melirik Lavanya sekilas, mungkin hari ini dia lagi tidak ada mood untuk banyak bicara sehingga dia tidak mengomentari Lavanya yang terus mengoceh di sampingnya.


"El... setiap orang punya masalah, percaya tuhan gak akan memberikan cobaan diluar kemampuan umatnya. El mungkin terlihat kuat di luar tapi Yaya tau El sangat sedih dan rapuh, El gak usah takut sendiri karena disini Yaya akan selalu ada untuk El. Ini janji Yaya" ucap Lavanya sambil terus tersenyum.


Aciel yang mendengar itu hatinya menghangat, dia tidak tau mengapa rasa bebannya hilang begitu saja apalagi melihat Senyuman Lavanya.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2