Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 8. Ciuman Pertama


__ADS_3

Lavanya tidak bisa tidur, "El kalo tidur gimana ya? " ucapnya penasaran.


Lavanya pun keluar dari kamarnya, dia mendekat ke arah kamar Aciel. Pintu kamar Aciel terlihat terbuka membuat Lavanya mudah untuk masuk ke kamar Aciel.


Lavanya berjongkok tepat di samping kasur Aciel, "El kalo tidur tetep tampan banget yahh" guman Lavanya.


Aciel nampak terlelap dalam tidurnya sehingga tak menyadari sekarang ada seseorang yang tengah menatapnya kagum.


Lavanya terus memandangi wajah tampan Aciel, dan pandangannya jatuh pada bibir Aciel.


*Tidak! tidak! apa yang aku pikirkan, mengapa aku bisa berpikir untuk mencium El* batin Lavanya sambil menepuk-nepuk pipinya pelan.


"Tapi satu kecupan tak apa kan" guman Lavanya sendiri.


Lavanya pun mendekati wajahnya dengan wajah Aciel.


Cup


Lavanya mengecup bibir Aciel cepat, setelahnya dia langsung berlari keluar dari kamar Aciel. Kini dia benar-benar takut ketahuan oleh Aciel. Jantung Lavanya kini sedang belomba-lomba, deteknya begitu cepat wajahnya bahkan memerah seperti tomat.


Sementara Aciel, dia sedikit terganggu akan kecupan Lavanya tadi.


Aciel pun terbangun, dia memegang bibirnya. "**** mengapa aku bisa bermimpi berciuman dengan gadis itu" ucap Aciel jijik atas mimpinya itu yang ternyata memang benar kalau dia habis di kecup oleh Lavanya.


Aciel pun tak ambil pusing, dia melanjutkan acara tidurnya lagi, sedangkan Lavanya semakin tidak bisa tidur.


"Apa itu ciuman pertama El yaa? kalo memang benar berarti aku orang pertama" gumannya yang nampak bahagia.

__ADS_1


......................


"Pagi sayang" sapa mama Tiara yang sedang menyiapkan sarapan.


"Pagi mah" ucap Aciel dan Lavanya berbarengan.


"Wahh bisa barengan gitu yaa" goda mama Tiara.


Mereka pun sarapan bersama, "Aciel kamu anterin Yaya ke rumahnya dulu ya, soalnya dia gak bawa seragam sekokah" ucap mama Tiara.


"Hemm" hanya itu jawaban Aciel.


Lavanya pun terus menatap Aciel yang sedang memakan sarapannya.


"Apa El tau yang kemarin yaa?" guman Lavanya.


Lavanya pun langsung menyelesaikan sarapannya menyusul Aciel.


"Mah pah Yaya pamit juga ya" ucapnya sebelum menyusul Aciel.


Aciel pun menunggu Lavanya, "nih pakek" ucap Aciel memberikan helm pada Lavanya.


"Makasi El" ucap Lavanya mengambil Helm dan memakainya.


Lavanya sangat bahagia bisa berboncengan dengan Aciel, dia menikmati setiap desiran angin pagi yang begitu menyejukan.


Lavanya pun meraih pinggang Aciel dengan tangan mungilnya.

__ADS_1


CIITTTT


Suara rem berdecit, Aciel mengerem motornya secara mendadak membuat Lavanya terbentur pada punggungnya.


"Kalo lo gak mau gue turunin, sebaiknya lo jangan berani-berani meluk gue" ucap Aciel dingin.


"Maaf.. " hanya kata itu yang selalu keluar dari mulut Lavanya.


Aciel pun melajukan motornya lagi, dia pun mengantar Lavanya sampai gerbang dan pergi begitu saja tanpa mau mampir dulu.


"El gak mau mampir dulu" ucap Lavanya namun tak mendapat tanggapan dari Aciel.


Lavanya pun masuk ke dalam rumah, "sayang kamu udah pulang" ucap mama.


"Iya mah" jawab Lavanya.


"Dianter siapa? " tanya mama lagi.


"Dianter El mah" jawab Lavanya.


"Terus Acielnya dimana? kok gak mampir dulu" ucap mama.


"Ohhh itu El dia sibuk mah, dia kan ketua panitia MOS jadi harus cepet-cepet ke sekolah, jadi gak bisa nungguin Yaya buat barengan ke sekolah" ucap Lavanya menjelaskan.


"Ohh begitu, ya udah kamu ganti baju, nanti telat ke sekolah" ucap mama.


NEXT

__ADS_1


__ADS_2