Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh

Cinta Tulus Sang Gadis Bodoh
Bab 62. Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Akhirnya sekarang Lavanya sudah diperbolehkan pulang ke rumah.


“El....” panggil Lavanya kepada Aciel yang sedang mengumudi.


“Iya Yaya” ucap Aciel sambil mengacak rambut Lavanya.


“Ihhh kok rambut Yaya diacak sihh” ucap Lavanya.


“Habisnya gemes” ucap Aciel terkekeh.


“El kenapa cuma El yang jemput Yaya dari rumah sakit? Mama kok gak dateng?” Tanya Lavanya.


“Ohhh itu,, nanti Yaya juga bakal tau alasannya” ucap Aciel sambil tersenyum.


“Ohhh” balas Lavanya ber oh ria.


Setelah beberapa saat, mobil yang dikemudi oleh Aciel telah sampai di pekarangan rumah. Aciel pun memberhentikan mobil tepat di depan rumah yang bak istana itu.


“Ayo turun, mama pasti nungguin di dalam” ucap Aciel sambil membantu Lavanya membuka seatbelt.


“Iya El” ucap Lavanya gugup karena sekarang Wajah Aciel sangat dekat dengannya.


“Kamu kenapa?” Tanya Aciel yang melihat wajah Lavanya memerah dan saat tadi di membuka seatbelt Lavanya dia bisa mendengar detak jantung Lavanya.

__ADS_1


“Itu, itu Yaya gak papa kok” ucap Lavanya cepat, Aciel pun mengerti.


“Jadi kamu gugup?” Ucap Aciel sambil tersenyum mengejek.


“Enggak kok” ucap Lavanya sambil menggelengkan kepala.


“Hemm okay deh, tapi sekarang kita kan udah resmi pacaran jadi...” ucap Aciel menggantung.


“Jadi apa?” Tanya Lavanya.


“Jadi mulai sekarang Yaya gak boleh terlalu deket sama cowok lain” ucap Aciel serius.


“Enggak kok! Yaya gak ada deket sama cowok lain. Yaya cuma cinta dan sayang sama El” ucap Lavanya cepat, dia tidak ingin membuat Aciel berpikir bahwa dia punya pria lain.


Aciel hanya merasa waspada, apalagi saat di rumah sakit tadi saat menjemput Lavanya dia sempat bertemu dengan Farel. Aciel merasa dokter itu sedikit gila, dan terobsesi dengan Lavanya. Aciel tidak akan membiarkan siapapun menyakiti atau merebut Lavanya darinya.


*Kamu hanya milikku Yaya! Dulu, sekarang ataupun nanti* batin Aciel.


Lavanya dan Aciel pun memasuki rumah, namun tidak ada orang satupun yang menyambut Lavanya.


“Dimana yang lain El?” Tanya Lavanya sambil celingak- celinguk mencari orang- orang di rumah.


“SELAMAT DATANG TUAN PUTRINYA MAMA” ucap Tiara.

__ADS_1


Lavanya pun membalikkan badan menghadap ke arah sumber suara, Lavanya menutup mulutnya takjub.


“Apa kamu suka kejutannya?” Tanya Aciel berbisik di telinga Lavanya.


“Iya sangat suka El” ucap Lavanya yang tiba- tiba memeluk Aciel erat.


Aciel pun membalas pelukan Lavanya, sementara Tiara beserta semua para maid yang ikut menyambut Lavanya hanya bisa geleng kepala melihat dua sejoli itu yang tebar keromantisan.


“Ehem ehem” deheman Mama Tiara membuat Lavanya melepaskan pelukannya pada Aciel, dia nampak malu karena tadi dia refleks memeluk Aciel karena saking bahagianya.


“Selamat datang non,,” ucap Mina.


Sebelumnya Tiara beserta semua para maid sudah mempersiapkan kejutan. Mereka membuat poster besar untuk menyambut Lavanya serta masak banyak sekali makanan enak.


“Yaudah sekarang kamu ikut mama, mama sama bik mina masak banyak sekali makanan” ucap mama menarik tangan Lavanya mengikutinya meninggalkan Aciel.


“Mah Aciel ditinggal nih?” Ucap Aciel.


“Kamu punya kaki! Tinggal jalan aja kan” sindir Tiara.


Setelah sampai di ruang makan, terdapat banyak sekali makanan yang tertata di meja.


“Wahhh pasti enak” ucap Lavanya menelan air liurnya, karena selama ini dia selalu memakan makanan hambar namun sekarang dokter sudah memperbolehkan dia memakan makanan berasa namun harus sehat.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2