
CUP
Aciel mencium Lavanya berusaha memasukkan ramuan itu, dan akhirnya Lavanya dapat menelan ramuan itu tak bersisa.
“Yaya kembalilah” ucap Aciel lirih.
“Uhukkk” Lavanya terbatuk memuntahkan darah hitam pekat.
“Yaya kamu sudah sadar, dokter!!” Ucap Aciel dan berteriak memanggila dokter Risma dan dokter Samuel.
“Vanya, akhirnya kamu sudah sadar” ucap Samuel.
“Dok kenapa Yaya muntah darah sebanyak ini” ucap Aciel panik.
“Kamu tidak usah khwatir akan hal itu, darah yang dikeluarkan merupakan racun dalam tubuh Lavanya” ucap Samuel mejelaskan.
“El...” panggil Lavanya lirih.
“Iyaa, aku disini Yaya” ucap Aciel sangat lembut.
Semua orang pun masuk ke dalam ruangan, “Yaya akhirnya kamu sudah sadar sayang, mama sanget mengkhwatirkan kamu hiks” ucap Tiara sambil menangis bahagia.
__ADS_1
Lavanya yang melihat banyak orang menemaninya tersenyum kecil, “maaf udah buat mama khwatir” ucap Lavanya pelan.
“Enggak sayang,, kamu gak perlu minta maaf, seharusnya mama yang minta maaf karena gak becus jagain kamu” ucap Tiara.
“Enggak Ma... mama jangan minta maaf sama Yaya! Mama udah jadi mama yang terbaik buat Yaya” ucap Lavanya.
“Sayang, akhirnya kamu kembali hiks” ucap Risma sambil menitikkan air mata, dia sebelumnya sudah merasa putus asa, dia takut tidak menyembuhkan putri kecilnya ini.
“Mama Risma” ucap Lavanya sambil tersenyum.
Semua orang sangat senang akan kesadaran Lavanya, akhirnya Lavanya sadar dari masa kritisnya dan kini keadaannya sudah membaik.
Tinggal Aciel dan Lavanya dalam ruangan itu, “Yaya...” panggil Aciel lirih.
Aciel pun menggenggam tangan Lavanya, “aku minta maaf” ucap Aciel tulus, matanya mulai memerah karena menangis.
Lavanya mengusap air mata Aciel, “kenapa El nangis?, Yaya gak suka liat El nangis” ucap Lavanya.
“Yaya aku salah, kamu boleh hukum aku, kamu boleh pukul aku semau kamu. Tapi jangan pernah tinggalin aku” ucap Aciel sambil mencium tangan Lavanya.
Lavanya yang melihat itu merasa tak percaya, Aciel yang sangat dia cintai mengatakan itu, memintanya untuk tidak meninggalkannya.
__ADS_1
“El... Yaya gak akan ninggalin El. Yaya sayang banget sama El” ucap Lavanya mendekat dan memeluk Aciel.
Aciel membalas pelukan Lavanya, “Yaya i love you so much” bisik Aciel di telinga Lavanya.
Deg
Deg
Jantung Lavanya dan Aciel berdetak secara seirama, “i love you too El hiks” ucap Lavanya sambil menangis, rasanya bahagia sekali bisa mendengar Aciel mengatakan cinta pada dirinya. Kata- kata yang selama ini selalu menjadi impian Lavanya.
Aciel melerai pelukan mereka, dia menghapus air mata Lavanya, “jangan menangis lagi okay, mulai hari ini kita mulai semuanya dari awal. Aku janji akan selalu bahagian kamu” ucap Aciel serius.
Lavanya kembali memeluk Aciel, dia takut ini cuma mimpi atau Aciel akan kembali bersifat dingin padanya, “El gak boleh ingkar janji yaa hiks” ucap Lavanya.
“Iya sayang” ucap Aciel.
Lavanya yang mendengar Aciel memanggilnya sayang membuatnya begitu senang, “makasi sayang” balas Lavanya malu- malu.
Aciel menyadari itu, “jadi mulai sekarang kita resmi berpacaran” ucap Aciel dengan senyuman yang terus mengembang.
“Iyaa pacaran, dan selamanya El jadi miliknya Yaya” ucap Lavanya.
__ADS_1
Sementara di luar rungan nampak Farel melihat adegan pasangan yang romantis itu, hatinya berdenyut sakit, “mengapa kamu begitu mencintai Aciel Yaya, padahal dia sudah banyak menyakiti hati kamu” ucap Farel sambil memegang dadanya yang terasa sesak.
NEXT