
Sebelumnya maaf yaa readers ceritanya agak ngaur atau ada hal-hal di luar nalar. Namanga juga cerita fiksi. Kalo kalian suka jangan lupa like yaa
......................
"Seberapa pun lo berusaha Aciel gak akan pernah suka sama cewek manja kayak lo" ucap Evelyn yang membuat langkah Lavanya terhenti.
"Lo tau, gue sama Aciel saling mencintai! dan kemarin pas kita keluar kota Aciel ngajakin gue kecan" ucap Evelyn memanas-manasi karena dia tau Lavanya gadis yang labil dan mudah marah.
Dan iya Lavanya sudah seperti kebakaran jenggot dan tangannya mengepal, tetapi dia berusaha menahan amarahnya "Evelyn emang gak punya harga diri yaa, udah tau El tunangannya Yaya tapi masih aja kecentilan deketin El" ucap Lavanya tak mau kalah.
"Gue kecentilan!? lo gak!!! Aciel udah bilang gak suka sama lo tapi lo tetep aja nempel ke dia kayak parasit" ucap Evelyn.
"Wajar dong Yaya deketin El, lagipula kan El tunangan Yaya" ucap Lavanya yang memandang remeh Evelyn.
"Itu karena perjodohan orang tua lo sama Aciel, apa lo pernah mikir perasaan Aciel? kalo lo mau Aciel bahagia jauhin Aciel biarin dia sama gue" ucap Evelyn.
__ADS_1
Hati Lavanya kacau setelah mendengar itu, yang dikatakan Evelyn memang benar selama ini hubungannya dengan Aciel hanya sebatas perjodohan orang tua mereka, Lavanya pun telah berusaha membuat Aciel suka padanya namun sampai sekarang Aciel belum menyukainya, "apa selama ini El tersiksa yaa atas kehadiran Yaya tapi akhir-akhir ini El perhatian sama Yaya" guman Lavanya.
"Kenapa lo malah melamun hahh!!! gue lagi bicara sama lo, sebaiknya lo jauh-jauh dari Aciel" ucap Evelyn ketus.
"Yaya gak bakal jauhin El!!! dan Yaya nyakin El bakal suka sama Yaya buktinya akhir- akhir ini El perhatian sama Yaya" ucap Lavanya.
"HAHAHA, Lo kira Aciel perhatian sama lo karena dia suka??? dia cuma kasihan sama lo" ucap Evelyn.
Lavanya yang mendengarnya semakin memanas, hati dan pikirannya seakan bergejolak. Hatinya mengatakan Aciel juga menyukainya tapi logikanya menolak untuk itu.
Lavanya segera keluar dari toilet itu, Evelyn pun tak tinggal diam dia tidak ingin rencananya gagal dia pun menyusul Lavanya keluar.
Sementara Aciel baru saja selesai membuka acara perayaan itu, dia menghampiri Mark dan Leon. "dimana Yaya? " tanya Aciel kepada kedua sahabatnya itu.
"Ohhh tadi dia mau ke toilet sebentar katanya, tapi belom balik juga" ucap Mark.
__ADS_1
"Ohhh" jawab Aciel
"Pidato lo bagus bro, kalo gue disana mungkin gue juga bakal sekeren lo atau bahkan lebih" ucap Mark lagi.
"Lo??? gak salah??" ucap Leon meremehkan.
"Wehh lo gak tau gue? gue Mark Endiro Gianth anak paling tampan dan berbakat" ucap Mark sambil menampilkan wajah kerennya mungkin para gadis akan terpesona melihat itu namun tidak dengan Aciel dan Leon, mereka malah ingin sekali memukul Mark.
Aciel dan Leon tidak menanggapi Mark, mereka sudah tau kadar kenarsisan temannya yang satu ini sangatlah tinggi mungkin lebih tinggi dari puncak gunung Everest.
Aciel nampak gusar karena tidak melihat Lavanya sedari tadi.
"AAAAA" suara teriakkan seorang wanita membuat semua orang di gedung besar itu beralih menatap ke sumber suara.
NEXT
__ADS_1