CINTA UNTUK SUAMI LUMPUH

CINTA UNTUK SUAMI LUMPUH
BAB 37 CURIGA 2


__ADS_3

Suasana pagi di kediaman Erland tampaknya tak seperti biasanya. Berisik, karna sepagi buta ini sudah ada orang-orang yang bertamu ke rumah.


"Erland, kamu mau kemana?"


Rhianna terbelalak melihat banyak sekali pria berpakaian serba hitam memenuhi ruang tamunya. Juga beberapa koper yang berjejer. Hari ini adalah weekend, seharusnya Erland beristirahat di rumah.


"Erland ada pertemuan penting dengan client di luar kota, Ma. Kemungkinan lusa pulang. Dan selagi Erland tidak ada di rumah, mereka yang akan menjaga Mama dan Nayra di sini."


Dahinya seketika berkerut, tidak seperti biasanya Erland bersikap berlebihan seperti ini.


"Client siapa, Erland? Setahu Mama, rekan bisnis kita—"


"Ssstttt. Perusahaan sudah berada di tanganku, Ma. Jadi ini tugas aku untuk mengembangkannya," ucapnya.


Rhianna mencari-cari keberadaan Nayra, tapi menantunya itu tak tampak.


"Nayra masih tidur. Aku sudah berpamitan semalam tadi."


Erland sengaja menyewa beberapa bodyguard untuk menjaga rumah serta mengawasi istrinya.


"Tuan, apa saya tetap berkerja di hari libur?" Mario tak bisa bernafas lega untuk saat ini, karna hari liburnya akan dikacaukan oleh Erland.


"Apa menemaniku tetap dikatakan bekerja? Kamu bisa makan sepuasnya, tidur sepuasnya, apa kamu masih merasa kurang?"


Erland tak benar-benar pergi ke luar kota. Ia akan menginap beberapa hari di apartemen milik Mario. Dia akan ikut memantau melalui cctv yang telah tersambung di laptop miliknya.


Semuanya sudah ia susun sedemikian rupa. Dan ia berharap semua kecurigaannya tidaklah menjadi kenyataan.


BRAKKKK!!!

__ADS_1


Mario melempar koper milik bosnya ke sembarang arah. Lalu merebahkan tubuhnya ke atas sofa panjang miliknya. Seharusnya hari ini ia bisa bangun siang, tapi karna rencana yang disusun dadakan oleh bosnya membuat dirinya harus bangun pagi-pagi buta.


"Kau ini kurang ajar!" Erland yang baru masuk langsung melemparkan jas ke arah Mario yang terbaring. "Koperku mahal!" teriaknya membuat Mario akhirnya bangun dan membenarkan posisi kopernya.


"Aku lapar!" Ia mendorong kursi rodanya sembari melihat-lihat isi dalamnya apartemen milik Mario. Ini memang bukan kali pertamanya ia kesini, tapi ia selalu takjub dengan kerapian apartemen Mario. Asistennya itu memang menyukai kerapian.


"Ambil saja makanan cepat saji di dapur," ucapnya dengan malas. Ia kembali memejamkan matanya karna masih merasa mengantuk.


Bukannya ia ke dapur, Erland malah mengambil laptop miliknya. Matanya dengan seksama melihat 5 layar yang terbagi. Satu layar menunjukkan halaman depan yang mengarah ke pintu gerbang, yang kedua mengarah pada ruang tengah, yang ketiga di dapur, yang keempat berada di halaman belakang dan yang kelima adalah di kamar pribadinya.


Mungkin saat di kamar, ia bisa saja melihat Nayra telanjang. Tapi itu tak masalah, karna hanya dirinya yang bisa melihat istrinya itu.


Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Di ranjang sudah tidak ada Nayra, tapi ia melihat pintu kamar mandinya tertutup. Dan benar saja tak berapa lama, pintu itu terbuka. Nayra keluar hanya memakai handuk sebatas lutut. Tidak memakai handuk berbentuk kimono, tapi ia hanya mengenakan handuk yang pendek itu.


"Sial! Ini masih pagi!" Erland melihat jelas apa saja yang dilakukan istrinya itu. Membuat sekujur tubuhnya merasa panas menahan hasrat yang muncul. Tapi saat ia sedang fokus pada titik di kamar itu, ia melihat seseorang di bagian lain sedang menatap tak henti pada pintu kamarnya.


"Frans ....."


Sopirnya itu berdiri pada tiang rumah dekat tangga dan terus menatap ke arah pintu kamarnya. Dan tiba-tiba ada seorang pelayan yang menghampirinya, mereka seperti berbincang sebentar lalu pelayan tersebut pergi. Tapi Frans tidak pergi dari posisi itu, lumayan lama. Hingga ia melihat Nayra sudah selesai berhias. Ia kemudian keluar dari kamar itu.


Frans seperti mengejar Nayra, tapi istrinya itu langsung lari ke ruangan lain. Sayang sekali tak ada cctv yang mengarah ke ruangan yang Nayra lewati. Erland kehilangan jejak saat Frans mengikuti istrinya itu.


Dan akhirnya ia bisa melihat Nayra sedang berada di dapur. Ia menuangkan air dingin ke dalam gelasnya.


"Nayra, ikut Mama yuk ke Mall. Ada barang yang ingin Mama beli." Rhianna tiba-tiba menghampirinya, beliau mengajaknya untuk pergi. Tentu ia tak bisa menolak.


"Saya ikut, Nyonya." Tiba-tiba bodyguard yang disewa oleh Erland datang dan mengatakan untuk ikut serta. Rhianna melihat ini sangat berlebihan, tapi ia tak bisa menyalahkan. Malah ia ikut senang karna Erland begitu peduli sekarang.


Nayra yang tidak tahu bahwa bodyguard itu adalah sewaan dari suaminya, hanya bisa diam. Ia hanya mengikuti Rhianna.

__ADS_1


***


"Aku bisa gila jika terus begini!!!" Gebrakan meja membuat Mario yang baru saja menaruh segelas jus jeruk jadi terjingkat seketika. Sama halnya dengan bosnya, ia juga bisa gila menghadapi bosnya yang seperti itu.


"Tuan, Anda tidak harus mengawasi nona Nayra 24 jam. Anda cukup melihat aktivitas nona di jam-jam tertentu saja."


Mario kembali ke dapur, karna ia sedang memasak sesuatu di sana. Sejak bosnya tiba di apartemennya, Erland memang tak berpindah posisi. Matanya terus menatap layar laptopnya yang menampilkan tayangan cctv yang ia pasang sembunyi-sembunyi.


"Dia sedang pergi bersama mama," ujar Erland. Tidak ada yang perlu dicurigai, tapi potongan foto yang tak sengaja ia amati baik-baik membuatnya memikirkan sesuatu hal yang negatif.


Foto itu menampilkan Nayra dan Rhianna yang berjalan bersama dengan diikuti satu bodyguard dan juga Frans di belakangnya. Tapi dalam beberapa potongan foto itu, ia melihat beberapa kali mata Frans tertuju pada Nayra.


Tak hanya bodyguard kasat mata yang menjadi pelindung untuk mereka, Erland juga menyewa beberapa bodyguard rahasia. Yang keberadaannya tidak diketahui oleh Nayra dan Mama-nya.


"Ini belum genap satu hari, tapi kenapa aku sudah menemukan keanehan?"


Ia memang tak kenal betul dengan sopir barunya itu, entah siapa yang memasukannya ke dalam rumah.


"Mario, aku ada tugas baru untukmu." Asistennya itu seketika meneguk kopi yang baru saja dibuatnya dengan paksa. Baru saja ingin menikmati secangkir kopinya, tapi mendengar tugas baru hatinya jadi gelisah.


"Iya, Tuan. Berikan saya tugas baru," jawabnya dengan setengah bersemangat.


"Cari tahu identitas orang ini."


Kedua matanya langsung membelalak, ia tertawa terbahak-bahak. "Anda mencurigai orang ini?" tanyanya seraya geleng-geleng kepala.


"Apa kamu berhak menanyakan itu padaku?"


Erland melemparkan biskuit ke arahnya. Membuat remahan biskuit mengotori bajunya itu.

__ADS_1


"Aiisshhhh," gerutunya. "Baiklah. Aku tidak akan bertanya."


Erland seketika memutar memorinya kembali. Sesaat Nayra baru menjadi istrinya. Saat itu istrinya pernah meninggalkannya sewaktu dirinya tengah mandi, entah kemana Nayra saat itu. Dan keesokkannya Nayra ijin untuk pergi ke rumahnya. Lalu beberapa hari kemudian, datanglah sopir baru itu.


__ADS_2