Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
Berbohong


__ADS_3

"Alhamdulillah soal tabungan buat Nikah sedikit sedikit mah Ana udah ada Bi, persiapan buat bawa seserahan juga udah lengkap semua tinggal calon nya masih proses ".


"Kamu kenapa ga sekalian aja ke rumahnya Safina ketemu sama orang tuanya.


Aduh soal itu Ana belum siap Bi, lihat Safina yang masih belajar usianya juga masih terlalu muda Ana masih mempertimbangkan nya. Di tambah sikap Bapaknya nerima telepon aja Fina sampai mengumpat, alasannya karena dia ga terbiasa nerima telepon di rumah, karena Bapaknya kurang suka Fina dekat dekat sama lelaki."


"Bagus dong kalo gitu.. berarti dia cewek baik baik" !! sahut Bibi.


"Iya si...cuma Ana yang jadi deg degan, gimana cara ngadep Bapaknya"!


" Yang begitu jangan di ambil pusing, jadi cowok itu harus punya nyali " ucap Bibi .


HARI MINGGU


Hari keberangkatan Safina ke PONDOK PESANTREN karena Orang tuanya hari itu sangat repot, Bapak yang masih ada kerjaan Bangunan, Emak lagi ada borongan pisang Lumer. Akhirnya Safina di ijinkan untuk berangkat ke PONDOK PESANTREN dengan sendiri.


"Yaudah Fin lu berangkat sendiri ke PONDOK, tapi hati hati di jalan, kalau mau nyebrang tengok dulu atau minta di seberangin."


"Iya Mak Safina pasti hati hati", kayak ga tau Fina aja kan Safina udah terbiasa bolak balik sendiri. "


"Iya tapi berhati hati itu juga penting kan" ucap Emak.


Hari yang di tunggu pun telah tiba, di mana sepasang kekasih akan bertemu untuk melepas rindu. Safina bersiap siap namun ia gelisah , karena telah berbohong kepada kedua orang tuanya.


Zaed mengirim pesan


Zaed :" Neng udah siap siap"


Safina :" Iyah udah siap"


Zaed :" kalo gitu Aa jemput di simpangan jalan raya yah nanti ?


Safina :" Iyah a"


Lalu Safina berpamitan dengan Bapak, Emak, dan Uzwah, berangkat dengan naik angkot, beberapa jam kemudian sampai di persimpangan jalan raya Safina turun,


Dan menunggu Zaed di depan warung kopi mbah beket.


Tak lama kemudian terlihat dari kejauhan Motor Vario biru semakin mendekati Safina,


tampak raut wajah Safina biasa biasa saja ,Dia tidak menyadari kalau itu Zaed karena tertutup dengan helm. Zaed pun tidak tau kalau cewek yang lagi duduk di belakangnya itu Safina, karena Safina saat itu memakai masker.


Zaed mencoba menghubunginya,


Halo neng lagi di mana udah sampai belum?


"Aku udah sampai ini dari tadi a" sahut Fina.


" Oh Aa juga udah sampai, Neng lagi di mana sekarang?"

__ADS_1


" Aku lagi duduk di depan warkop " sahut Fina.


Zaed pun langsung melihat ke arah warkop, ternyata betul itu Safina sedang menunggu.


Secepat kilat Zaed menghampirinya.


Akhirnya mereka bertemu juga pertemuan pertama Safina tampak malu, saat duduk bersampingan tangannya gemetaran. Jantung berdetak kencang rasanya gak karuan.


"Nunggu lama yah ? tanya Zaed".


"Nggak sih cuma berapa menit aja" sahut Fina.


"Yaudah kita lanjut jalan yah ?"


Dan ternyata Zaed akan mengajaknya pergi ke tempat wisata. Yang searah dengan PONDOK PESANTREN, Lokasinya tidak jauh dari sana. Setiba di sana Zaed dan Safina berjalan jalan mengelilingi ke indahan alam di wisata tersebut, terlihat sejuk dan banyak pemandangan pemandangan yang indah dan juga Air terjun.


"Neng kita duduk di saung sana dulu yu kamu pasti capek, kata Zaed"


Mereka pun beristirahat di sana


Safina masih malu malu, ia merasa seperti mimpi di siang bolong. sepanjang jalan safina belum membuka maskernya, Lalu Fina melepas maskernya dengan sangat pelan, Zaed yang duduk di sampingnya sedikit melirik karena ia pun malu jika bertatap mata dengan Safina.


"Eemm...Neng kamu mau makan apa ? " tanya Zaed.


"Eemm apa yah neng gimana Aa aja deh", ucap Safina.


"Di sini banyak pilihan Aa jadi bingung". Safina masih malu malu, padahal dalam hatinya dia kepingin Bilung (bihun gulung) kesukaannya.


Lalu setelah itu Zaed memesan bakso.


Kebetulan banget aku lagi pengen bilung, eh dia beliin juga, Kata Fina sambil senyum-senyum sendiri.


Saat Zaed tiba menghampiri, Safina pura pura sibuk main ponsel. " Neng ini Aa bawa cemilan kamu suka ga?...


"Eemm Suka, Makasih," ucap Fina.


Pas banget Aku lagi kepingin, Aa malah membelikannya.


Sambil makan bihun gulung Safina melihat ke arah jembatan berwarna merah seraya berkata, Aku jadi pingin ke jembatan sana, lalu Fina mendekati jembatan tersebut.


Tiba tiba hujan turun, Zaed bergegas mendekati Safina sambil melepas jaket dan mengangkat jaketnya ke atas kepala, agar Safina tidak kehujanan.


"Maaf yah Aa ga bermaksud apa apa cuma ga mau Neng kehujanan", Mereka tak sengaja saling menatap, karena kedekatannya yang hanya berjarak dekat. Jantung semakin berdebar debar berdetak kencang, Zaed pun merasakan hal yang sama, lalu Safina bergegas menghindari dan berlari mendekati saung.


Zaed tampak senyum-senyum sendiri, teringat kejadian yang singkat tadi.


"Hmmm Safina Safina" .


"Kamu kenapa kayak orang abis liat hantu aja sampai lari gitu," tanya Zaed.

__ADS_1


"Oh itu anu Eemm aku takut hujannya makin besar tadi, jadi buru buru deh lari ke saung hehe..."!!


"Yakin Bukannya nervous" ??? tanya Zaed.


"iih siapa yang nervous, PEDE" sahut Fina


Tapi ko keringet dingin gitu ? ucap Zaed.


kan habis lari lari jadi GERAH, tau ga gerah sahut Fina.


Safina yang tadinya pemalu sekarang berubah menjadi jutek.


"Kamu kalo jutek gitu Aa jadi makin GEMES tau".


"iiih gellaayy !!!..sahut Fina


"Apa lagi sambil manyun seneng Aa liat nya, jadi makin IMUT".


"Ih... marmut kali sahut Fina dengan timpal.


"Misi A ini pesanan baksonya sama air teh manis nya". kata tukang bakso


"Oh iya makasih bang" jawab Zaed.


Sambil makan bakso Zaed bercerita tentang waktu semenjak pesantren dulu. ia berbagi pengalaman dan iLmu kepada Safina, sehingga Safina merasa terharu dengan sikap dewasa nya, juga kata kata yang penuh makna.


"Neng hujannya udah reda, kita Langsung ke PONDOK yah" takut kesorean Kata Zaed.


"Iyah, perasaan aku udah ga enak terus nih karena hujan ga reda reda ".


Aa Emang mau ke PONDOK juga? tanya Fina, Iyah Aa kan ada jadwal Riyadhoh khusus Alumni Neng, kemungkinan Aa juga bermalam di sana.


"Aku khawatir ada yang lihat kita nanti, Kan nanti Aku turunnya di terminal".


"Kamu jalan duluan naik ojeg ketika sampai di PONDOK, beberapa menit kemudian Aa langsung menyusul, saran Zaed yang bijak.


Setelah sampai di terminal mobil angkot, Safina turun dan Langsung naik ojeg karena kebetulan ada Ojeg yang lagi mangkal.


" Yaudah A Neng duluan yah"


" Iyah sampai bertemu lagi nanti di PONDOK ".


" Hmm...nanti mah Neng pura pura ga kenal sama Aa kan" sahut Fina


" Ko gitu ??


" Iyalah Hehe.


Tak lama kemudian Safina yang lagi di perjalanan ada panggilan telepon masuk, ternyata panggilan telepon dari Bapak.

__ADS_1


Karena Bapak ingin memastikan Safina udah sampai PONDOK PESANTREN atau belum.


Tapi Safina belum berani mengangkatnya karena ia masih di perjalanan.


__ADS_2