
Safina mulai siuman, tapi masih terlihat syok dengan kejadian tadi, saat itu memang cuacanya sedang hujan, lokasi PONDOK PESANTREN nya juga dekat dengan sawah sawah dan sungai.
Hana khawatir ia langsung mendekati Safina "ya Allah Fin kamu gak apa apa? untung A Jenal cepat bertindak," ucapnya sambil mengusap usap bahu nya.
"Aku gak apa apa, cuma agak takut aja tadi", tampak raut wajahnya yang pucat dan keringat dingin.
Semenjak kejadian di kobong empat, Safina jadi trauma tidak ingin kembali dulu, untuk sementara kobong 4 di tutup dan Safina pindah kamar untuk beberapa hari.
Seminggu kemudian
Bapak menemui Ustad Sholeh, karena ada beberapa yang mau di sampaikan, pertama permintaan maaf soal kejadian seminggu yang lalu, Safina kabur saat Haris dan keluarga mau datang ke rumahnya. yang ke dua mengenai soal penolakan Safina bertunangan dengan Haris, karena dari awal sudah terlanjur menerima lamaran Haris, persoalan ini pun masih akan berlanjut, sampai Safina siap untuk di nikahi.
"Ini soal waktu, Ana yakin dengan berjalannya waktu Safina pasti akan luluh juga sama Haris", kata Bapak sangat yakin.
Ustad Sholeh pun menyetujuinya, Haris akan setia menunggu sampai Safina mau menerimanya.
Terlihat Zaed sedang melamun di saung panggung terbuat dari bambu yang di temani dengan Ustad Hamka. Zaed sekilas memikirkan hubungannya dengan Safina, walau tidak jadi bertunangan dengan Haris, ia berharap hubungannya akan di restui.Tapi naas Bapak masih bersikap kekeh, dan tetap tidak merestui hubungannya dengan Safina.
Zaed curhat dengan Ustad Hamka, mengenai hubungannya yang begitu rumit, " Jodoh, rizki dan maut itu udah Allah yang ngatur, Ente ga perlu pusing mikirin kedepannya bakal bagaimana hubungan Ente, selama Ente bisa, sama sama yakin !! ya jalani . Walau jarak memisahkan dan tanpa restu orang tua, kalau emang jodoh pasti akan bertemu jua. Begitu Zay", jelas Ustad Hamka dengan kata bijaknya.
Seketika Zaed langsung tersenyum lega, karena sudah mengungkapkan kegelisahannya yang terpendam.
Aang menyuruh Santriawati yang sedang bertugas di rumah untuk memanggil Safina, saat itu Aang sedang di pijit sama Jenal.
Beberapa menit kemudian Safina datang menemui Aang dan mengucap salam, lalu duduk menghadap ke Aang.
Aang bertanya soal tunangannya yang batal dan kenapa tidak mengikuti saran saran Aang saat itu, Aang agak kecewa karena Safina tidak menuruti nasehatnya, karena dengan persoalannya yang begitu rumit Aang jadi ikut serta sebagai penengah.
Mau ga mau dengan rasa malu nya dia karena saat itu ada Jenal, Safina menjelaskannya alasan dia tidak bisa nerima tunangan dengan lelaki pilihan Bapak. Akhirnya Jenal pun tau Safina mempunyai hubungan dengan Zaed.
"Nggak semudah itu Bapak kamu bakal nerima Zaed, dari awal aja Bapak kamu secara tidak langsung udah menolak lamarannya" ucap Aang.
Safina terdiam terpaku, ia tidak biasa menjawab apa apa, Jenal yang sedang fokus memijat lantas menoleh ke Safina," Aku ga nyangka masalah Safina serumit ini, kirain, dia udah bertunangan, gumam Jenal.
__ADS_1
Aang juga gak mau di sangka mengajarkan yang tidak baik kepada muridnya, makannya Aang memberikan jalan keluar dengan cara seperti itu. Sebetulnya Aang tidak suka dengan cara Bapak Safina, namun demi nama baik pondok pesantren ini Aang berusaha bersikap bijak.
" Kamu pikirin baik baik lagi, kalau udah mantap keputusannya kamu boleh pulang." ucapnya.
Lalu Safina kembali ke kobong, sambil memikirkan ucapan Aang tadi. Ria tampak dari kejauhan memanggil Safina dan menghampirinya, "Abis dari rumah Aang yah teh?" tanyanya.
Safina menjawabnya singkat, "IYA" karena gelisah memikirkan hubungannya yang begitu rumit.
Namun Safina tidak ingin terlihat ada masalah, ia berusaha terlihat tenang di depan Ria, Cukup Hana yang tau, yang lain ga boleh tau !!!
Dengan sengaja Ria memberitahukan tentang perasaanya sampai saat ini dengan Zaed,
"Aku sebenarnya masih menyimpan rasa sama dia teh, walau sikap dia gak seperti dulu lagi." ucapnya tanpa harus memikirkan dahulu perasaan Safina.
Dia ko bilang kayak gitu sih, maksudnya apa?? gumam Safina dengan heran.
"Terus kamu mau nya kayak gimana?" tanya Safina mulai merasa tidak nyaman dengan perkataan Ria tadi.
Ria yang terlihat polos, berkata semau nya tanpa harus memikirkan perasaan orang lain, "Ya ga gimana gimana, aku cuma pengen bisa move on dia", katanya.
Dia ga punya pikiran kali ya, kenapa ceritanya ke aku, kalo mau move on ya move on aja, kenapa harus bilang ke aku !! gumam nya dengan ketidak sukanya.
Safina mulai tidak suka dengan sikap Ria yang selalu menceritakan Zaed mantannya di depannya, ia tidak habis pikir dan menceritakannya dengan Hana.
" HAH !! Berani banget dia ngomong kayak gitu di depan kamu". Hana mulai greget dengan tingkah Ria, "Bisa bisanya dia bilang gitu padahal dia tau kamu pacarnya".
Berjalannya waktu, Zaed sudah mengetahui bahwa Ria memang pesantren di PPNH dan sekamar dengan Safina, ia tau dari Faqih, saat itu sempat menanyakannya karena penasaran.
Kalau emang benar mereka sekamar itu artinya kemungkinan mereka bisa akrab. gumam Zaed.
Safina mulai gelisah dan cemburu, karena teringat kata kata Ria soal perasaanya waktu itu, ia pun mulai mendiamkan Zaed, tidak menanyakan kabar, masalahnya dengan Haris saja belum kelar, sekarang di tambah lagi permasalahan baru yang mencoba mengusik keyakinannya dengan Zaed.
Hari jumat
__ADS_1
Zaed menghubungi Safina, namun Safina tidak meresponnya, berulang ulang menelpon dan saat mencoba kirim Chat WA Safina membalasnya.
Zaed :" Neng kenapa Aa nelpon ga di angkat angkat ?"
Safina :" Aku lagi males ngobrol".
Zaed :" Ko gitu jawabnya ?"
Zaed kebingungan dengan sikap Safina yang secara tiba tiba berubah, "Kalo Aa punya salah Aa minta maaf", katanya dalam Chat WA.
Lantas Safina meminta Zaed menghubungi kembali, " Ria itu siapa??" tanya Safina .
"Kamu udah tau" Zaed balas menanya balik
"Iya aku udah tau semuanya" Jawab Safina dengan jutek.
Akhirnya Zaed menjelaskannya dengan sejujurnya, bahwa hubungannya saat itu tidak lebih hanya seorang teman.
"Bener cuma berteman, Aku udah tau semuanya loh ??" tanya Safina lagi.
Lalu Zaed memberitahukan soal ia pernah suka dengan Ria, tapi hanya sekedar suka, namun karena sifat Ria yang membuat Zaed tidak nyaman, ia akhirnya menghindarinya, kejadian itu sebelum Zaed kenal dekat dengan Safina.
" Tapi Ria bilang Aa sama dia pernah berpacaran", mana yang bener ?? ucap nya dengan ketus.
"Aa ga pernah anggap pacaran sama dia Neng, waktu itu cuma ga serius, dianya aja yang polos", jelas Zaed.
Safina tidak habis Pikir, kok bisa bisanya Zaed memainkan perasaan Ria saat itu.
"Aku gak suka ya sikap Aa kayak gitu, jangan jangan sama Aku aa juga kayak gitu gak serius ??" ucapnya dengan sinis.
"Neng ini udah jadi masa lalu Aa sama dia, kenapa Kamu bawa bawa ke hubungan kita ???"
💖💖💖💖💖
__ADS_1
Hay Reader ....terima kasih udah setia menunggu di episode kali ini, Jangan Lupa klik and komennya yah, Bantu dukung karena dukungan kalian sangat berharga untuk karya Novel aku yang baru pemula ini. 😊🙏