Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
merebut hatinya kembali


__ADS_3

Ria semakin bertingkah, alasannya yang hanya sekedar berteman ternyata mempunyai tujuan lain. Ria berencana ingin merebut kembali hati Zaed, ia seperti terobsesi dengan cintanya.


Setiap hari raya Idul fitri, sebelum berziarah Safina dan keluarga berkumpul dan tahlilan bersama saudara saudara di rumah nene, setelah itu lanjut makan makan bersama.


Hanya satu yang tidak ikut berkumpul, yaitu mang Juki adik dari ema Safina.


Saat orang orang pada lebaran mang Juki selalu belum bangun tidur, sepertinya itu sudah menjadi kebiasaanya. Tapi Naas semenjak pernikahannya yang baru seumur jagung, ia mengalami perceraian, masa lalunya sangat kelam, ia seperti mengalami trauma yang sangat mendalam sampai saat ini.


Safina teringat mang Juki seraya berkata dengan Elsa sepupu nya . "Aku sebenarnya kasihan sama mang juki, sampai saat ini belum juga menemukan pendamping, melihat Nenek yang semakin menua, pasti Nenek kepingin banget lihat anak bungsunya bahagia, terlepas dari masa lalu yang sudah melumpuhkan kepercayaan dirinya."


" Iyah ka aku juga sama berfikir begitu".


sahut Elsa


" Mudah mudahan Allah segera mempertemukan jodoh yang baik untuk mang juki, kasihan Nenek masa masa tuanya ga ada yang urus masak sendiri, nyuci masih sendiri."


"Amin ya Allah" Ucap Elsa.


Ria sudah bersiap siap untuk berlebaran ke rumah Zaed dengan membawa kue buatan nya, ia ke sana di antar dengan teteh nya.


Karena keluarga Ria ada hubungan saudara dengan keluarga Zaed, jadi ia punya alasan agar bisa bertemu dan mendekati keluarga Zaed.


Setelah tiba di depan halaman rumah Zaed, Ria melihat ada motor Vario biru milik Zaed.


" Asyiiik !! kalau motornya ada, berarti yang punya nya juga ada" kata Ria.


Kemudian Ria dan teteh nya mengucap salam


Assalamualaikum... kebetulan keluarga Zaed sedang berkumpul di Luar termasuk Zaed juga ada di situ.


"Waalaikum salam" jawab keluarga dengan serentak."


"Tuh kan ada yang datang lagi, Camen camenn (calon menantu) Hihihi lelucon Wida adik Zaed."


Wida memang cukup dekat sama Ria, ia tak sungkan untuk menyapanya.


Zaed sedikit terkejut seraya membuang muka.


Nekat banget ini orang dateng lagi dateng lagi.


gumam Zaed.

__ADS_1


"Umii apa kabar sehat"??…


"Alhamdulillah, masuk teh silahkan duduk.


"Lagi pada kumpul kumpul yah Mi"?


"Iyah kalau lebaran keluarga besar pada kumpul semua, ini sebagian udah pada pulang, tadi mah padet penuh cucu cicit pada kumpul."


Ria memberikan bingkisan kue buatannya,


" Umi maaf kalau kurang enak, maklum masih belajar. Kata Ria sambil tersipu malu. "


"Bawain kue melulu teh rajin banget, makasih atuh yah, kelihatannya mah enak ini."


Teh bentar yah Umi tinggal dulu, Lalu Wida adiknya Zaed datang ke ruang tamu untuk menyuguhkan air .


Kakek menegur Zaed seraya berkata, "Zay ada Ria tuh temui dulu."


Umi juga berkata sama, " Zay temui dulu kali ini aja biar ga ada salah pahaman."


"Udah tau, nanti juga mau ke situ" sahut Zaed tampak cemberut."


Lalu Zaed akhirnya mau menemui Ria.


" Minal aidin wal faidzin" Apa kabar ?


Teteh nya juga berkata sama.


" Baik" sahut Zaed


"Udah lama ga berjumpa Zay , ke rumah mang Dadan juga udah jarang sekarang mah"? tanya teteh nya Ria.


Zaed menjawabnya bahwa ia sekarang sudah beralih kerja di perusahaan Antam. dan sudah tidak bekerja sama lagi dengan mang Dadan.


'Oh udah beralih ke profesi lain, Lumayan gajinya kerja di Antam mah Zay, bisa nabung buat Umroh Hehe.... Amiiin !!


"Yaaa...Lumayan buat beli roko roko bae mah," sahut Zaed.


Lalu tetehnya Ria izin keluar karena ingin menemui Abi nya Zaed, karena mereka bersaudara dari Abi nya Zaed.


Akhirnya hanya ada Ria dan Zaed di ruang tamu.

__ADS_1


"A mmm, sebelumnya aku minta maaf udah ganggu. Oh iya Ria tadi bawa kue bikin sendiri nanti cobain yah, kasih komentar juga bagaimana rasanya biar nanti aku bisa perbaiki kalau ada yang kurang."


"Iya nanti di cobain" sahut Zaed.


A zaed dingin banget sih tingkahnya


tawarin minum ke, cuek banget !! gumam Ria sambil gerutu.


"Kamu kesini kenapa ga kasih kabar dulu ke aa?.. Kenapa emang gak boleh aku ke sini?... Bukan gitu se enggak nya kasih kabar dulu, ini kan masih lebaran pertama. Emang kenapa kalau lebaran pertama, oh iya aku paham aa takut ke ganggu kan pasti gitu aku tau ko. Bukan gitu neng, maksud Aa tuh kalau lebaran pertama kan Aa lagi sedang rame rame nya banyak keluarga sanak saudara bersilaturahmi".


"Kan kita juga saudara apa bedanya, lagian Ria kesini juga karena punya janji sama Umi. Sejak kapan punya janji emang janji apa ?...


Iya Ria tuh waktu itu di suruh main lagi kesini habis lebaran kata Umi, terus aku jawab iya. makanya itu kesini lagi sekalian bawain kue buat Umi."


Kakek Zaed bertanya soal hubungannya dengan Ria sudah sejauh mana, namun Umi juga tidak begitu tau, bagaimana hubungan mereka sebenarnya. Tampaknya Zaed tidak begitu menyukai Ria, dengan kedatanganya juga seperti tidak suka, Umi malah menyangkanya mereka berpacaran.


"Sebenarnya Mereka ga ada hubungan apa apa cuma temenan itu yang saya tau dari Zaed langsung bilang ke saya. tapi sepertinya Ria suka sama Zaed, kalau bukan suka mana mau dia dateng kesini bawain kue segala." jelas Umi.


Ria memang sangat berharap besar ingin memiliki seutuhnya, namun sikap Zaed yang sekarang terlihat cuek dan dingin dengannya.


Kakek mencoba ingin membicarakannya dengan Zaed, namun Umi menyarankan agar tidak ikut campur dalam urusan cintanya,


"Dia udah dewasa apalagi ini soal menyangkut perasaan, biar dia selesaikan urusannya sendiri, kan tau sendiri dia mah adatnya."


"A emmm...emang sekarang aa lagi deket sama siapa sih, cerita dong sama Ria, kita berbagi cerita sekali kali," tanya Ria.


Ria kenapa nanya kayak gitu, kepo banget malah di suruh curhat, bukanya buru buru balik, gue udah gerah banget juga liatnya. tapi ada bagusnya juga kalo gue ceritain, biar dia ga terus berharap sama gue.


"Eem...sekarang aa tuch lagi deket sama cewe, dia santriawati".


Seketika hati Ria sedikit memanas, sambil menyembunyikan ketidak sukanya.


"Pasti a Zaed kenalnya di PESANTREN yah?"


"Iya aa kenal dia Waktu aa lagi berkunjung ke PONDOK PESANTREN?"


Pondok pesantren mana a ? tanya Ria sangat penasaran.


Tapi Zaed tidak ingin memberi tahukannya.


"Maaf yah soal itu aa belum bisa memberitahukan".

__ADS_1


"Oh yaudah gak apa apa, Ria bisa maklumi ko".


Karena gak terasa sudah menjelang magrib, Ria dan teteh nya berpamitan pulang.


__ADS_2