Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
gombal


__ADS_3

Malam hari


Acara tahlil Bapak bapak di 40 harinya almarhum suami bibi Kholis, Zaed datang di acara tersebut. Selesai acara Zaed menemui Safina yang sedang di lantai dua, Umi beserta keluarga sudah dari sore pulang ke rumah, saat itu di lantai dua hanya ada Safina, Uwa, Elsa, anak anak bibi Kholis dan adik adiknya bibi. Zaed menemui Safina juga Uwa, mereka saling bercengkrama sepertinya Zaed sudah mulai mau mencoba untuk memperjuangkan Safina kembali.


Kemudian Uwa dan Elsa meninggalkan mereka berdua karena sudah merasa ngantuk berat, akhirnya Safina dan Zaed melanjutkan obrolannya agak serius. Zaed memberitahukan kalau ia akan berusaha untuk memperjuangkan hubungannya karena melihat keluarga yang selalu mendukungnya, namun Zaed masih bingung dengan cara menghadapi Bapak Safina nya.


"Aa harus yakin kalau Bapak benar benar udah berubah, juga mau merestui hubungan kita" kata Safina.


Sebenarnya Zaed belum begitu yakin kalau Bapak Safina benar benar 100% sudah merestuinya.


Zaed berbicara tidak banyak, hanya beberapa poin poin penting saja yang mereka bicarakan


"Neng kalo udah ngantuk ke kamar aja tidur" kata Zaed.


Padahal saat itu Safina masih ingin ngobrol banyak dengan Zaed, "Yaudah Aku mau langsung ke kamar, Aa juga jangan lupa kurangin begadangnya?" tegas Safina.


Pagi hari


Pagi yang cerah senyum yang ceria, Safina dan Zaed akhirnya di pertemukan kembali melalui perantara bibi bibinya yang sudah membuat mereka di pertemukan dan dipersatukan kembali.


Di lantai dua Safina sedang bersama Zaed melihat keindahan di pagi hari pemandangan pemandangan gunung yang begitu indah dan menarik perhatian, Zaed dan Safina bercengkrama sambil bercanda, mereka tampak begitu bahagia. Bibi dan Uwa melihatnya dari kejauhan mereka senang melihat hubungan Zaed dan Safina kembali membaik, sangat berharap mereka bisa sampai ke jenjang pernikahan.


"Neng kamu tau gak perbedaan gunung sama kamu??" tanya Zaed


"Eemm gak tau"sahut Safina


"Kalo gunung jauh di mata, sedangkan kamu dekat di hati" kata gombalan Zaed.


"Iiich bisa gombal juga ??" timpal Safina sambil tertawa kecil.


Ternyata di balik sikap dinginnya, aslinya asyik juga, gumam Safina merasa terhibur.


Sebelum balik ke Depok Zaed mengajak Safina kerumahnya dahulu untuk bertemu keluarganya, Safina dan Uwa pamitan kepada bibi Kholis.


"Jangan bosen bosen main kesini yah Neng, Uwa, makasih banyak udah mau datang di acara 40 harinya almarhum suami bibi." ucap bibi Kholis.


Uwa lantas menjawabnya "Sama sama bu justru kita yang minta maaf, udah mau di repotin ".


"Justru saya seneng dengan begini Zaed sama Safina bisa bertemu",balas bibi Kholis.

__ADS_1


Lalu Zaed mengajaknya ke rumahnya dahulu


Sepanjang jalan Zaed mengajak Safina ngobrol, ketika akan melewati jembatan gantung yang terlihat ekstrim " Neng bentar lagi kita mau lewat jembatan gantung kamu tutup mata yah". kata Zaed.


"Kenapa harus tutup mata?"


"Soalnya jembatannya agak ekstrim bawahnya sungai deras".


"Kalau udah tau begitu kenapa harus di lewatin, emang gak ada jalan lain?"


"Ada sih tapi jauh kita harus puter balik" jelas Zaed.


Safina langsung menutup mata sambil bacaan dan memegang baju Zaed sangat kencang karena takut, Mereka akhirnya melawati jembatan gantung yang hanya terbuat dari kayu. "Alhamdulillaah... Pokonya Aku nggak mau lewat situ lagi, jadi kebayang bayang terus" gerutunya.


"Biar jadi kenang kenangan nanti pas kamu udah pulang hehe...!!!"


Lantas Safina mencubit Zaed, sambil bercanda.


"Nyubitnya nanti aja kalo udah sampai rumah Aa, kita main cubit cubitan", kata Zaed.


"Gak mau, gak suka gellaayy !!!" timpal Safina.


Setelah beberapa menit Zaed tiba di rumah, mengajaknya bertemu keluarga, sampai di rumah tidak ada orang satupun di rumah, ternyata Umi dan yang lainnya pergi ke acara undangan pernikahan saudaranya. Uwa dan Elsa saat itu langsung di ajak ke rumah oleh bibi sartika.


"Aku pengen minum yang segar segar" jawab Safina, tapi kalo gak ada air putih juga gak apa apa".


Karena hanya ada air putih dan teh Zaed lantas memberikannya air putih. Terdengar suara panggilan ponsel Zaed Safina tidak sengaja melihat panggilan tersebut, ternyata dari temannya bernama Dedi.


" Aa ada telepon" kata Safina.


Lalu Zaed mengangkat telepon dari temannya itu.


Zaed :" Halo Tad tadi ada apa ente nelepon?"


Dedi :" Lagi ngapain Ente? Ana mau ke rumah ada perlu, sibuk ga?"


Zaed :" Ini lagi sama calon istri ana, gak si ke rumah aja".


Akhirnya temannya itu yang bernama Dedi, segera menemui Zaed karena ada urusan penting.

__ADS_1


"Zaayy... Eeeh berduaan bae ente, ganggu dong?" kata Dedi.


"Kata siapa berdua, ini bertiga sama kucing", jawab Zaed dengan timpal.


Safina terlihat menahan ketawa sambil menutup mulut.


"Kalo gitu kenalan dulu kali ya sama calon istri ente, biar lebih afdhol hehe, kenalin teh nama saya Dedi teman sekaligus fatner bisnis nya Zaed"?, ucap Dedi dengan leluconnya.


"Jadi maksud ente di telepon tadi apa Tad, kayaknya penting banget?", tanya Zaed.


Lalu Ustad Dedi dan Zaed membahas soal pekerjaan dan rencana bisnis. Safina setia mendengarkan walaupun ia tidak terlalu paham dengan pembicaraan mereka.


Hmmm...lama kelamaan aku bisa ketiduran di sini juga gara gara dengerin mereka ngobrol, gumam Safina merasa bosan.


Tidak lama kemudian datang Wida yang habis main dari rumah teman dan menyapa Safina.


kemudian Zaed menyuruh Wida untuk mengajak Safina ke kamar.


" Teteh ngantuk banget kelihatannya" tanya Wida.


"Iya nih, ngantuk abis diem terus teteh dari tadi."


"Gak ada layan yah hehehe!!!" canda Wida.


Selesai ngobrol dengan temannya tadi, Zaed langsung menemui Safina dan mengajaknya ke rumah bibi sartika, Safina terlihat sedang rebahan sambil memejamkan mata, karena merasa ngantuk.


"Pagi pagi udah tidur", tegur Zaed.


Safina sontak kaget dan langsung duduk, seraya berkata "Udah ngobrolnya?"


"Yu kita lanjut ke rumah bibi sartika, dia udah nanyain terus dari tadi, mau ngajak kita makan makan", kata Zaed.


"Orang nanya kok ga di jawab kebiasaan". jawab safina dengan ketus.


"Udah sayaaang" sahut Zaed dengan nada sedikit rendah.


Kemudian mereka ke rumah bibi sartika, sampai di sana bibi menyambutnya dengan hangat, mereka saling bercengkrama, bibi yang terlihat asyik orangnya juga ramah, membuat Safina merasa nyaman ketika bersamanya, mereka juga saling bercanda seperti sudah kenal lama.


Diam diam Zaed memfoto Safina, yang sedang meleng sambil main handphone. Dan kemudian mengunggahnya di Facebook.

__ADS_1


Bidadari dunia akhirat. kata dalam postingan Facebook Zaed.


Banyak yang berkomentar tentang postingan foto yang di kirim Zaed di akun Facebook nya, Zaed di inbox teman semasa pesantren dulu yang bernama bahrudin.


__ADS_2