Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
Menulis surat


__ADS_3

Aldi telah sampai mengantarkan ke terminal angkot, dan memberikan kenang kenangan boneka untuk Safina.


"Eemm ini ada kado buat kamu teh".


"Kado ?? kan teteh lagi gak ulang tahun", Safina terlihat kebingungan.


"Buat kenang kenangan hehe", jawab Aldi sambil malu malu.


"Oh...Eemm gitu, yaudah teteh terima," balas Safina sambil senyum.


Safina mengucapkan rasa terimakasih karena sudah mengantarkannya sampai ke terminal angkot, kemudian Aldi pamit pergi.


_________________


Sambil mengisap sebatang roko, di temani dengan segelas kopi, Zaed terlihat sedang menikmatinya dengan sendiri, matanya begitu sayup seperti adanya kesedihan, tiba tiba datang Adam dan Ajiz.


"Ada apa gerangan di siang siang bolong gini memanggil daku" tanya Ajiz.


"Gua gak ada temen ngopi", jawab Zaed.


"Suatu kehormatan, daku siap untuk melayani"


"Kayaknya kurang nyerep kalo gak di temenin sebungkus magnum blue hahaha," sahut Adam.


"Tenang !! gua jamin roko magnum bae mah sebungkus berdua", balas Zaed sambil tertawa.


Setelah satu jam mereka berbincang Zaed ada panggilan kerja dan akan berangkat sore ini.


Pukul 19.00


Safina berbaring di atas kasur, ia terpikir ingin kembali menghubungi Zaed, ketika memanggil ternyata nomornya kembali aktif, tapi tidak juga di angkat. Wida adiknya Zaed mendengar suara nada dering panggilan yang berulang ulang kali, terdengar dari kamar Zaed, lantas Wida mencoba mecari suara ponsel tersebut ternyata dari dalam lemari pakaian Zaed.


Safina mencoba lagi untuk mengirim pesan, lalu Wida tidak sengaja membacanya dan membalas pesan dari Safina, memberitahukan kalau A Zaed lagi gak di rumah karena kerja dan tidak membawa ponselnya, Safina penasaran dan bertanya .


Safina :" Emang Aa sekarang kerja Apa Neng?" Wida :" Aa sekarang kerja di gunung teh, pulangnya suka dua hari sampai tiga hari.


Safina :" Oh gitu, yaudah kalo gitu nanti kalo Aa udah pulang salam yah ?"


Wida :"Iyah nanti aku Salami."


Dua hari kemudian

__ADS_1


Safina terus menunggu balasan dari Zaed, namun Zaed tidak juga membalasnya, karena penasaran Safina kembali menghubungi Zaed, ternyata tidak aktif, rupanya Zaed setelah tahu Safina menghubunginya dan mengirim pesan, ia langsung mengganti kartunya ke yang baru.


Tampak sedih raut wajah Safina, setelah mengetahui Zaed mematikan ponselnya, hatinya semakin bertanya tanya.


Kenapa Aa sampai segitunya, ada apa?? setidaknya kasih penjelasan tentang hubungan ini, agar Aku tidak terus berharap dan bertanya tanya ?? gumamnya sangat pilu.


Lalu Safina terpikir menulis surat dan mengirimnya untuk Zaed lewat kantor pos.


Safina ingin Zaed tahu kalau ia masih berharap dan memiliki perasaan kepadanya.


Walau kita tidak ditakdirkan untuk bersama, Aku bahagia sudah kenal dengan Aa, mengenalnya saja bagi aku suatu anugrah,


Karena Aku sudah belajar banyak hal dari Aa.


Aku sama sekali tidak menyesali sikap Aa dan hubungan ini yang tidak tau akhir ceritanya.


Aku mencintaimu entah sampai kapan Aku akan menahan rasa ini, Aku akan terus bertahan dengan keyakinan.


Tulis isi surat Safina ______


Pukul 15.00 Safina siap siap untuk mengantarkan suratnya ke kantor pos, sampai di sana ternyata kantor posnya sudah tutup, lantas Safina kembali pulang.


Hmm udah cape cape bikin surat panjang lebar, pas sampai, kantor posnya tutup, gumamnya sedikit kesal.


"Aaakh kenapa ketemu dia lagi sih, mending puter balik" katanya dengan sendiri.


Padahal saat itu yang di lihatnya bukan Haris, memang agak mirip dari cara pakaian dan kurus kurusnya. Safina putar balik dan memilih jalan pintas agar tidak bertemu Haris, saat di perjalanan ia malah bertemu Egong yang sedang nongkrong bersama teman temannya di pos pinggir jalan.


"Safinaa, Safina I Love youu...!!" seru Egong dari kejauhan.


Safina tidak melengos dan mengabaikannya sambil menggerutu.


Norak banget pake teriak teriakan begitu !!!


______________


Di depan rumah Zaed sedang berkumpul bersama dua sahabatnya Ajiz dan Adam.


Adam tiba tiba bertanya soal hubungan Zaed dengan Safina, apakah masih berlanjut atau tidak. Zaed malah menjawab "Hubungan yang gak ada ujung ceritanya".


Adam mulai kebingungan dengan jawaban Zaed, "Maksudnya gimana gua gak paham?"

__ADS_1


"Maksudnya tuh Hubungannya gak jelas bukan nya begitu Zay" timpal Ajiz.


Zaed mengangguk "Tumben loe cerdas", sahut nya.


"Makannya loe jangan suka meremehkan kemampuan gua Zay hahah", timpal lelucon Ajiz.


"Oh jadi semacam menggantung gitu ya?" sahut Adam.


Zaed terlihat semakin gak mut karena Ajiz dan adam terus bertanya soal hubungan percintaannya, "Udah loe pada diem gua lagi gak mut nih bahas yang begituan", katanya dengan ketus.


Lantas mereka mengalihkan percakapan yang lain.


Keesokan hari


Keesokan harinya Safina kembali ke kantor pos untuk mengantarkan surat.


Setelah 3 hari surat tersebut telah sampai ke alamat rumah Zaed, saat itu yang menerimanya Wida adiknya. Lantas Wida membukanya karena ia menyangka itu surat penting dari kantor cabang Bank Oto kredit motor. Ternyata setelah di buka isinya adalah surat dari Safina kekasihnya Zaed.


Wida terdiam tak menyangka baru sampai pertengahan ia membacanya, kata katanya begitu menyentuh hati. Wida lantas memanggil Umi dan memberitahukannya kalau barusan ada kantor pos mengirim surat dan ternyata itu kiriman surat dari Safina.


"Wida jadi sedih sama kata katanya, ada apa yah sama hubungan Aa, Ko kata kata pacarnya kayak gitu??"


Sambil membaca dalam hati Umi berkata "Umi juga gak tau, tapi Zaed kelihatan biasa biasa aja akhir akhir ini kayak lagi gak ada masalah.


Umi pun merasakan yang sama seperti yang di rasakan Wida setelah tahu isi surat dari Safina,


lantas Umi merapikan dan menyimpannya di kamar Zaed.


"Kita pura pura gak tau aja nanti kalo Aa pulang kerja, kita juga gak boleh terlalu ikut campur sama urusan Cintanya," kata Umi.


Setelah sudah dua hari


Terlihat sangat lelah setelah pulang bekerja, Wida menyuguhkan kopi seraya berkata " Aa kemarin kantor pos ngirim surat, neng simpan di laci lemari pakaian Aa," kata Wida.


Lalu Zaed menjawabnya " Surat dari siapa??" jawabnya dengan penasaran.


"Wida juga gak tau dari siapa siapanya" sahutnya.


Zaed Lantas ke kamar untuk mengambil surat tersebut dan membacanya di dalam kamar.


Tampak dari raut wajah yang biasa biasa saja, namun hatinya pilu saat membaca isi surat dari Safina.

__ADS_1


Sungguh sebenarnya Aa begitu sangat mencintai kamu Neng, namun apalah daya keadaan dan jarak telah memisahkan kita.


Aa melakukan ini semua karena demi kebaikan kamu juga, Ini hanya membutuhkan waktu, jika memang ditakdirkan berjodoh pasti takdir akan mempersatukan kita. gumam Zaed menahan pilunya hati.


__ADS_2