Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
Berbunga bunga


__ADS_3

Safina :"Assalamualaikum" ?


Zaed :" Waalaikum salam"


Safina :"Fina mau bahas soal jawaban pertanyaan kemaren"


Zaed :" Iyah bagaimana jawabannya?


Safina :" Sebelumnya Fina mohon maaf"


Zaed :" Mohon maaf kenapa "?


Safina :" Kalau Aku........???"


Fina kenapa si bikin penasaran banget !!!


Safina :"Kalau aku....???"


Zaed : "Kalau aku kenapa Fin ?"


Safina :" Mulai dari mana dulu yah, aku bingung harus mulai dari mana dulu."


Zaed : " Fina safina kenapa sih kamu bikin geregetan banget ?"


Safina :" Emm...gini aa kalau aku...


Ga bisa nolak permintaan a Zaed."


Zaed :" Maksudnya apa ni, kamu nerima aku ?"


Safina :"Kayak nya begitu, hehe...."


Zaed :" Alhamdulillaah"


Dengan rasa bahagia, tanpa di tanya dulu, Zaed Langsung menelponnya.


"Fin apa yang tadi kamu bilang itu benar"?


" Emm...masa rekayasa , Sahut Fina."


"Alhamdulillah makasih udah percaya sama Aku." ucap Zaed. Bagaimana perasaan kamu sejujurnya"?.. tanyanya.


"Sejujurnya aku pun mempunyai perasaan yang sama, Fina yakin A Zaed memang benar benar tulus."


"Aku benar benar tulus Walau kita belum pernah bertemu langsung, Entah kenapa hati ini yakin, bahwa kamulah yang terbaik" ucap Zaed.


Hati Safina berbunga bunga, mereka senyum senyum sendiri, Zaed juga merasakan hal yang sama.


Tak lama kemudian mereka menutup telpon, Safina takut ada yang mendengar percakapannya karena saat nerima telepon safina sedang di kamar.


Terdengar suara buka pintu kamar, Safina bergegas menutup handphone nya Ternyata yang masuk ke kamar itu Uswah adiknya.

__ADS_1


Uswah bertanya" Kaka tadi lagi ngobrol sama siapa"?


"Kaka tadi lagi latihan pidato dee...sahut Fina dengan alasan."


"Oooh.. pidato buat apa ka"?


"Buat perlombaan nanti di PESANTREN,"


"Coba kaka latihan lagi, aku ceritanya penonton lagi lihat penampilan kaka."


"Waduh padahal aku bohong, tapi dia malah nyuruh aku berpidato. gimana ini ?? Aku harus buru buru mencari ide, biar ga ketahuan bohong."


Uswah keppo banget, seraya menepuk kening !! gumam Safina.


"Itu deee kaka sekarang lagi hafalan kitab, jadi pidatonya udah tadi, kalo di ulang lagi nanti kaka lupa lagi sama hafalan nya. lain kali aja yah nanti kalo kaka latihan pidato lagi kamu kaka panggil biar jadi penontonnya."


"Yaudah deeeeeh... sahut Uswah".


Padahal aku denger tadi kaka kayak lagi ngobrol sama seseorang, jangan jangan ka Fina udah punya pacar.


Emak memanggil Uswah, menyuruhnya kewarung untuk membelikan terigu sama minyak, Uswah pun bergegas menghampiri ibu, "apa aja yang harus di beli bu?"


"Beli terigu sekilo, Minyak satu kilo, ke warung depan".


Uswah langsung berangkat ke warung,


Setelah kembali ke rumah... " Bu ini udah belanjaannya", ucapnya.


"Astagfirulloooh...Si Uzwaaaah kenapa di suruh suruhnya ngaco mulu, ada aja yang salah, di suruh minyak malah gula, Emang mau goreng goreng pake gula?"


Lantas Safina menegur Emak


"Kenapa Maaa...puasa ko ngomel ngomel mulu?"


"Itu si Uswah emak suruh beli minyak, malah di beliin guLa," jawab Emak dengan ketus.


Ria merenungi nasib hubungan kedekatannya dengan Zaed.


Jadi penasaran sama kata kata a Zaed waktu itu, yang dia bilang udah ada seseorang di hatinya. Kaya apa sih orangnya , Sampe sampai a Zaed mulai berubah sikap nya. Sebel aku jadinya, dia udah bikin aku berharap. setelah udah mulai sayang sayang nya dia berubah begitu aja, Semua karena perempuan itu. Iiiiiiic...sebel sebel !!!


Saat malam takbiran, Zaed kembali menghubungi Fina. Safina sudah memberanikan diri terima telepon saat di rumah, itupun hanya malam saja, karena kalau malam dia berfikir Bapa suka keluar rumah, dan kadang suka ada tamu, Uswah sama Ema juga Udah pada tidur. Mereka hanya berkesempatan ngobrol saat malam saja. Setelah menjalin hubungan bahasa panggilan pun beda, menjadi Aa sama Eneng.


"Neng, nanti abis lebaran boleh ga kita ketemuan ?"


"Eemm...boleh sih, Nanti kita atur waktunya kalau udah mendekati rencana yah."


"Aa kangeeen banget sama kamu neng?"


" Aku juga sama kangen sama aa," timpalnya.


" Aa sayang sama eneng, kamu segalanya buat aa neng."

__ADS_1


Safina Tampak geli mendengarnya, namun kelihatannya ia sangat bahagia, terlihat senyam-senyum sendiri. Hatinya semakin berbunga bunga, mendengar ungkapan tulus dari Zaed.


Ya Allah semoga dia yang terbaik, Aku merasakan ketenangan, walau sejujurnya aku belum pernah mengenalinya langsung.


Aku yakin dia memang benar benar tulus cinta sama aku. Semoga kita selalu bersama sampai maut memisahkan.


Lalu Zaed mengajak bertukar Foto dengan Fina,


"Neng kamu belum kenal kan sama Aa?, bagaimana kalau kita saling kirim foto. Biar kalau kita kangen bisa liat foto".


" Eemm tapi aku ga terbiasa selfi a, kurang pede juga hehe..." kata Safina


" Ga apa apa neng kan cuma aa yang tau." balas Zaed


"Yaudah besok " sahut Fina.


Safina menyudahi obrolannya, karena takut terdengar sama Bapak,


"Yaudah Good Night I Love you"…!!! ucap Zaed


___Nut nut nut___


Hmmm... kamu emang beda dari yang lain Fin.


KEESOKAN HARI


Safina mulai bersiap Merias diri dengan hijab pasmina pink nya untuk Selvie. Lalu Uswah terlihat kepo setelah tau kakaknya sedang selvie." gak biasanya" kata Uswah, ada angin dari mana ka Fina selfi Selvie. Mentang mentang Hp baru selvi mulu.


Tak lama kemudian Zaed yang lebih dahulu mengirim foto dirinya ke Fina, Secepat kilat Fina membukanya. Naas Jaringannya lambat, Safina ga sabar ingin segera melihatnya.


Treneeeeng !!!!!!!


Sudah kebuka, seketika mata Safina tak berkedip saat melihat foto Zaed.


Kayak nya ga asing aku lihat foto ini, Kayak udah pernah lihat, Mungkin emang benar aku pernah, Hanya saja Akunya yang ga menyadari.


Hidungnya mancung, mata sayu, bibir atas tipis.Ganteng juga kata Safina, Ya Allah astagfirullah jangan kayak gitu Fina biasa aja, gumam nya.


Zaed menayakan kiriman Fotonya sudah sampai atau belum, Safina menjawabnya sudah, lalu Zaed bertanya lagi !!


"Sekarang foto kamu nya mana?"


Setelah beberapa menit, Jreeeeng ....!!!


Masya Allah... Zaed terus memuji nya, Ya Allah neeng kamu begitu cantik dan ayu. Aa jadi semakin rindu, ingin rasanya segera bertemu.


Entah kenapa, Padahal Safina tipe yang sangat berhati-hati dengan lelaki. Tapi dengan Zaed Fina terlihat terbuka, dan nyaman seperti tidak ada keraguan dan kejanggalan terhadap Zaed. Apakah ini yang di namakan CINTA.


Zaed terus memujinya seperti yang sedang di mabuk cinta, Safina juga mengatakan ia merasa tidak asing lagi ketika melihat Foto Zaed, seperti pernah kenal dan bertemu, entah di alam nyata atau mimpi.


"Mungkin waktu di alam mimpi kita pernah bertemu" kata Zaed .

__ADS_1


"Asal jangan di alam Gaib aja hehehe" !!!


__ADS_2