Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
Bahagia


__ADS_3

Bapak pergi untuk menemui Safina yang sedang berada di kontrakan Bambang. Safina yang terlihat senyum bahagia melihat Bayi, sontak kaget karena mendengar panggilan Bapak.


Begitu datang langsung Bapak menyuruh Safina untuk keluar kamar.


"Sini keluar Bapak mau ngomong".


Safina yang terlihat agak takut, Bambang mencoba menenangkan Bapak.


"Sabar bang !! ngomongnya secara baik baik jangan pake emosi," kata Bambang.


Karena tidak enak sama Bambang akhirnya di tahan juga Emosinya.


Pada akhirnya Bapak bersikap bijak dan mengizinkan Safina kembali belajar ke PONDOK PESANTREN. Dan Haris beserta keluarga sudah mengetahui kalau selama ini Safina menolak lamarannya dan tidak ingin bertunangan dengannya.


BERANGKAT KE PONDOK PESANTREN.


Keesokan hari.


Berangkat Safina ke PONDOK PESANTREN di antar sama Emak. Sampai di pesantren Safina di sambut hangat dengan Santriawati, karena sudah 2 minggu baru kembali lagi . Hana dari kejauhan memanggil Safina sangat bahagia. Alfi tak mau kalah, ia juga menyambutnya dengan hangat. dan Safina tampak bahagia setelah kembali ke pondok pesantren.


Emak ke rumah selaku pemimpin PONDOK PESANTREN untuk menemui Aang dan teteh. Aang lantas menanyakan soal tunangan Safina, Emak menceritakannya dengan sejujurnya soal tunangan Safina, setelah beberapa menit bercengkrama dengan Aang dan teteh, Emak pamit untuk pulang.


Dari kejauhan Jenal yang tidak sengaja lewat, melihat Safina sudah kembali, pandangannya tak lepas ke arah Safina.


itu kan Safina !! Berarti kalo dia udah balik lagi ke pondok, sekarang statusnya bukan jomblo lagi dong, hmmm...!!! gumam Jenal.


" Teh Safina Aku kangeeenn," seru Alfi sambil memeluknya.


" Halah alay " sahut Hana .


Safina pun menanyakan kabar teman temannya, sambil berkumpul kumpul melepas rindu.


"Fin tau ga ?? di sini kan ada santriawati baru" Kata Hana dengan nada rendah.


"Oh Alhamdulillah dong, jadi makin rame Santriawatinya", jawab Safina dengan santai.


"Tapi agak tengil orangnya". sahut Hana.


Safina juga menanyakan namanya, Hana memberitahukannya ternyata itu Ria yang pernah dekat dengan Zaed, menjadi Santriawati baru di PONDOK PESANTREN NH !!!!

__ADS_1


Pukul 14.00


Santriawan dan santriawati berangkat ke masjid pusaka, untuk Sorogan (membaca dengan logat/arti) kitab Al Jurumiah yang di bimbing oleh A Hikam. Di halaman pesantren Safina bertemu dengan Ria santriawati baru.


"Fin fin itu tuh Santri baru yang tadi aku bilang" kata Hana.


Safina menyapa, kebetulan saat itu Ria ada di sebelah Safina.


" Asaalamulaikum Santri baru yah?"Safina menyapa dengan senyum.


"Waalaikum salam, iyah teh, kenalin nama aku Ria".


"Salam kenal juga nama aku Safina, penghuni kobong 4, mudah mudahan kamu betah yah di sini."


"Amiiin trimakasih" Balas Ria sambil senyum.


Kata Hana anaknya tengil, tapi ko biasa biasa aja sama aku mah, ramah anaknya malah.


Safina dan Hana lanjut ke masjid pusaka.


Di sana Safina bertemu dengan Jenal, yang mau sorogan kitab juga. Mereka bertemu di tempat yang sama, Jenal menyapanya.


" Alhamdulillah Baik" ucap Safina sambil menutup sedikit wajahnya dengan kerudung.


Hana mulai bertingkah karena ia memang senang berulah "Ekhm ekhm uhu uhu...ekhmmm !!! Ko aku jadi kayak nyamuk yah" ucap hana dengan lelucon.


"Kan kamu emang nyamuk Han, yang suka gigit orang..Haha" Sahut Safina dengan timpal.


Safina berlari ke arah masjid, Hana pun mengejarnya, seraya berkata " Sini kamu aku mau gigit Aaaaakkkhhh !!!"


Jenal jadi tersenyum senyum sendiri saat melihat mereka lari saling mengejar, Kalau ada Safina , Hana terlihat ceria lagi !! gumam Jenal.


Alfi yang bersikap selalu ingin di lihat, mulai bertingkah. Seperti biasanya yang tidak pernah lepas dengan cermin kecilnya, di saat yang lain sibuk menghafalkan kitab, ia malah sibuk berdandan dan bercermin.


"Yaellah Fiie Alfie...kamu mau kondangan apa mau Taklim sih? makeup tebel begitu, sindir Hana merasa geli dengan kebiasaannya.


"Wanita itu harus pinter berdandan doong, jangan pinter ngegosip doang, hemm.." balas lelucon Alfi.


"Kalo Pinter dandan bagi yang udah nikah si pantes pantes aja Fiie... Alfi".

__ADS_1


Hana dan Alfi terus saling menyindir dengan leluconnya. mereka memang sudah terbiasa begitu, yang lain juga merasa sudah tidak aneh lagi.


Saat Safina bergantian membaca kitab ke depan, A Hikam jadi teringat hubungan Safina dengan Zaed.


Oh Safina udah balik lagi ke Pesantren, kirain ga bakal balik lagi , setelah tunangan !!!


gumam A Hikam.


Hikam memang mengetahui permasalahan Safina, bagaimana tidak, ia cukup dekat dengan Zaed, alhasil sudah banyak yang ia ketahui soal lika liku kisah cinta Safina dan Zaed.


Tanpa di sangka sangka dan di duga, ternyata A Hikam diam diam juga mempunyai Hubungan dengan Hana. Bahkan sebelum Safina dan Zaed, mereka sudah lebih dahulu menjalin hubungan secara diam diam.


Hana juga di panggil karena saatnya giliran dia membaca kitab, Sikapnya memang biasa biasa saja ketika bertemu, seperti tidak pernah terjadi apa apa, namun siapa sangka mereka ternyata saling jatuh cinta.


Tadinya A Hikam ingin memberitahukan Zaed, kalau Safina sudah kembali lagi ke Pesantren, Namun Hikam kembali ragu, dan tidak jadi mengabari Zaed, "Biar dia tau sendiri aja, kalo emang Allah mentakdirkan mereka untuk bertemu lagi, suatu saat pasti bertemu."


Zaed sudah memiliki pekerjaan baru setelah beberapa minggu keluar dari tempat kerja nya yang lama. Hanya saja gaji nya tidak sebesar saat ia masih bekerja di perusahaan Antam. Tapi ia tetap bersyukur dan menikmatinya.


Hari kamis malam Jumat


pukul 17.00 Zaed tiba di Pesantren, Karena malamnya ada kegiatan riadhoh seperti mana biasanya. Sampai di sana Zaed bersama Adam menemui Aang terlebih dahulu. Aang memerintahkan Santriawati lain untuk menyuguhkan air, karena saat itu kegiatan di dapur dan di rumah Aang bergilir.


Tiba di waktu magrib seluruh Santri berdatangan ke masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah, Safina tidak ke masjid karena sedang berhalangan, Lalu teteh istrinya Aang memanggilnya dan memerintahkan untuk segera ke rumah,Teteh dan Aang sudah mempunyai anak satu, tapi masih berusia 1,5 tahun. Sampai di depan pintu Safina mengetuknya terlebih dahulu.


Tok tok tok tok


"Assalamualaikum Teteh"ucap Safina.


"Masuk Fin" sahut Teteh.


"Fin Teteh nitip Adnan yah, Teteh mau sholat dulu ?"ucapnya.


"Baik teh" sahut Safina.


Lalu Safina mengais Adnan dan mengajaknya bermain ke depan. Tak lama kemudian Adnan meminta susu "Cucu anis cucu anis" ucapnya.


"Ooh dede mau susu manis yah" kata Safina.


Lantas Safina ke dapur membuatkan susu untuk Adnan.

__ADS_1


Terdengar dari arah ruang tamu seperti ada suara yang sedang ngobrol sambil berjalan menuju dapur, ternyata A Hikam bersama Zaed ke dapur juga untuk membuat kopi. Tanpa di duga dan di sengaja mereka bertemu di tempat yang sama, Safina dan Zaed terlihat terdiam sambil melirik, karena tak menyangka baru bertemunya lagi setelah sekian bulan.


__ADS_2