Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
Gak jelas


__ADS_3

Kakek juga menasehati Zaed "Nanti jangan diam- diam aja di jalan, ajakin ngobrol", tegas Kakek.


Akhirnya Safina berpamitan dan di antar dengan Zaed, walau di perjalanan mereka jarang berbicara tapi Zaed mulai ada perubahan tidak dingin seperti sebelumnya.


"Eemm...kenapa akhir akhir ini sikap Aa berubah?" tanya Safina.


"Gak usah di bahas yang lalu" jawab singkat Zaed.


"Tapi kan Safina butuh penjelasan dan kepastian?" kata Safina.


Zaed terdiam tidak melanjutkan pembicaraan.


Ih nyebelin banget si , jadi rasanya pengen cubit biar kenceng !! gumam Safina merasa greget.


Setelah satu jam tiba di jalan raya, Zaed mengajaknya untuk beristirahat dahulu sambil makan bakso.


"Kita di sini dulu yah sambil makan bakso?"


Kata Zaed sambil senyum.


Safina merasa senang karena melihat Zaed kembali tersenyum seraya berkata "Terserah", balasnya pura pura jutek.


"Neng ??" kata Zaed.


"Iya apa" sahut Safina yang sedang sibuk mainkan ponsel.


Zaed meminta maaf karena sudah menggantung hubungannya berbulan bulan, dan sudah bersikap cuek selama Safina di rumahnya,


Ia mempunyai alasan dengan sikapnya itu.


" Alasannya demi kebaikan kita bersama, terutama kamu, Aa pengen Neng fokus belajar dulu" jelas Zaed.


"Cuma itu alesan nya?? sahut Safina.


Pada intinya Zaed menjelaskan kalau dia tidak ada maksud untuk menyakiti dan meninggalkannya. "Kita juga harus bisa menerima keadaan kalau Mencintai itu tidak harus selalu bersama", jelas Zaed.


Sepertinya Safina mulai bingung dengan ucapan Zaed, "Maksudnya ??"


"Jadi kita harus saling ikhlas kalau suatu saat kita gak ditakdirkan untuk bersatu," jawab Zaed.


"Kok gitu?? intinya aja, Aa masih mau lanjut hubungan ini apa nggak? tanya Safina agak ketus.


"Aa bingung ngejalanin hubungan yang gak pasti, liat sikap Bapak yang belum juga ada perubahan, Aa ngerasa gak ada pintu harapan lagi".


"Kata siapa, sekarang Bapak udah berubah kok, gak kayak dulu lagi, seharusnya di perjuangkan dong bukannya mundur" kata timpal Safina.


Zaed terdiam kembali sambil memakan bakso.

__ADS_1


"Oh iya Aku paham sekarang, Aa mau Aku minta putus kan? Oke sekarang juga Aku mau bilang, kalau hubungan kita cukup sampai di sini !!!" tegas Safina merasa kecewa dan meninggalkan Zaed begitu saja.


Lalu Zaed menarik tangannya seraya berkata "Mau kemana tunggu penjelasan Aa dulu !!"


Safina diam terpaku sambil cemberut.


"Bukan maksud Aa kayak gitu, sebenarnya Aa ngelakuin ini semua karena Aang yang minta, karena waktu itu Neng lagi bermasalah, Aa juga gak bermaksud ninggalin," jelas Zaed.


Zaed juga mengungkapkan kalau dia merasa berat untuk melakukannya, tapi ini demi kebaikan Safina juga Zaed, tidak ada keinginan sedikitpun untuk menghindar dan meninggalkannya.


"Ini hanya membutuhkan waktu, biar waktu yang memutuskan." kata Zaed


Tampaknya Zaed merasa malu ingin mengungkapkan perasaan masih sayang dan cinta, secara langsung.


Aa juga sebenarnya masih sayang, cinta sama kamu Neng , gumamnya.


Safina duduk dan mulai menenangkan hatinya, ia berusaha yakin dan percaya kalau yang di katakan Zaed itu benar benar jujur dari hati, tapi Safina merasa sedih karena Zaed tidak jujur tentang perasaanya yang sekarang.


Dan Zaed berkata lagi "Kalau kita memang ditakdirkan untuk berjodoh Allah pasti akan mempersatukan kita".


Safina masih terdiam, namun ia berusaha tegar


Aku gak boleh kelihatan cengeng di depannya, Safina harus kuat kuat !!!


"Tapi bagaimana sama hubungan kita ??" tanya Safina.


"Kalo Safina masih yakin sama Aa, ya lanjutin, kalo merasa capek Aa jg gak bisa maksain", balas Zaed.


Gak habis pikir Aku sama pemikirannya, gak jelas dasar gak jelas !!! gerutunya merasa greget.


"Pelan pelan makan bakso nya, nanti keselek" kata Zaed.


"Udah biasa makan kayak gini, gak usah sok khawatir", sahut Safina dengan jutek.


Safina jutek banget, apa dia kesel ya sama kata kata gua tadi? gumam Zaed.


Zaed terfikir ingin memberikan sesuatu, sebelum kembali pulang. "Neng tunggu sebentar yah Aa mau ke toilet dulu, kamu jangan kemana mana" kata Zaed sambil menitipkan helm nya.


"Hmmmm....GPL"


Tampak raut wajahnya yang masih asam.


Terlihat Zaed sedang mencari sesuatu yang di sukai wanita, ia ingin memberikan kenang kenangan untuk Safina sebagai ungkapan perasaanya. Akhirnya Zaed menemukan bantal berbentuk Love yang ada kata I LOVE YOU berwarna merah merona.


"Teh nanti di bungkus kado ya" kata Zaed ke tukang bantal.


"Oke A, buat pacarnya yah?" kata si teteh tersebut.

__ADS_1


Zaed hanya membalas dengan tersenyum, setelah beberapa menit Zaed kembali menemui Safina yang sedang menunggu di warung bakso.


Katanya ke toilet ko setahun !!


Tidak lama kemudian Zaed datang dan memberikan kado berukuran besar, Safina sontak terkejut, Hah !! "apa ini besar banget ?"


"Sesuatu, bukanya di rumah aja."


"Buat Aku ?" tanya Safina.


"Masa buat tukang bakso", timpal Zaed.


Safina akhirnya tersenyum, sambil mengucap "makasih".


Setelah itu Zaed memberikan uang untuk ongkos, "Apaan siih !! gak usah ini udah ada" kata Safina sambil mendorong tangan Zaed.


"Kalo gak di ambil Aa bakal kecewa".


"iih iih kok gitu, seharusnya Aku yang kecewa" timpal Safina.


Safina pamit dan langsung pergi, ketika sudah di dalam angkot Zaed menghentikannya dan memberikan uang untuk Safina, seraya berkata "Hati hati yah di jalan" ucap rasa perhatian Zaed.


"Makasih doain aja biar selamat sampai pulang ke rumah," jawab Safina tersenyum bahagia.


Zaed pun membalasnya dengan senyuman.


2 stengah jam kemudian.


pukul 13.00 Safina sampai di rumah, tapi saat itu Safina tidak langsung pulang ke rumah, ia malah ke rumah Uwa.


"Eh elu kapan sampai rumah Fin?"tanya Uwa.


"Baru aja duduk", sahutnya.


"Di rumah ada Bapak gak ya, Safina belum ke rumah takut ada Bapak" tanya Safina.


"Kebeneran Bapak lu lagi gak ada di rumah, mending langsung pulang aja, Emak udah nanyain bae tuh", kata Uwa.


Lantas Safina bergegas pulang ke rumah dan mengucap salam. "Bawa apa itu gede banget ?" tanya Emak.


"Ini darii....Safina terdiam sejenak.


Safina memberitahukan kalau kado besar itu pemberian dari Zaed, Dan menceritakan kalau kemarin dia sudah berbohong.


Emak agak kecewa setelah tau yang sebenarnya, kalau kemarin dia bukan menginap di rumah teman, tapi di rumah Zaed. "Untung Bapak lu kaga curiga kemaren, dia ngira lu lagi di rumah Uwa, kan emang lu biasa seharian di sana bae."


Barusan Bapak lu udah nanyain lagi kemana Safina ? Emak bilang be, dia barusan ke rumah Uwa mau pada ngerujak, gua jadi bohong bae tuh gara gara elu".

__ADS_1


Safina meminta maaf karena sudah berbohong dan karenanya, Emak juga jadi ikutan berbohong. Safina menceritakan juga kalau kemarin dia di kasih uang sama Zaed, Orang tua Zaed juga keluarga keluarganya.


"Alhamdulillah Fiin itu namanya rejeki lu".


__ADS_2