
Akhirnya Safina mau mengantarkan Emak ke toko Rizki amanah. Sampai di sana Emak membelikan Uswah sepatu sekolah, dan tas. Emak melihat Safina tampak BT karena lama menunggu, lantas Emak juga menawarkan Safina, apa yang dia suka.
" Elu mau apa Fin pilih aja" kata Emak.
" Bener Mak ?" sahut Safina dengan senang.
" Iya tapi satu rupa aja" jawab Emak.
Safina pun bergegas mencari apa yang ia suka, karena dari tadi pandangannya tak lepas ke arah sendal, Safina langsung mendekati dan memilih sendal yang ia suka tanpa harus melihat bandrol harga.
Kaga kenapa kenapa dah mahal juga, yang penting dia SENANG !!! gumam emak.
Selesai belanja Emak dan Safina kembali pulang . Di perjalanan Safina mengatakan kalau ia ingin segera berangkat ke PONDOK PESANTREN lagi. Ia merasa tidak tenang lama lama di rumah, dan ingin menenangkan diri.
Emak meresponnya, dan menuruti keinginan Safina itu. Mungkin Safina emang harus kembali lagi ke PESANTREN, biar dia bisa nenangin pikirannya dulu. !!!
Sampai di rumah Safina langsung ke kamar, sikapnya sudah tidak seperti Safina yang dulu, Safina yang sekarang banyak berdiam di kamar, karena tidak ingin melihat wajah Bapaknya. Semenjak hubungannya bertolak belakang dengan Bapak, ia menjadi terlihat membencinya.
Emak memberitahukan ke Bapa soal Safina yang ingin segera berangkat lagi ke PESANTREN, " Saya rasa ada baiknya si Safina Berangkat lagi ke PESANTREN, dari pada di rumah suasana panas terus.
Bapak terdiam sejenak, sambil memikirkannya.
Macem macem bae segala pengen berangkat lagi ke PESANTREN, urusannya juga belom kelar. !! tampak pusing.
Ustad Soleh kembali menanyakan soal rencana tunangan Haris dengan Safina, Apakah berlanjut atau tidak. Namun Bapak terlihat bingung, seperti sudah kehabisan cara, karena melihat Safina yang masih kekeh menolak.
Akhirnya Ustad soleh tanpa kesepakatan Bapak dulu, langsung memberitahukan bahwa hari ini Haris beserta keluarga akan segera datang ke rumah.
"Waduh gimana ini, siang ini Keluarga haris mau dateng ke rumah" ucap Bapak kebingungan.
__ADS_1
"Yang bener bang??, ko mendadak begini, sahut Emak.
Kemudian Emak memberitahukan Safina, kalau siang ini Haris sama keluarganya akan ke rumah.
"Fin Emak pesan banget sama elu, kali ini aja turutin permintaan orang tua ya? Haris sama keluarganya siang ini mau dateng kemari. ini bukan rencana Bapak, emak sama Bapak kaga tau apa apa tau tau dapet kabar mereka mau pada dateng," kata Emak.
Akhirnya Safina pun tidak bisa menolaknya karena ia sudah kehabisan kata.
Emak terlihat tarik nafas lega,Setelah mengetahui Safina menyetujuinya.
Lalu Emak segera memberitahukan Bapak, soal Safina menyetujuinya, Bapak terlihat senang masih tak menyangka. Lantas Bapak dan Emak bersiap siap untuk menyambut kedatangan Haris dan keluarga.
Safina terlihat bingung, sepertinya dia masih bimbang antara iya atau tidak, Hatinya mulai tidak tenang ia terus bimbang dengan keraguannya. Setelah setengah jam Safina terdiam memikirkan antara Iya atau tidak, karena ia masih terus bimbang dengan keraguannya, akhirnya Safina nekad untuk KABUR dari rumah lagi Sebelum kabur ia menuliskan surat untuk Bapak.
Bapak Emak Maaf, Safina belum bisa menjadi anak yang berbakti, Hati ini ga bisa di bohongin, Fina terus bimbang dan meragukannya. Safina minta maaf sekarang fina mau berangkat ke PESANTREN karena ingin nenangin pikiran, jangan cari Safina, Fina baik baik aja. tulis surat Safina yang membuat terkejut.
Lalu Safina keluar lewat dapur dan membawa tas berisi pakaian pakaiannya.
Emak Kembali kekamar untuk menemui Safina, Kreeeekkk....suara membuka pintu kamar, setelah melihat di atas tempat tidur ada surat, Emak sontak kaget !!!! sambil membaca surat yang di tuliskan Safina, dan bergegas memberitahukan Bapak, Lagi lagi Safina membuat Bapak sesak di dada dan terlihat syok setelah membaca surat.
Di perjalanan Safina tak henti memikirkan entah kemana ia harus pergi tanpa membawa uang sepeser pun, Safina terlihat berjalan kaki dengan sendiri. Lalu terdengar seruan yang memanggil namanya, tiba tiba ada motor dari samping menghampirinya, ternyata itu Bang Bambang saudaranya Emak.
" Mau kemana Fin sendirian gitu?" tanya Bambang.
Aduh harus jawab apa nih ??
" Eu...ini Safina mau berangkat ke PESANTREN bang." Jawab Safina agak sedikit gugup.
"Yang bener Mau berangkat sendirian, jalan kaki gini" tanyanya lagi.
__ADS_1
"Iya Fina sekalian cari ojeg, tadinya mau naik angkot tapi jam segini angkotnya udah jarang lewat", ucap Safina.
Gua curiga sama si Safina, jangan jangan dia mau kabur lagi, kayak yang udah udah, mending gua tahan dulu, gua bawa ke kontrakan.
" Sekarang gini, Safina ikut abang dulu, nanti abang anterin sampai ke pertigaan jalan raya" ucapnya sambil meyakinkan Safina.
Akhirnya Safina pun tidak bisa menolaknya, ia di ajak ke kontrkan Bang Bambang, setiba di kontrakan Safina di ajak masuk, di sana ia di temani dengan istrinya yang sedang mempunyai bayi.
Bang Bambang memberitahukan istrinya soal permasalahan Safina yang sedang di hadapi, ia menyarankan agar layani Safina dengan baik dan jangan bahas soal permasalahannya, pura pura tidak tau saja dulu.
Dengan sikap bijaknya
"Fin abang tau masalah yang lagi Safina hadapi sekarang, jadi Fina jangan sungkan buat cerita, abang makannya ajak Safina ke sini pengen bantu Fina, nanti abang juga bantu nasehatin Bapak biar bapak bersikap bijaksana, jadi ini sebenarnya Safina tujuannya mau kemana tadi??"
Safina lantas menceritakan alasan ia kenapa pergi dari rumah.
"Jujur Safina juga sebenarnya bingung mau kemana, tapi Fina pengen banget balik lagi ke PESANTREN, di sini udah ga kuat sama sikap Bapak, Fina mau nenangin pikiran pengen hati merasa damai ". kata Safina dengan wajah polosnya.
Bang Bambang pun merasa iba, ia malah menasehati dan membantu memberikan jalan keluar untuk Safina.
"Nanti abang bantu nasehatin Bapak, biar ngizinin Fina berangkat lagi ke PESANTREN. sekarang Fina di sini dulu sama istri abang udah jangan mikir yang macem macem."
Kemudian Bambang pergi untuk menemui Bapak, dan memberitahukan keberadaan Safina yang saat ini sedang di kontrakan Bambang.
Namun Bambang juga tak lupa untuk menasehati Bapak, dan menyarankan agar tidak berbuat kasar sama Safina, karena itu tidak akan menyelesaikan persoalan.
" Jadi coba bersikap bijak Bang, jangan pake emosi, ini malah memperkeruh keadaan bukan menyelesaikan", kata Bambang dengan bijak.
Bapak terdiam sambil mengusap dada karena merasa sedikit sesak.
__ADS_1
" Sekarang biarin Safina berangkat ke PESANTREN kasih dia waktu buat nenangin pikirannya, kasian Bang dia masih muda, kalo di tekan begini, terus dia Stres gimana???"
Lalu bagaimana kelanjutannya, apakah Bapak akan bersikap bijak dan mengizinkan Safina untuk kembali ke PONDOK PESANTREN ???