
Bapak menelpon Aa selaku pimpinan PONDOK PESANTREN, memberitahukan soal Safina di lamar dan rencana tunangan Safina, Bapak meminta izin untuk memulangkan Safina beberapa hari. Bapak juga memohon kepada Aa untuk memberikan arahan, agar Safina mau menuruti orang tua nya.
Lalu setelah itu selesai menelpon dengan Bapak, Aa memerintahkan Santriawati memanggil Safina, untuk segera menemuinya.
Tak lama kemudian, Safina datang menemui Aa.
"Assalamualaikum ? "
"Waalaikum salam, masuk Fin."
Kemudian Safina duduk seraya membungkukkan sedikit badannya.
" Aa udah tau semua tentang masalah yang lagi kamu hadapi, memilih di antara dua pilihan memang sulit, apa lagi kamu dan Bapak, saat ini sedang bertolak belakang. nAa ngga memilih sebelah pihak, dan Aa juga tidak membenarkan keputusan orang tua Safina. Tapi Aa hanya memberi jalan tengah, ada baiknya saat ini Safina temui dulu kedua orang tua, dan bilang Safina mau ta'aruf dulu sama Haris" Jelasnya.
"Aa sudah tau hubungan kamu sama Zaed, Aa juga paham betul perasaan kamu saat ini.
kalo Safina mau masalah ini cepat selesai, turuti saran Aa jalani . Aa di sini sebagai penengah, juga berusaha membantu menyelesaikan persoalan ini, soal Zaed kamu jangan khawatir, karena Zaed juga tak lepas dari bimbingan Aa."
"Jodoh , rizki, maut, semua udah Allah yang mengatur, kamu jangan khawatir soal jodoh, kalo emang kamu ditakdirkan untuk berjodoh sama Zaed, pasti ada jalan kemudahannya.
Ini saran Aa, kalo kamu setuju sama saran Aa, besok kamu boleh pulang " !!!
Safina tampak sedih,mendengar ucapan ucapan Aang, tapi ia berusaha tegar, dan menuruti nasehat nasehat dari Aa.
Lalu selesai menemui Aa, Safina kembali ke kobong dengan tampak wajah murung.
" Safina abis ngapain yah dari rumah Aa, ko kelihatannya sedih begitu, kayak lagi ada masalah ". ucap Hana rasa penasaran.
Tanya ga yah, kalo di tanya takut di sangka kepo, tapi kalo ga di tanya nanti di bilang ga peka. Aah jadi serba salah.
Lalu Hana pun berusaha menegur Safina, karena tak enak hati melihat kesedihan temannya dengan sendiri, apalagi mereka sangat dekat.
"Eemm...Fin, kamu udah siap cerita belum, kalo udah coba kamu ceritain, ada apa sama kamu akhir akhir ini ??
Menceritakan itu lebih baik dari pada di pendam, nanti yang ada jadi penyakit. "
ucap Hana rasa simpati.
Safina pun akhirnya mau menceritakannya, walau tidak semua.
" Aku di lamar orang Han"
" Apa...di lamar ???" Hana sedikit kaget.
Iya aku di lamar sama seseorang, tapi aku ga mau, karena di hati aku udah ada orang lain, kita udh hampir 7 bulan, menjalin hubungan.
"Jadi kamu diam diam pacaran Fin, sama siapa???....tanya Hana.
"Sama Alumni sini, namanya Zaed." Balas Safina.
__ADS_1
Dengan sangat terkejut, Hana tak menyangka, di kiranya Safina menjalin hubungan dengan JenaL ternyata dengan orang luar.
Hana lantas menanyakannya bagaimana perasaan Zaed dan apakaa dia tau Safina di lamar oranh. Safinae menjawabnya___
"Iya dia udah tau, Bahkan dia udah menemui orang tua aku, untuk melamar, beberapa hari yang lalu."
Dan Hana menanyakan kembali, apa yang membuatnya akhir akhir ini terlihat murung.
Namun Safina memberitahukannya kalau Bapak tidak menyetujui hubungannya, lebih memilih pilihan nya, dari pada pilihan Safina.
"Jadi waktu Zaed melamar, dia di tolak, maksudnya begitu Fin?...
"Ngga juga, justru malah di kasih jawaban yang menggantung. Ucap Safina.
Hana tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Safina saat ini, ia memberi support dan nasehat.
"kamu harus tabah, ikhlas dan yakin dalam menjalani ujian ini, kamu pasti bisa melewatinya Fin." kata Hana rasa simpati nya.
"Justru aku ga yakin bisa melewati ini semua atau ngga" ucap Safina hilang rasa percaya dirinya.
"Ya Allah Safina, kamu jangan bilang gitu, ada Allah yang selalu membantu hambanya."
"Tapi aku sudah lalai sama Allah, di kasih ujian kayak gini aja aku udah ga semangat sholat, ga semangat ngaji. Apa iya Allah mau membantu hambanya yang udah lalai."
Ya Allah Safina, pemikiran kamu kenapa jadi cetek begini, kamu seperti bukan Safina yang aku kenal. Ya Allah tolong bantu dia, kuatkan dia, jangan biarkan dia terjebak dalam kegelapan.
Aang memerintahkan Zaed untuk kembali ke PONDOK PESANTREN. Karena Aang khawatir dengan Zaed, setelah mengetahui Safina akan tunangan, agar selalu ada dalam pengawasan dan bimbingannya, Aang sengaja perintah Zaed untuk tinggal di kobong, sementara waktu.
Lalu Zaed menuruti perintah tersebut.
Keesokannya.
Safina pamit untuk pulang, Aa Dan teteh mendoakannya, " Hati hati di jalan yah Fin, semoga urusannya cepat selesai, kamu harus sabar, tegar dan ikhlas yah" ucap teteh.
Wajah Safina tampak tegar, seperti yang tidak terlihat murung lagi. Kemudian Safina di antar dari pesantren naik motor, sampai ke terminal mobil angkot.
Di perjalanan, Safina mencoba menghubungi Zaed, Namun tak kunjung di angkat, Safina mencoba kirim chat Wa.
"Assalamualaikum ??"
Namun sampai Safina sudah tiba di rumahnya, Zaed belum juga membalasnya.
Ternyata Zaed sedang dalam perjalanan, menuju PONDOK PESANTREN.
Sampai di rumah, Bapak menyambutnya dengan penuh kehangatan.
" Gak biasanya kayak gini, kayak ada yang aneh sama sikap Bapak," gumam Safina.
" Fin baru sampe loe, kata emak yang sedang di dapur."
__ADS_1
Bapak menyuruh Emak untuk mengambilkan aer Es buah di kulkas, karena kasian dengan Safina yang kepanasan di angkot.
"Safina mau mie soto ga, nanti Bapak beliin?..."
"Eemm...boleh, kebetulan Safina lagi pengen banget makan sama mie soto. "
"Terus mau apa lagi, selain soto?" tanya bapak lagi
"Udah itu aja" sahut Safina.
Aneh banget, gak biasanya Bapak kaya gini.
Jangan jangan karena ada mau nya !!!
Lalu Bapak pergi keluar untuk membelikan mie soto.
Terdengar suara getaran ponsel, Safina bergegas mengambilnya. Ternyata ada chat Wa masuk.
"Waalaikum salam Neng" ucap Zaed
Seketika Hati Safina berubah sangat bahagia, setelah membaca balasan dari Zaed.
Safina :" Aa lagi apa, gimana kabarnya?"
Zaed :" Aa lagi di kobong, baru aja sampe, Alhamdulillah Sehat. Neng sendiri lagi apa, bagaimana kabarnya ?....
Hah A zaed lagi di kobong???
Aku pulang dia datang !!!
Safina :" Ko Aa bisa ada di kobong, kan belum waktunya Riadhoh ?
Zaed memberitahukan kalau kedatangannya ke Pesantren karena perintah Aang.
Zaed :" Kok Aa nanya gak di jawab?"
Safina :"Oh Eemm....Aku sekarang lagi di rumah
Zaed pun bertanya kembali soal kepulangannya, Safina lantas menjawab Karena ada urusan penting yang harus di selesaikan.
Zaed :" Urusan apa emangnya?"
Aku gak mungkin memberitahukannya, Entah bagaimana nanti perasaannya, setelah Aa tau yang sebenarnya.
Emak memanggil Safina untuk segera makan, karena mie sotonya udah di belikan sama Bapak.
Sambil makan Bapak menanyakan soal kelanjutan Lamaran Haris.
"Kenapa Bapak nanya ke Safina, bukannya Bapak sendiri udah nerima lamaran dia. Berarti ga perlu ada yang di tanyakan lagi." ucap Safina agak geram.
__ADS_1