Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
Ihsan


__ADS_3

Akhirnya orang yang selama ini di puji puji, so kuasa, so merasa santri teladan, jadi di benci sama seluruh santri karena perbuatan cerobohnya !! gumam sinis Ria sambil tertawa bahagia.


Hahahaha !!!


Safina tidak di tanya satu pun oleh Santriawati, ketika masuk ke kobong 4 Hana juga mendiamkannya, suasana berubah dengan singkat, seperti merasa asing.


Aku tau kenapa mereka, teteh, pada mendiamkan, ini semua emang salah Aku. Maafin Aku ya Allah !!! gumamnya sangat sedih.


Aang bertanya kepada Teteh istrinya " Safina udah datang ?"


Teteh menjawabnya "Udah Aby barusan pisan".


"Untuk saat ini jangan di tegur, jangan di tanya, sebagai pelajaran buat dia, Aby udah bener bener kesel sama dia", kata Aang begitu geram dengan kelakuan Safina.


Teteh menuruti kata Aby, walau sebenarnya teteh ada rasa kasihan dengan Safina.


Teteh berkata dengan sendiri, Saya memang kesal sama Safina, tapi saya juga kasihan sama dia.


Ria mulai bertingkah menyindir Safina, " Gak sangka yah ternyata ada yang diam diam berkencan, bukannya berangkat ke pesantren malah pergi kencan sama pacarnya". katanya dengan sinis.


Santri yang lainnya juga menyahuti yang sama dengan ketus, "Iya yah gak nyangka banget".


Saat itu Safina terus terusan jadi bahan omongan, Hana mulai geram dengan sikap Ria yang julid itu, karena greget Hana Menimpali dan menegur Ria.


"Heh Ria jadi orang jangan julid deh, baru jadi santri baru aja udah songong sama orang." timpal Hana sangat ketus.


Ria tidak menganggapnya, ia malah berbicara dengan teman sebelahnya.


"Jangan merasa suci jadi orang, setiap orang punya kesalahan dan kekurangan masing masing" tegas Hana.


Lantas Ria pergi meninggalkan kobong empat, karena tidak suka mendengar ocehan Hana.

__ADS_1


Hana yang tadi nya kesal dengan Safina, kini membelanya karena ia tidak terima temannya terus di omongin. Akhirnya Hana mendekatinya dan meminta maaf atas sikapnya.


"Maaf sama sikap Aku yang tadi yah?" ucap Hana sambil memegang pundak Safina.


"Ga perlu minta maaf Han, kan kamu gak salah", jawab Safina.


Hana mengakui ia tidak bisa marah lama lama dengan Safina, justru Hana lebih kesal sama si Ria, karena terlalu songong.


Akhirnya teman yang lainnya juga meminta maaf kepada Safina, termasuk Alfi mereka memohon maaf atas ucapannya.


Hana bertanya " kenapa kamu bersikap ceroboh kayak gini Fin ? Aang, Teteh, pada khawatir kemarin, kita juga sampai pada greget sama kamu," kata Hana.


Lalu Safina menjelaskan sampai soal ia berseteru dengan Bapak, karena di paksa tunangan dengan Haris dan menikah dengannya. Beberapa teman yang mendengarkannya merasa sedih mendengar cerita Safina.


"Ya Allah Fin Aku ko jadi sedih yah dengarnya?" kata Hana tampak mata berkaca kaca.


Alfi menimpalinya " Iya aku juga sama sedih jadinya, ceritanya udah kayak di sinetron sinetron".


Mereka akhirnya kembali baikan dengan Safina, tapi hanya Ria saat itu yang masih terlihat tidak suka dengannya, juga tidak ingin kembali lagi ke kobong empat karena kesal dengan Hana.


Safina pasti kena marah Aang, gue jadi gak en**ak, mending sekarang gue hubungi Aang terus minta maaf !!


Lalu Zaed menghubungi Aang memohon maaf atas kesalahannya yang sudah mengajak Safina pergi, Aang pun memaafkannya, tapi ada satu permintaan Aang yang harus di lakukan Zaed.


"Ana minta ke Ente untuk belajar IHSAN. jangan berkomunikasi lagi sama Safina, kalo bisa Ente ganti nomor, demi kemaslahatan bersama, kita perbaiki ini dari awal," jelas Aang dengan tegas.


Zaed tak menyangka dengan ucapan Aang saat itu, ia merasa terpukul dan tidak bisa berbuat apa apa akhirnya Zaed pun menuruti nasehat Aang.


Satu bulan kemudian


Sudah satu bulan Safina tidak di tanya dan di tegur sama Aang, hanya Teteh yang sudah mulai baikan. Safina berusaha untuk memperbaikinya, walau banyak rintangan yang membuat ia lelah, namun Safina terus berusaha meyakinkan Aang kalau ia sedang berusaha berubah dan memperbaikinya.

__ADS_1


Sebetulnya Aang sudah tidak marah dengan Safina, sejak seminggu sesudah kejadian Aang dan Teteh sudah memaafkannya, namun Aang melakukan itu semua karena semata mata ingin memberikan pelajaran kepada Safina, Akhirnya dengan berjalannya waktu Aang perlahan lahan mulai bersikap yang seperti biasanya.


Safina sangat bahagia karena Aang sudah memaafkannya, tapi di balik rasa bahagianya, ia terus merasa menyesal dan ingin segera meminta maaf langsung ke Aang. Lalu Safina memberanikan diri untuk menemui Aang, dan mengatakan rasa penyesalannya.


Terdengar suara rintihan tangis Safina sambil memohon "Maafin Safina yang udah bikin Aang kesal dan kecewa, Safina menyesali semuanya, dan janji nggak akan mengulanginya lagi". ucap Safina sambil membungkukkan badannya di depan Aang.


" Aang sudah memaafkan semuanya, bahkan sebelum kamu meminta maaf, jadikan ini sebuah pelajaran untuk kedepannya, agar kamu menjadi yang lebih baik lagi. Dan jangan sekali kali lagi kamu membuat seorang guru marah, karena keberkahan seorang Murid ada di keridhoan seorang guru", jelas Aang dengan tegas.


Safina terus menangis merintih dan merasa lega karena sudah mengungkapkan rasa bersalah dan penyesalannya.


" Dan Ada satu permohonan Aang yang harus kamu lakukan benar benar, mulai sekarang jangan lagi berkomunikasi sama Zaed, kamu harus IHSAN artinya mengabdikan diri kepada Allah, dengan dilandasi kesadaran dan keikhlasan, melakukan perbuatan ma'ruf dan menahan diri dari dosa."


Seketika Safina meneteskan air mata karena tak kuat menahannya. Ya Allah begitu berat rasanya untuk menerima ini semua.


" Memang sulit untuk di terima, tapi ini demi kemaslahatan kalian, Kalo emang berjodoh pasti akan ada jalan kemudahannya, kamu jangan takut dengan ketentuan Allah." Jelas Aang dengan kebijakannya.


Aang juga udah mengatakan ini semua ke Zaed, sekarang kamu jalani kehidupan kamu masing masing, kasih waktu Zaed untuk IHSAN," ucap Aang lagi.


Kemudian setelah itu Safina kembali ke kobong, ia tampak sedih dengan mata berkaca kaca dan kembali menangis di balik pintu lemari.


Pantas Aa akhir akhir ini gak ada kabar setiap hari jumat nomornya juga gak aktif. gumamnya merasa terpukul.


Akhirnya dengan berjalannya waktu, Safina dan Zaed tidak ada lagi komunikasi, mereka sudah mulai bisa saling mengikhlaskan dan hanya bergantung kepada Allah, ia serahkan semua termasuk jodoh hanya kepada Allah.


Safina memfokuskan diri untuk mengabdi di PESANTREN mengajarkan santri dan anak anak TPQ. Sedangkan Zaed fokus dengan pekerjaannya, Zaed terlihat tenang saat menjalankan aktifitas, namun siapa sangka di balik ketenangannya tersimpan hati yang patah. Begitupun Safina di balik keceriaannya ia memendam rasa rindu dan patah hati yang mendalam.


Hubungannya menjadi menggantung, tanpa ada kelanjutan yang jelas !!!


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Lantas bagaimana kisah selanjutnya, apakah hubungan Zaed dan Safina akan kembali seperi bunga yang bermekaran ??

__ADS_1


Apakah mereka akan di pertemukan kembali dengan takdir Allah ??


Hay reader Author mohon maaf apabila dari awal banyak kekurangannya, terimakasih juga karena sudah mampir di Novel aku, Jangan Lupa Dukung terus, like and komen, juga vote nya. jangan seperti gaib setelah membaca lalu hilang begitu saja🤭🤭🤗🤗💖💖💖💖


__ADS_2