
Dengan berjalannya waktu, Aa selaku pemimpin PONDOK PESANTREN, akhirnya mengetahui hubungan Zaed dengan Safina.
Suatu hari Aa kedatangan tamu dari salah satu Alumni di PONDOK PESANTREN. bernama Misbah, dia membawa saudaranya bernama Haris. Maksud kedatangan Misbah selain bersilaturahmi, juga ingin mencarikan saudaranya calon, untuk di jadikan istrinya.
Saat itu yang menyuguhkan air adalah Safina, ketika Safina menyuguhkan air, Haris menegurnya.
"Safina yah?" tanya Haris.
"Iya" jawab Safina dan sedikit melirik ke Haris.
Ko aku kayak kenal yah, Itu mah kayak tetangga aku yang di kampung. kayak mang.. mang.. ah aku lupa lagi namanya.
"Kamu di sini Fin PESANTREN nya ?" tanya Haris lagi.
" Iya saya di sini Pesantrennya". sahut Fina.
Kemudian Safina kembali ke dapur untuk beres beres.
Misbah bertanya ke Haris " Ente kenal Ris sama itu santri barusan?"
Iya itu tetangga saya anaknya Bapak Asnawi.
Ooh kalo gitu kebenaran banget udah sama yang itu aja yang deket !! ucap Misbah.
Lalu haris hanya terdiam sambil menikmati segelas kopi.
Aa selaku pemimpin PONDOK PESANTREN, datang menghampiri, Misbah tak lama kemudian menanyakan santriawati yang tadi menyuguhkan air, Aa menjawabnya sama apa yang tadi Haris ceritakan. Lalu Misbah izin untuk meminta salah satu santriwatinya untuk dipersunting dengan saudaranya bernama Haris termasuk Safina.
Aa belum bisa menjawab apa apa, ia pun bingung karena sudah mengetahui hubungan Safina dengan Zaed, sedangkan Aa cukup dekat dengan Zaed.
Bagaimana ini ,saya ga mungkin menjawab Iya untuk mengizinkannya, sama aja memisahkan hubungan Safina dan Zaed.
"Sebelumnya mohon maaf, Ana belum bisa jawab apa apa soal itu Ana kembalikan ke pihak orang tua perempuannya."
"Saya bisa memaklumi Pak Kiai, karena ini bukan keputusan yang mudah, Setidaknya saya udah ada ikhtiar sama Pak Kiai."
Tak lama kemudian Misbah dan Haris, berpamitan untuk pulang.
Saat itu Zaed juga ada di Sana karena sedang berlibur kerja, ia berkunjung ke Pondok pesantren rencana menginap 2 hari. hanya saja ia sedang di Raning ( kolam ikan) mengambil ikan ikan bersama A Hikam.
Aa memerintahkan Santriawan memanggil Zaed untuk menemui Aa di rumah.
" Punten A Zaed, ada amanah dari Aa, A Zaed di suruh menemui Aa ,sekarang juga di tunggu di rumah. "
Dengan wajah santai, tampak tidak ada kecurigaan Zaed menjawab "Iya sebentar saya kesitu"
__ADS_1
Lalu Zaed datang menemui Aa
"Assalamualaikum" ucap salam Zaed.
"Waalaikum salam masuk, dapat banyak ikan ikannya Zay ? " tanya Aang berbasa basi dulu.
"Baru setengahnya Ang" Sahut Zaed.
"Oh Ekhm.. Sebenarnya ada yang mau Ana sampein Zay, tapi sebelumnya Ente jujur dulu ke Ana?
"Soal apa Ang?" jawab Zaed rasa penasaran. "Soal ada apa hubungan Ente sama Safina?"...ucap Aang.
Zaed akhirnya jujur mengenai hubungannya dengan Safina.
"Jadi..Iya, udah 6 bulan yang lalu, Ana menjalin hubungan sama Safina."
Aang memang sudah menduga mereka punya hubungan, karena sepintar pintarnya menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga.
" Jadi gini Zay, Tadi belum lama ada Alumni namanya Misbah dia bawa saudaranya bernama Haris, ternyata kedatangan mereka meminta salah satu santriwati di sini untuk di jadikan istri. Nah kebetulan tadi yang menyuguhkan air itu Safina, Haris saudaranya misbah itu kenal sama Safina ternyata mereka tetangganya .
"Dengan sangat kemungkinan bisa jadi dia bakal temui orang tuanya, Saran Ana Ente sebelum terlambat kalau emang bener bener serius sama Safina segera temui orang tuanya, Ente cuma ada waktu hari ini sampai besok nanti Ana ngobrol sama Ustad Hamka , biar antar Ente ke sana. Agar Orang tuanya tau keseriusan Ente, Sekarang Ente pikirkan lagi baik baik."
"Kalo gitu Ana permisi mau ke kobong dulu
Ang ", Tampak wajah Zaed terlihat gelisah ada campur khawatir, ia khawatir hubungannya akan landas di tengah jalan.
Zaed mencoba menghubungi Ustad Hamka, Zaed memang dekat dengan Ustad Hamka, ia juga sering curhat tentang hubungannya dengan Safina.
"Assalamualaikum ? ucap Zaed.
"Waalaikum salam Zay ada apa?
"Aang udah ada nelpon belum?
"Oh soal itu iya udah. Jadi gimana Zay, Ana siap siap aja, kira kira kapan rencananya?...
"Rencananya besok sekarang udah sore, Ana juga harus musyawarah dulu sama keluarga."
"Baiklah kalo gitu Zay, mudah mudahan Ana ga ada halangan besok."
"Tolong di usahain Tad, Soalnya cuma ada waktu sampai besok."
"Iya Ana paham Zay.
"Yaudah kalo gitu Ana tutup dulu teleponnya Tad, Wassalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikum salam"!! jawab Ustad Hamka.
Setelah itu Zaed berpamitan pulang, Karena harus ada yang di musyawarahkan kepada keluarga.
"Ang Ana pamit, karena harus ada yang di persiapkan buat rencana besok, Ana juga harus bermusyawarah sama keluarga dulu."
"Iya Zay Mudah mudahan besok berjalan dengan Lancar, Ana doain yang terbaik Zay. Intinya gini Zay, Di terima atau tidak Ente harus bersikap Lapang dan tawakal Paham Zay ?".
"Insya Allah... Mudah mudahan segala keputusan apapun Baik itu tidak sesuai kenyataan, Ana harus bisa menerimanya dengan Lapang dada."
"Nah gitu, Ana mendukung Ente Zay, Ana bersikap seperti ini karena Ana Sayang sama Ente juga Safina."
"Terimakasih Ang atas dukungannya, kalo gitu Ana pamit Ang. " Assalamualaikum" ucap Zaed.
"Waalaikum salam" Jawab Aang."
"Jadi Ente benar mau kerumahnya Pak Asnawi Ris ? tanya Misbah.
"Insya Allah Ana mau kerumahnya nanti malam, ucap Haris.
"Ok , Mudah mudahan berjalan dengan lancar."
Haris berencana mau ke rumah Orang tuanya Safina, ia di dampingi saudaranya Ustad Soleh untuk menjadi juru bicaranya.
Di malam hari Haris dan Ustad Soleh berangkat ke rumah Bapak Asnawi Bapaknya Safina, Jarak rumah Haris ke rumah Bapak Asnawi tidak jauh sekitar 3 menitan sampai.
Terdengar Ucap salam dari luar, Emak mencoba membuka pintu seraya menjawab salam. "Waalaikum salam".
Ternyata yang datang adalah Haris dan Ustad Soleh.
"Oh ada Pak Ustad, Maaf ini ada perlu apa ya" ?
" Saya ada perlu sama Bang Asnawi Po"
" Oh kalo gitu masuk dulu, saya panggil orangnya dulu ya "
"Di Luar aja po, enak angin angin,"
ucap Ustad Soleh.
" Yaudah bentar ya Ustad".
Ustad Soleh di kenal dekat dengan Bapak Asnawi, dari jaman anak mudah mereka memang sudah Akrab. Bapak Asmawi juga setiap seminggu dua kali, Selalu menghadiri pengajian di majlis taklim milik Ustad Soleh. Ustad Soleh selain Kerabat, ia pun Guru bagi Bapak Asnawi.
Tak lama kemudian Bapa Asnawi keluar menghampiri ke dua tamu tersebut, Haris dan Ustad Soleh.
__ADS_1
"Masya Allah Kalo gitu Ente Tad" Ucap Bapak Asnawi .