Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
Di lamar


__ADS_3

"Jadi... kedatangan kita ke sini Sebenarnya ada yang mau di bicarakan ini rada sedikit serius". Ucap Ustad Soleh tampak serius.


Emang apa yang mau di sampaikan Tad ?


Jadi gini, ini saudara Haris punya maksud ingin mempersunting Safina jika di perkenankan."


Seketika Bapa Safina terdiam.


"Mmmh...Jujur Ana bener bener kaget bingung juga harus jawab apa, mungkin Ana minta waktu kali ya bicarakan ini dulu sama Safina, Biar ada keputusan yang pasti" Ucap Bapak.


"Oh Iya kaga apa apa, Maksud Ana juga gitu kaga harus di jawab sekarang juga, ini kan bukan hal yang sepele, kita perlu berfikir lebih matang biar kaga salah ambil keputusan.


Sebelumnya mohon maaf banget ini kita, ya, kali aja kita bisa jadi besanan " Ucap Ustad Soleh.


"Iya Ana menghargai banget maksud baik Ente pada, besok Ana coba menghubungi Safina dulu Mudah mudahan ada kabar baik."


"Amiiin yang Ana harap juga begitu"!!!


"Kalo gitu Ana sama Haris pamit pulang dulu, Mohon maaf sekiranya kalo ada ucapan ucapan yang kurang berkenan di hati, mohon di maklum."


"Wassalamualaikum".


Zaed berkumpul dengan keluarga di ruang tamu saat itu ada Umi, Abi, dan Kakek. Zaed berterus terang soal hubungannya dengan Safina dan menceritakan soal kata kata Aang waktu di PESANTREN.


"Jadi Zaed besok berencana ingin ke rumah Safina, mau menemui kedua orang tuanya. Memberitahukan soal hubungan, dan maksud Niat baik Zaed."


"Umi mah gimana baiknya aja Zay, kalo emang ini keputusan Zaed Orang tua pasti mendukung, Mudah mudahan besok bawa hasil yang baik."


"Adapun misalkan Hasil nya tidak sesuai harapan Kamu harus ikhlas dan sabar, ini di antara dua pilihan. Mudah mudahan Nasib baik memihak ke kamu Zay."


Ucap Kakek.


Keesokan harinya..


Safina di panggil sama penjaga kantor, karena ada telepon dari Bapak.


Bapak: "Assalamualaikum "


Safina : "Waalaikum salam Pa ".


Bapak :" gimana kabarnya sehat "?


Safina :" Alhamdulillah Pa sehat"


Ada apa Pa tumben telpon ke nomor Kantor ?..


Bapak :" Iya sebenarnya ada hal penting yang mau Bapa Bicarakan.

__ADS_1


Safina:" Emang apa yang mau Bapak bicarakan?


Bapak :" Safina jangan kaget ya"?


Safina :" Iya Pa sampaikan aja ".


Bapak :" Safina anak Bapak yang nurut, solehah, Bapa harap Fina ga ngecewain bapa ya" ucap Bapa.


Jadi penasaran apa si yang mau Bapa bicarain, suka bertele tele Bapak mah, padahal langsung aja ke intinya.


Safina :" Emang apa si yang mau Bapak bicarakan ?


Bapak :" Gini Fin semalam ada Haris sama Ustad Soleh ke rumah, Dia berniat ingin mempersunting Safina. Bapak kaget, tanpa di duga, Dia dateng ke rumah, bilang kayak gitu, tapi Bapak belum kasih jawabannya. Bapak harus bicarakan ini dulu sama Fina, Bapak jawab gitu.


Safina tampak Syok mendengar semua perkataan Bapak. Iya tak menyangka ini semua akan terjadi.


Ya Allah apa ini mimpi.


Apa Aku harus bilang yang sebenarnya, soal hubungan aku sama Zaed. agar bapa menolak lamaran Haris.


Safina :" Bapak, Safina mau jujur, sebenarnya Fina udah punya hubungan sama seseorang. dia alumni di PONDOK PESANTREN INI."


Bapak :" Omong kosong apaan ini Hah, Bapak udah bilang jangan pacaran jangan pacaran, Kaga denger amat si Dassar... , berarti udah bohongin Bapak selama ini," tegas Bapak dengan sangat marah.


Safina :" Maaf Bapak, Safina ga bermaksud bohongin Bapak, Fina sama Dia udah Sayang dia juga benar benar tulus serius sama Fina.


Putus sekarang juga putus !!!


Bapak menyentak dengan amarah.


Tiba tiba bahasa yang tadinya halus, menjadi berubah drastis menjadi kasar.


Safina tak kuasa menahan air mata, ia pun menangis.


Safina :" Maaf Pak tapi Fina juga ga bisa nerima Lamaran Haris, Fina udah terlanjur sayang sama Zaed Paa "


Bapak :" Jadi elu mau ngecewain Bapak Fin, mau bikin Bapak malu ???


mau di taro dimana muka Bapa ???


Safina :" Tapi Bapak juga ga bisa maksa Fina,


Safina ga mau Paa, ga maauu " .


Bapak :" Yaudah , kalo emang itu cowok bener bener serius, suruh buktikan ".


Bapak Safina saat itu benar benar sangat marah, emosi dan kecewa.

__ADS_1


Safina terus menangis merintih, dan langsung begitu saja mematikan telepon, karena tak kuasa menahan cucuran air mata.


Ya Allah kenapa ini semua harus terjadi.


Lalu Safina mencoba menghubungi Zaed, karena ingin memberitahukan apa yang sudah terjadi.


Sambil telepon Safina terus menangis, Zaed kaget karena mendengar Safina menangis.


"Kenapa Neng ko Menangis?...


"Aa ada yang mau Aku sampaikan ke Aa, Semalam ada seseorang datang menemui Bapak dia ingin melamar Eneng. barusan Bapak telepon kasih kabar soal itu, Aku ga mau tolong lakukan sesuatu, aku ga bisa nerima seseorang yang bukan aku Cinta. Dan aku juga bilang soal hubungan kita. Kata Bapak kalo Aa serius sama Aku suruh buktikan."


Safina tidak menceritakan soal Kemarahan Bapak, setelah mengetahui hubungannya dengan Zaed.


"Neng udah jangan nangis terus Aa kan jadi sedih neeng. Sebenarnya Aa udah tau soal ini dari kemarin, aa juga berencana hari ini mau ke rumah Neng, menemui Bapak, Pokonya neng jangan sedih lagi,Aa akan berusaha memperjuangkan Cinta kita."


"A...aa serius, yang Aa bilang barusan apa itu serius ??? tanya Safina sangat semangat.


Iya Neng Aa serius, Aang yang menyarankan Aa untuk segera menemui orang tua Neng."


Ko Aang bisa tau A ??


"Karena kemarin ada Haris datang ke PONDOK PESANTREN dia ingin di carikan calon istri, bahkan meminta salah satu santriwatinya, Kebetulan waktu kemarin Haris ketemu Neng saat menyuguhkan air Lalu dia memilih Kamu.


Aang menyarankan ini semua ke Aa, sebelum terlambat."


"Berarti Aang juga udah tau hubungan kita?" tanya Safina.


"Iya ternyata Aang diam diam sudah mengetahuinya." Ucap Zaed.


"Sungguh Aa Cinta sama neng, Aa juga ga mau kehilangan kamu, Makanya hari ini Aa mau menemui Bapak dan melamar Neng."


Safina tak kuasa menahan bahagia, campur meneteskan air mata, karena terharu dengan ucapan Zaed, yang ingin segera melamarnya.


"Jangan Lupa Doain Aa yah, doakan biar lancar, pulang membawa hasil yang baik."


"Pasti , neng pasti Doain aa. " sahut Safina.


Emak ternyata mendengar percakapan Bapak sama Safina saat tadi di telepon.


"Kenapa menyentak nyetak begitu si bang ?Marah marahin Safina di telepon, emangnya dia salah apa??? tanya Emak.


Ternyata Bapak Safina belum memberitahukannya soal semalam Haris datang melamar, karena saat malam itu Emak sudah tertidur pulas.


Lalu Bapak menceritakannya soal Haris melamar. Emak pun tak menyangka, dan agak sedikit terkejut.


"Jadi yang barusan saya dengar, Abang marah marah sama Safina, Soal itu " ???? tegas Emak.

__ADS_1


__ADS_2