Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
Kecerobohan


__ADS_3

Terdengar seruan dari luar " Wi Nawi ??" ternyata Bang Ruman yang memanggil Bapak Asnawi. Lantas Bapa menurunkan nada ucapannya, karena tidak ingin terdengar kalau lagi marah marah.


Safina merasa lega, karena ada Bang ruman datang Bapak jadi berhenti mengoceh.


Lalu Safina pergi ke rumah Bibi, sambil bantu bantu untuk persiapan acara pernikahan anaknya yang tinggal menghitung hari. Di sana ada Nenek, Emak, Bibi, dan saudara saudara yang lainnya.


Jam istirahat Zaed duduk bersandar di bawah pohon, sambil membuka ponsel, ia melihat WhatsApp Safina onlain.


Tumben Onlain ? gumam nya


Kemudian mencoba untuk mengirim Chat Wa, untuk memastikan.


Zaed :" P " setelah beberapa menit, Safina membalasnya.


Safina :" P juga"


Zaed :" Tumben aktif ??"


Safina memberitahukannya kalau ia sedang di rumah karena alasan ada acara pernikahan saudaranya.


Zaed :"Oh gitu .. kirain acara pernikahan Kamu Neng, Hehe " Canda Zaed.


Safina :"Emang mau kalo Aku Nikah duluan ?"


Zaed :" Boleh asal sama Aa"


Safina :" Hmmm...!!!"


Zaed :"Kamu sendiri mau gak nikah sama Aa ?"


Terlihat Safina senyum senyum sendiri sambil mengetik____

__ADS_1


Safina :" Kalo emang saling mencintai mah ?"


Zaed :" Eemm" Zaed mulai bingung, "ke intinya aja, mau apa nggak ?"


Safina :" Kalo kita saling mencintai kenapa mesti gak mau"


Zaed :" Oh jadi kesimpulannya MAU gitu yah".


Safina mengalihkan nya ia mulai bertanya sedang apa? Lantas Zaed menelponnya karena tak sabar menahan rindu.


" Aa lagi kerja Neng" jawab Zaed.


Zaed menceritakan kalau ia sudah tidak lagi bekerja di perusahaan Antam, sekarang bekerja di penghijauan, sebagai penanam tanaman borongan, pekerjaan ini memang tidak seberapa gajinya di bandingkan waktu masih bekerja di perusahaan antam. Namun Zaed tidak patah semangat, ia tetap percaya diri Walau banyak teman yang menyayangkan ia berhenti dari pekerjaan sebelumnya.


" Aa yang sekarang udah gak se-tajir dulu Neng" kata Zaed.


Zaed memang tidak se-tajir dulu, namun Safina tidak masalah setelah tau Zaed keluar dari tempat kerjanya yang di perusahaan Antam, tapi Safina merasa bersalah, karenanya ia harus kehilangan kerjaannya saat itu.


" Karena saat itu Aa bener bener gak bisa terima kenyataan harus kehilangan kamu".


Ya Allah sampai segitunya Cinta Aa sampai rela kehilangan kerjaannya !! gumam Safina merasa bersalah.


"Semua gara gara Aku, Aa jadi kehilangan kerjaannya, Maafin aku A__ ?"


"Ini bukan tentang salah siapa, Aa udah di kasih jalan takdirnya harus kayak gini Neng, Aa gak apa apa ko", jelas Zaed.


Dengan sikap bijaknya Zaed berhasil meyakinkan Safina, bahwa ia tidak apa apa dan merasa nyaman dengan pekerjaannya saat ini.


____________


Waktu silih berganti, hari demi hari sudah di lewati, Safina kembali ke PONDOK PESANTREN. ia diam diam ada janji dengan Zaed dan akan memutuskan untuk berangkat sendiri. Lantas Emak dan Bapak mengizinkannya tanpa ada rasa curiga.

__ADS_1


Hari Rabu Safina berangkat ke PESANTREN, seperti mana biasanya ia di jemput dengan Zaed di pertigaan warkop mbah Beket. Setelah sampai dan bertemu, Lalu Zaed membawanya berjalan jalan dahulu sebelum Safina kembali ke PESANTREN. Safina sudah melakukan kebohongan yang kedua kali, Safina tidak memikirkan akibat dari semua yang ia lakukan, Zaed juga sama ia tidak memikirkan resiko terlebih dahulu, sebelum mengajak Safina pergi.


Di perjalanan mereka sangat Bahagia, seperti yang sedang di mabuk cinta. Safina sudah berani berpegangan dan memeluk Zaed saat di motor, saat itu benar benar dunia terasa milik mereka berdua.


Zaed membawanya ke perkebunan teh, lalu mereka berhenti di sana sambil menikmati segelas kopi dan teh manis. Cuaca yang sangat sejuk di kelilingi dengan perkebunan teh, mereka sangat menikmati suasana ke indahan alam di sana.


Waktu semakin sore, karena keasyikan berduaan, mereka sampai ke sorean dan akhirnya Safina menyarankan untuk minta di hantarkan ke rumah temannya yang bernama Santi, kebetulan rumahnya satu arah dan satu kampung dengan Zaed.


Safina nekad ke rumah Santi dan menginap di sana, Saat siang tadi Bapak beberapa kali menelpon Aang selaku pemimpin PONDOK PESANTREN karena khawatir, Bapak bertanya apakah Safina sudah sampai di sana ? Namun ternyata Safina sampai sore ini pun belum juga datang. Setelah mendengar kata Bapak di telepon tadi, Aang sontak kaget karena ia juga khawatir Aang langsung terburu buru pergi mencari Safina ke setiap terminal angkot.


Aang belum juga menemukan Safina, padahal saat itu Aang sedang agak kurang sehat. Karena sangat khawatir ia sampai tidak memikirkan kesehatannya.


Safina sudah berbuat nekad, dan berbohong kepada kedua orang tuanya, selain itu Safina juga berbohong kepada Santi. Safina beralasan kepada Santi karena ingin mengambil bukunya yang sudah lama di pinjam Santi.


Menjelang malam Aang baru dapat kabar kalau Safina ada di rumah Santi, saat itu Aang mencoba menghubungi Santi, awalnya santi ragu untuk memberitahukan keberadaan Safina, karena Safina memohon jangan sampai Aang tau kalau Safina ada di sini. Zaed juga sama menyarankan agar orang dalam PESANTREN tidak mengetahuinya, karena alasan kasihan dengan Safina.


Akhirnya karena Santi sedang berhadapan dengan guru, ia pun tidak bisa membohonginya dan akhirnya jujur soal Safina dan menceritakannya. Setelah tau Aang mulai geram dan sangat geram setelah mengetahui, ternyata sebelum ke pesantren Safina pergi dengan Zaed dan setelah itu tidak langsung ke pesantren malah menginap di rumah Santi.


Aang sangat marah dengan perbuatan Safina saat itu, juga dengan Zaed, tapi Aang menutupinya di depan orang tua Safina, Demi nama baik pondok pesantren juga, Aang berbohong kalau Safina dari tadi sore sudah sampai di pesantren. Lalu Aang menyuruh Santi untuk menyampaikan ke Zaed, agar besok tidak mengantarkan Safina ke pesantren, Aang sudah punya suruhan untuk menjemput Safina.


Keesokan hari


Safina di jemput oleh orang suruhan Aang, sepanjang jalan Safina terus gelisah, karena Aang sudah tau yang sebenarnya.


Ya Allah aku udah berbuat ceroboh, aku ga bisa bayangin nanti bagaimana sikap Aang jadinya setelah aku sampai ke pesantren !!


gumam Safina dengan sangat gelisah.


Setelah sampai di pesantren Safina berusaha tenang, saat itu ia hanya bertemu dengan teteh, tanpa di sangka ketika Safina mengucap salam dan mencium tangan, Teteh terlihat membuang muka sambil cemberut, raut wajah teteh berubah drastis, yang biasanya ceria, hangat dengan Safina, sekarang berubah menjadi jutek dan cuek.


Sungguh kasihan Safina saat itu, selain Teteh, Aang, yang sudah di bikin geram, sebagian santriawati termasuk Hana yang lain juga di buat geram karena perbuatannya, sampai sampai mereka pun sikapnya berubah menjadi jutek dan cuek dengannya.

__ADS_1


Setelah kembali ke Kobong Safina seperti tidak mempunya teman, ia di jauhi termasuk Hana, sedangkan Ria terlihat senang setelah mengetahui perbuatan cerobohnya, yang sudah menjatuhkannya.


__ADS_2