
Beberapa bulan kemudian.
Haul dan ultah pondok pesantren, seluruh santriawan santriawati dan anak anak TPQ melaksanakan perlombaan, selain perlombaan juga ada pengajian antar alumni.
Pengumuman pemenang lomba antar santri, dengan sangat bangga juara umum jatuh kepada santriawati. Saat itu Safina sebagai ketua kobong di tunjuk naik ke atas panggung untuk mengambil hadiah berupa piala.
"Kepada Al- Ustad Hikam harap menaiki panggung, untuk memberikan penghargaan kepada pemenang juara umum." panggilan dari MC.
Lalau A Hikam naik ke panggung dan memberikan penghargaan berupa piala kepada Safina selaku ketua kobong. Seluruh santriawati berteriak menepuk tangan, karena terharu dan bahagia telah mendapatkan juara umum.
Zaed yang sudah tiba di Pesantren dari kejauhan ia telah menyaksikan pembagian hadiah santri di panggung, ia melihat Safina dari kejauhan.
Kamu kelihatan begitu bahagia hari ini, Aa senang lihat kamu tersenyum Neng !!!
gumam Zaed.
Tak henti henti Zaed menatapnya dari kejauhan, sampai ia hilang fokus saat Ajiz dan Adam mengajaknya ngobrol.
"fokus ya kalo liatin yang pada bening bening mah" Ajiz menyindir sambil cengengesan.
Saat Safina turun dari panggung dan mendekati kobong santriawati sontak dari belakang mengguyurnya dengan air sabun cucian, Safina berlari Hana dan santriawati yang lain saling berkejaran sambil tertawa, sebagai merayakan kemenangan.
Tiba tiba sekilas Safina melihat Zaed yang sedang duduk di depan rumah Aang, karena rumah Aang dan kobong asrama putri berdekatan sebelah samping rumah Aang.
Safina berhenti dengan heran
Itu kayak A Zaed ?? pikirnya.
__ADS_1
Lalu secepat kilat Safina masuk ke kobong karena malu takut Zaed melihatnya.
Berarti waktu aku berlari lari A Zaed lihat ??
duh Malu banget !!! gumam Safina sangat malu.
Zaed terlihat sedang asyik mengobrol, tiba tiba pandangannya ke arah kobong santriawati, ia berharap bisa melihat Safina lagi. Hatinya merasakan ada rindu yang menggebu, walau jarak telah memisahkan, namun hati dan cintanya masih seperti dahulu.
Neng walau jarak telah memisahkan, tapi cinta ini takkan bisa tergantikan, hanya kamu seorang yang Aa harapkan. Dunia begitu sempit mau kita lari sejauh mungkin kalau takdir sudah berkehendak untuk kembali bertemu, kita pasti akan di pertemukan !!! gumam Zaed dalam lamunan.
Dari kaca jendela pandangan Safina terus ke arah Zaed, ia pun merasakan rindu yang sama menggebu, namun saat ini hanya bisa menahan tanpa harus di ungkapkan. Sudah beberapa bulan Safina dan Zaed tidak ada komunikasi bahkan Zaed sudah mengganti nomor ponselnya. Saat itu Zaed hilang kontak begitu saja tanpa ada kabar, setelah Safina memahami ternyata ini ada hubungannya dengan kata kata Aang sejak itu.
Dari dalam kobong Safina terlihat mendekati jendela melihat ke arah Zaed yang sedang duduk di depan rumah Aang, seraya berkata dengan kesendiriannya yang begitu terlihat murung.
Aa kenapa hilang tanpa kabar, setidaknya dia kasih penjelasan dulu sebelum memutuskan komunikasi, tapi Aku yakin Aa pasti masih ada perasaan yang sama,
Lalu Safina berusaha menutupinya dan untuk tegar di depan Hana. "Nggak kok !! Aku merasa capek aja Han, abis lari lari tadi jadi pengen istirahat dulu gitu," jawabnya.
"Tapi Kamu basah kuyup gitu loh bukannya buru buru salin ke kamar mandi, apa karena habis lihat A Zaed, jadii.... hehe hayoo?", kata Hana sambil tertawa kecil.
"Oh kamu tau kalo ada A Zaed di depan sana??" tanya Safina dengan jutek.
"Nggak sih !! Aku tau dari cara sikap kamu nya yang beda".
"Kamu salah !!! gak salah lagi hehehe timpal Safina sambil berjalan menuju ke kamar mandi.
Saat berjalan di depan kobong Safina terlihat berhati hati karena takut Zaed melihatnya, sambil menutupi wajahnya dengan handuk, Hana menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan sikap Safina. Saat itu ada rasa bahagia campur galau, Bahagianya karena Safina sudah berhasil membimbing santri dan anak anak TPQ dengan hasil yang memuaskan, Safina sudah membuktikan kalau ia benar benar sudah IHSAN untuk dirinya.
__ADS_1
Namun galau nya Safina menyimpan patah hati yang mendalam, karena hubungannya yang menggantung ditengah jalan. Walaupun ia merasakan patah hati, rasa percaya diri telah menguatkannya untuk mempercayai cinta Zaed sampai detik ini.
Sedangkan hubungan Safina dengan Ria sudah satu bulan ini hubungan mereka sudah membaik, bahkan saat ini mereka terlihat dekat, Ria sudah menyadari bahwa menyimpan dendam dan kebencian itu hanya akan merugikannya. Dengan Hana pun sama mereka akhirnya saling menghargai satu sama lain.
_______________________
Selesai Acara Haul dan milad pondok pesantren
Seluruh Santriawan dan Santriawati Keesokan harinya di liburkan, dan untuk kepulangannya hanya di perbolehkan di jemput oleh orang tua. Karena hubungan Safina dengan Bapak belum begitu membaik, jadi yang jemput saat itu Emak dengan mengecer naik angkot.
Di perjalanan pulang Safina berjalan kaki bersama Emak menuju ke terminal angkot, di jalan Safina bertemu santriawan bernama Aldi yang menyukainya, kebetulan Aldi rumahnya memang tidak jauh dari pondok pesantren, Aldi menawarkan diri untuk mengantarkannya ke terminal angkot.
"Ehmm... Teh Safina gimana kalo Aldi antar sampai terminal angkot ?" tanyanya dengan senyum.
Lalu Emak menimpalinya dengan senang hati "Boleh tong antar Emak kalo mau mah sampai terminal angkot".
Safina terlihat tidak enak hati saat Aldi menawarkan diri untuk mengantarnya, tapi karena Emak sudah menyetujui, Safina jadi tidak bisa berkata apa apa. Aldi memang terlihat begitu keren dengan menggunakan motor ninja berwarna hijau nya, ia mengendarai dengan menggunakan koko dan sarung, tidak sedikit cewek cewek yang menyukainya, namun Aldi jatuh cinta kepada Safina yang usianya jauh lebih tua dari Aldi.
Terlihat canggung saat berboncengan dengan Aldi, duduk pun berjauhan karena tidak ingin terlalu nempel. Aldi terlihat senyum bahagia dalam hatinya berkata
akhirnya gua bisa deket sama teh Safina juga, Yesss !!!
Saat mendekati tanggulan tinggi Aldi mengerem mendadak karena tidak tahu kalau ada tanggulan di depan. Safina yang tadinya duduk tidak terlalu dekat akhirnya mendadadak nempel dangan Aldi karena kaget ditambah posisi jok motornya yang agak menurun ke bawah, Safina tak sengaja memegang kencang Aldi karena takut jatoh, jantungnya pun berdebar debar saat berdekatan dengan Aldi, ia jadi teringat momen waktu bersama Zaed.
"Duh maaf teh tadi Aldi mengerem mendadak, soalnya gak tau di depan ada tanggulan agak tinggi" ucapnya senyam senyum sendiri.
"Gak apa apa Al teteh kaget aja tadi kirain kamu abis nabrak apa", jawab Safina sambil geser duduknya lagi agar tidak terlalu nempel.
__ADS_1
Aku kenapa sih jadi deg degan gini, duuh Safina tenang tenaaaang kamu gak boleh sampai salah tingkah, kamu harus jaga image !!! gumamnya.