Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
Di antara dua pilihan


__ADS_3

PAGI MENJELANG SIANG


Zaed dan Ustad Hamka berpamitan untuk pulang ke Bogor.


Saat di perjalanan Zaed terlihat murung, ia selalu teringat ucapan Bapak Safina kemarin malam.


Jawaban yang gak pasti, bukannya Safina kemarin katanya udah bilang ke Bapak nya, soal hubungan kita. kenapa jawabannya jadi menggantung begini !!! ucapnya.


''Ustad Ana kenapa jadi ga enak hati begini ya"? tanya Zaed.


"Ga enak bagaimana Zay maksudnya"?


"Ana merasa ga yakin sama ucapan Bapak nya Safina ", Ana merasa dia kayak berat sebelah, lebih memihak sama Haris. karena emang dia yang lebih dahulu melamar Safina."


"Ana juga sama mikirnya gitu Zay, kelihatannya dari cara bicara, juga wajahnya, kayak ga suka sama kedatangan kita kemaren".


Zaed mulai gelisah, dalam hatinya terus bertanya tanya.


"Udah Zay jangan terlalu di pikirkan, positif Thinking aja. Ente jangan galau gitu, kita lagi dalam perjalanan, bahaya nyetir motor sambil ngelamun". kata Ustad Hamka.


Dua jam kemudian mereka telah sampai di rumah Ustad Hamka, Zaed beristirahat sejenak, sambil menikmati segelas kopi.


Safina yang sedang menanti kabar dari Zaed, terus memikirkannya sepanjang waktu. ia semakin cemas di tambah teringat kata kata Bapak yang waktu itu sangat marah, karena mengetahui hubungan Safina dan Zaed.


Ya Allah aku terus mencemaskan, Bagaimana dengan A zaed, apa dia dapat kabar baik ?


atau sebaliknya ?


Setelah satu setengah jam Zaed pamit.


ia masih terlihat murung.


ustad Hamka terus menasehatinya, " Zay kalo ada apa apa jangan sungkan cerita ya, Ana di sini selalu mendukung juga berdoa yang terbaik," ucap nya.


"Iya tad Ana pamit dulu ya", balas Zaed.


Kemudian dalam perjalanan Zaed mulai tidak kontrol diri, ia terus memikirkan Safina dan hubungannya karena teringat kata kata Bapak Safina. Tiba di jalan jembatan yang terlihat tidak ada orang satu pun, Zaed berhenti sebentar sambil berteriak, Aaaaaaaaaaaaaaaa... !!!


Zaed memutuskan tidak ingin balik dulu ke rumah, ia malah pergi ke rumah temannya karena ingin menenangkan diri.

__ADS_1


Umi mencemaskan Zaed yang sudah dua hari belum juga pulang dan juga belum ada kabar .


Lalu Aby mencoba menghubungi Aang, menanyakan apa Zaed ada di sana. Setelah itu ternyata Zaed tidak ada di sana, Karena Orang tua Zaed menanyakannya, Aang mencoba menghubungi Ustad Hamka dan menanyakan apakah udah sampai pulang, apa Zaed masih di situ.


Ternyata tidak, Zaed tidak ada juga di rumah Ustad Hamka. Lalu kemana Zaed pergi, ternyata Zaed pergi ke rumah temannya karena ingin menenangkan diri untuk beberapa hari.


Umi khawatir Lamaran Zaed tidak di terima dan menyangka, karena alasan itu lah Zaed tak pulang.


Adam teman Zaed menegurnya, "Dari tadi gue perhatiin lo murung amat Zay, apa yang lagi di pikirin lo kayak lagi ada masalah." ucapnya.


"Gue abis di tolak," sahut Zaed.


" Di tolak bagaimana maksudnya "? balas Adam


" Gue abis ngelamar cewek, udah dateng jauh jauh, tapi jawabannya menggantung, ga jelas,


pusing gue jadinya."


"Oh jadi itu permasalahannya, cewek lo orang mana emang, terus ko bisa lamaran lo di gantung. Gue jadi makin ga ngerti ada lamaran yang di gantung, maksudnya bagaimana, coba dah ceritain biar detail." kata Adam.


Lalu Zaed menceritakannya tapi tidak semua, karena ia rasa tidak seharusnya orang tau semuanya.


" Zaaay zay cerita lo udh kaya di sinetron indosiar aja, gue jadi sedih pengen ketawa". ucap Adam.


"Intinya mah menggantung Ang, belum jelas jawabannya." Ucap nya.


Di antara dua pilihan Bapak safina tampak kebingungan. di sisi lain ia berharap besar Safina bisa terima Haris, tapi kenyataanya Safina lebih memilih pacarnya, Zaed.


Tapi dengan Egonya , Bapak terus berusaha melakukan apapun, agar Safina mau menuruti perkataan orang tua.


Dengan rasa penasaran Emak Safina bertanya, soal yang semalam ada yang bertamu.


" Bang itu semalem siapa tamu, kaya nya baru liat saya, kirain yang pada mau mengurut," ucapnya.


"Itu tamu dari Bogor, si Fina pacarnya dateng kemari, mau ngelamar juga. "


"Astagfirullah hala'dzim ...yang bener bang?


terus apa jawabannya ?"

__ADS_1


"Gua bilang nerima kaga nolak juga kaga."


Masih mempertimbangkan, tapi jujur gua kaga setuju kalo Safina sama itu pacarnya, lebih setuju sama Haris. mendingan sama orang deket dari pada sama orang jauh.


"Haris mah udah jelas jelas babat bibit bobotnya, La itu Orang bogor, kenal juga baru gua, dateng dateng udah bilang mau ngelamar.


"Tapi biarin Safina kasih kesempatan buat milih Baang, ini kan pilihan buat masa depan dia. orang tua cuma mengarahkan, bukannya memaksakan juga menekan"!


"Pinter ngomong lu, gua udah lebih paham soal itu mah."


"Hmmm...ngomong salah, diem juga salah. ucap Emak !!!


Bagaimana tidak mungkin ia menolak lamaran Haris, Karena mereka sendiri sangat akrab antara Bapak dan Ustad Soleh. ia pun akan malu jika menolaknya, Bapak akan memihak ke Haris di bandingkan dengan Zaed.


Bapak berencana Hari Jum'at ingin mengunjungi Safina ke PONDOK PESANTREN. karena ingin membahas soal lamaran Haris. Bapak malah sibuk memikirkan soal jawaban lamaran Haris, di bandingkan memikirkan Lamaran Zaed. ia menganggap itu tidak berarti hanya buang buang waktu saja.


HARI JUM'AT


Di mana para santriawati di perbolehkan untuk mengambil Hand phone. Safina karena tak sabar ingin segera menghubungi Zaed, ia pun terburu buru ke kantor untuk mengambil Hand phone.


" Si Safina kaya orang mau berebut sembako, terburu buru begitu" ucap Hana.


Kemudian Safina kembali ke kobong ( kamar asrama putri ). Dan mencoba menghubungi Zaed, yang tak sabar ingin mendengar kabar.


Satu panggilan berdering di ponsel, Zaed yang sedang tidur santai, langsung mengangkatnya.


Safina :" Assalamualaikum Aa apa kabar ?"


Aku cemas memikirkan kabar dari Aa, bagaimana soal lamaran waktu itu ?...


Zaed Dengan rasa percaya diri, tak ingin terlihat murung saat bicara dengan Safina.


Zaed :" Waalaikum salam Alhamdulillah baik, Neng jangan khawatir, juga jangan terlalu di pikirin. Soal Lamaran Saat ini Bapak belum memberikan jawaban yang pasti.


Safina :" Ga pasti bagaimana nya A ??...


Bukannya Bapak udah tau hubungan kita, Safina yang mengatakannya waktu itu kan."


Kenapa Bapak harus memikirkan lagi.

__ADS_1


Zaed :" Mungkin waktu itu posisinya, antara dua pilihan Neng, Bapak masih membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan nya."


Aku yakin Bapak pasti ga merestui hubungan aku sama A Zaed, Aku juga yakin Bapak ga akan menerima Lamaran Aa. karena aku tau dari awal Bapak sangat ga suka, Aku punya hubungan sama A Zaed.


__ADS_2