
Ria akhirnya sekamar dengan Safina, Hana kaget karena melihat Ria memindahkan lemarinya ke arah kobong nomor 4, Hana terlihat tidak menyukainya, dengan sinis ia mengatakannya di depan Safia.
"Yang bener aja dia mau sekamar sama kita?
dari awal aku tuh udah ga suka sama dia."
Safina lantas menjawabnya dengan tenang
agar Hana bisa mengerti dengan keputusannya. " Ga apa apa Han, dia kan abis konflik sama Alfi ada baiknya kalau mereka di pisahkan, demi kebaikan bersama juga kan".
Ria berhasil pindah ke kobong 4, selama ini yang ia rencanakan berjalan dengan mulus. ternyata Ria punya tujuan dari awal ia masuk menjadi santri di pondok pesantren ini, sampai se-kobong /sekamar dengan Safina, Ria mempunyai Rencana yang tidak baik terhadap Safina, karena sebelum masuk ke pesantren Ria sudah mengetahui bahwa Safina adalah kekasihnya Zaed.
Yes akhirnya perlahan lahan gue bisa sekamar juga sama si Safina !! gumam sinis Ria.
Hana merasa tidak nyaman karena sekamar dengan Ria, dari awal yang terlihat tengil, juga sombong, Hana jadi malas untuk bertanya.
Kenapa sih dari awal Hana kayak ga suka banget sama Ria, padahal Ria anaknya ramah kalo menurut aku !!! gumam Safina yang terlihat heran dengan sikap Hana.
Rencana pertama berhasil sekarang Ria merencanakan Rencana yang ke dua untuk merusak hubungan Safina dan Zaed.
Baru saja terbebas dari perjodohan, sekarang timbul masalah baru lagi yaitu rencana jelek orang ketiga.
Hari demi hari dengan berjalannya waktu.
Safina semakin akrab dengan Ria mereka saling bercengkrama dan Ria mulai terbuka tentang ia pernah punya hubungan dengan seorang lelaki, namun lelaki itu menduakan nya demi wanita lain. " Dia alumni di pondok pesantren ini juga kalo ga salah" kata Ria.
Safina sedikit terkejut jadi teringat Zaed, karena ia juga punya hubungan dengan Alumni.
"Kalo boleh tau siapa namanya, mungkin aku kenal dari salah satu alumni yang kamu maksud tadi ?" tanyanya.
Ini yang gue tunggu tunggu, kata kata kayak gini nih yang gue suka !!!
Lantas Ria memberitahukan salah satu Alumni yang pernah menjadi mantannya, yang telah menduakan nya demi wanita lain.
__ADS_1
"Eemm Nama nya Zaed"!!! jawab Ria
Safina sontak kaget setelah mendengar jawaban Ria, Namun ia menyembunyikannya dengan wajah santainya.
Mungkin yang di maksud Ria bukan Zaed aku, kan nama Zaed banyak bukan satu aja !!gumamnya mulai gelisah.
"Kamu kenal gak teh sama alumni yang namanya Zaed ?" tanya Ria lagi.
Safina terdiam, bingung harus jawab apa karena yang ia kenal Zaed itu kekasihnya, dan Safina mengira tidak mungkin Zaed kekasihnya yang Ria maksud.
"Tapi yang aku kenal Zaed mulyana alumni sini" ucap Safina.
"Nah iyah emang itu yang aku maksud Zaed mulyana, dia mantan aku beberapa bulan yang lalu", Jawab Ria senyum senyum tengil.
Karena tidak menyangka, campur curiga, rasanya tak percaya, Safina tidak bisa menyembunyikannya, ia pun memberitahukan Ria kalau Zaed adalah kekasihnya.
" Jadi Zaed yang kamu maksud itu benar pacar kamu teh?" tanya Ria dengan berpura pura tidak menyangka.
"Iyah kita udah setengah tahun pacarannya" Jawab Safina terlihat galau.
"Ya ampun ga nyangka yah ternyata mantan aku yang dulu, sekarang pacaran sama teman se-kobong aku" ucapnya ada tawa bahagia di hatinya.
Ria pura pura tidak menyangka dan meminta maaf atas ucapannya kalau ada kata yang menyinggung. dia ga ada maksud untuk menjelekkan Zaed.
"Aku bener bener gak tau kalo Zaed itu pacar kamu teh, aku minta maaf yah?" kata Ria dengan aktingnya itu.
"Ga apa apa ko !! ini kan kebetulan, mungkin aku juga emang harus tau" Balas Safina dengan santai.
Hahaha puas deh gue sekarang bikin si Safina perasaanya gelisah campur aduk. biar dia ngerasain apa yang pernah dulu gue rasain juga, karena pernah di kasih harapan palsu sama si pacarnya itu. gumam Ria yang berhasil mempengaruhi Safina dengan ide jahatnya.
Hana menegur Alfi karena kesal gara gara mereka ribut, Ria jadi pindah kobong nomor 4.
"Heh Alfi gara gara kemaren pada ribut, pokonya kamu harus sebisa mungkin rayu si Ria biar dia mau balik lagi ke kobong 2". ucapnya dengan ketus.
__ADS_1
Alfi juga tidak habis pikir kenapa Ria jadi segitunya, jadi membesar besarkan masalah, padahal waktu mereka bertengkar hanya masalah spele.
"Aku juga heran sama si Ria, kenapa dia jadi membesar besarkan masalah, padahal waktu itu salah dia duluan", jelas Alfi .
Karena Hana lebih mengenal lama Alfi, jadi ia lebih percaya dengan ucapannya. Sambil meminta maaf atas tuduhannya tadi.
" Selain itu juga aku ga suka sama Ria, anaknya tengil", kata Hana agak judes.
"Aku juga mikir yang sama Han, selain tengil dia juga ga boleh salah dikit lagi, haduuh mentak setres deh lama lama sekamar sama dia mah". ucap Alfi yang sebal dengan sikap asli Ria.
Pukul 18.00 Sore
Saat itu cuacanya hujan gerimis, para santri sedang melaksanakan sholat berjamaah, hanya Safina dan beberapa santriawati yang tidak ke masjid karena berhalangan.
Jenal karena ada tugas, selesai sholat ia terburu buru langsung ke tempat kolam ikan, yang sedang di kelola Aang.
Di kobong 4 Safina sedang menghafalkan kitab, ia sontak kaget dan menaiki lemari pakaiannya, sambil menjerit jerit ketakutan meminta tolong, karana ada Ular masuk ke dalam kobongnya.
Jenal mendengar jeritan yang berulang ulang ke arah kobong asrama putri, Lalu Jenal bergegas ke asrama putri, Jenal bertemu Santriawati yang lain meminta tolong kepada Jenal, karena saat kejadian kebetulan ada Jenal yang sedang lewat.
"A Jenal tolong di kobong 4 ada Ular, Safina sendirian meminta tolong kita gak bisa berbuat apa apa." kata Santriawati sangat panik.
Jenal bergegas ke kobong 4 untuk menolong Safina, ternyata benar Ular sebesar lengan tangan berusaha mendekati Safina yang bersembunyi di atas lemari. Jenal berhasil menangkapnya dan membuangnya ke sungai.
Karena Syok Safina terlihat lemas dan langsung pingsan, Jenal lantas membawanya, memindahkan Safina ke kobong santriawati yang di sebelahnya.
Hana yang baru saja datang habis solat berjamaah, sontak kaget karena melihat percikan darah di kobong nya.
"Hah ko ada darah, ada apa ini ?"
Terlihat ramai di kobong sebelah, Hana menghampirinya, ternyata ada Safina yang tak sadarkan diri.
"Tau ngga tadi tuh Teh Safina di tolongin sama A jenal, terus karena pingsan A Jenal membawanya ke sini, Uuuuch soo sweettt romantis banget udah kayak di film film", ucap Alfi merasa terharu sambil mencubit pipi Hana.
__ADS_1