Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
Egois


__ADS_3

Safina takut Bapak menolaknya, terpikir bagaimana nasib hubungannya dengan Zaed.


"Pasrahkan semuanya sama Allah Neng, kita cuma bisa berusaha dan berdoa, mudah mudahan Allah mentakdirkan kita untuk selalu bersama. Intinya kita harus berprasangka baik", Jelasnya.


Safina memang tipe yang cepat tersentuh, saat bercakap dengan Zaed, ia tak tahan membendung air mata.


Bapak sudah tiba di PONDOK PESANTREN, Safina mendengar seruan dari luar.


"Teh Safina di Mudifah ( jenguk)" Seru santriawati.


Safina menyudahkan obrolannya karena ada Bapak datang menjenguk, dan menutupnya dengan terburu buru.


Safina tidak keluar menemui Bapak, ia sengaja berdiam diri di Kobong. Tak lama Bapak datang menemui Safina, Wajah Safina tampak asam dan di tekuk.


"Kenapa muka di tekuk begitu, Bapak dateng bukannya di sapa", ucapnya Bapak dengan ketus.


Safina rupanya masih kecewa dengan sikap Bapaknya kemaren, ia hanya sedikit bicara.


"Masih marah sama Bapak?...


Hmm...Bapak dateng kesini mau klarifikasi masalah kemaren."


Bapa menceritakan kebingungannya karena semalaman tidak bisa tidur mikirin ini semua, dan Bapa berharap Safina mau menurutinya.


"Semalam Bapak sholat istikharah berkali kali, terus ketika lagi tidur, dan mendengar ada bisikan Terima Haris_ terima Haris, Mungkin ini jawaban dari sholat istikharah Bapak Fin !!!" ucapnya.


Bapak yakin Haris yang tepat buat Safina, Liat Kepribadiannya dia orangnya sholeh, rajin ibadah, rajin ngaji. Bibit bobot nya juga kita udah tau.


"Udah pak udah....Maaf seribu maaf kali ini Safina ga bisa nurutin Bapa, ini soal perasaan , Fina ga mau di paksa nerima lamaran orang yang Safina ga suka. Di Hati Fina udah ada orang lain Paa Fina ga mau di paksa, Bapak harus ngertiin perasaan Safina juga Ini menyangkut masa depan Safina, bukan masa depan Bapak."


Astagfirullah Fin.. Gara gara pacaran tuh hati udah terpengaruh sama setan, Nafsu itu mah nafsu, cinta nafsu...!!!! tegas Bapak.


Lagi lagi Safina tak tahan menahan bendungan air mata. Seraya berkata " Maaf Pak Safina bener bener ga bisa".


Tampak Raut wajah Bapak begitu kesal, menahan Emosi.


" Gara gara Zaed iblis tuh, anak gua jadi kemakan rayuan iblis ".

__ADS_1


"Stoop Paaa... Bapak udah keterlaluan, ga bisa jaga ucapan". tegas Safina dengan penuh kecewa.


Bapak sangat marah, Safina tampak sedih saat itu. Yang di pikirkan hanya perasaan tidak enak sama orang lain bukan memikirkan perasaan anaknya, Bapak takut Kerabatnya kecewa setelah mengetahui Safina menolak lamarannya.


Akhirnya Bapak pergi meninggalkan kobong asrama putri, Dan kembali pulang.


Setelah sudah 3 hari Zaed kembali pulang ke rumah, tiba di rumah, Zaed langsung menuju kamar dan mengunci pintu, Tampak raut wajah yang murung. Keluarga dan Saudara bingung dengan sikap Zaed, yang tak seperti biasanya.


" Kayaknya dia lagi ada masalah, jangan tanyakan apa apa dulu ya, biar dia nenangin pikirannya dulu sendiri." Ucap Umi.


Apa iya Lamarannya di tolak ???


rasanya ga percaya. kalo emang benar, Malang banget nasib Zaed, apa yang dulu harus terulang lagi yang kedua kalinya.


Bapak yang sedang dalam perjalanan, terus menggerutu karena Sikap Safina, yang tidak mau menurutinya.


Bapak berencana untuk ke rumah Ustad Sholeh. Setelah tiba di sana, Bapak membahas soal lamaran Haris. Tanpa persetujuan Safina Bapak telah menerima lamaran Haris.


" Safina sebenarnya kurang menyetujui, mungkin karena ini terlalu dadakan, dia seperti belum siap. Tapi Ana jamin, berjalannya waktu Safina pasti mau nerima Haris, Ana kan tau betul watak dia. makannya saran Ana tunangan aja dulu, beri Safina waktu, biar dia pokus belajar dulu " Ucap Bapak.


"Ana bagaimana baik nya aja, kaga maksain juga, kalo emang kaga mau di buru buru, Haris siap kalo mau tunangan dulu. " Balas Ustad Sholeh.


Tanpa sepengetahuan Emak dan Safina, Bapak sudah menerima Lamaran Haris. Entah bagaimana perasaan safina nanti, setelah tau Bapak sudah menyetujuinya.


Setelah kembali ke rumah, Bapak memberitahukan Emak, bahwa ia sudah menerima Lamaran Haris.


" Apa Bang "??? Emak terlihat begitu kaget, setelah mendengar, perkataan Bapak.


"Si Fina emang udah setuju Baaaang, main di terima terima bae."


"Mau setuju, mau kaga ke, pokonya Safina harus terima. Gua udah terlanjur bilang ia, malu kan kalo gua tarik lagi ucapannya. Yang bener aja, mau di taro di mana muka gua, bisa retak hubungan gua sama Ustad Sholeh."


Emak pun tidak bisa berbuat apa apa, sudah menasehati juga , tapi Bapak benar benar tidak memperdulikannya, ia hanya memikirkan perasaanya tanpa harus memikirkan perasaan anaknya.


Hana tak sengaja, melihat Safina tampak matanya seperti yang habis menangis.


Safina kenapa yah akhir akhir ini dia kelihatan murung, ga seperti biasanya yang selalu ceria.

__ADS_1


Hana berusaha menghiburnya, mengajak keluar untuk membeli bakso. Mumpung semua kegiatan belajar di liburkan.


"Fin mumpung sekarang hari jumat, kita keluar yu, cari kuliner, jajanan jajanan yang aneh aneh gituu. Yu ah Aayyo Laaah..."


"Hmmm...gimana yaah" sahut Fina tampak malas.


" Kali kali kita refreshing, kepala udah ngebul nih Hehe.....".


Dari pada aku terus terusan galau, yang ada pikiran tambah ruet, mending makan bakso biar 6 sendok sambal. ucap Safina.


"Ya udah Ayo, tapi aku lagi kepingin makan bakso Han".


" Ok siap, kita kuliner sekarang yah ".


Akhirnya Safina melampiaskan kesedihannya dengan memakan bakso, pakai sambal rawit 6 sendok, cuka 3 sendok.


Hana bengong, karena melihat Safina makan bakso yang tak seperti biasanya.


Waduh...si Fina kesambet apa ya, makan bakso sambalnya 6 sendok, cuka 3 sendok.


"Fin finaa !!...itu kamu mau NGUAH sambal fin ??


"Jangan terlalu banyak beb, kasihan tukang baksonya, Cabe lagi mahal, bisa tekor dia nanti


Hehehe....maaf."


" Aku lagi pengen makan yang pedas pedas, yang asem asem. kenapa emangnya ada masalah?"


" Tentu ada masalah, kamu kan ga biasanya kayak gini, biasanya juga kalo makan bakso sambelnya setengah sendok, itu juga udah sehah sehhhaaahhhh..... Berarti ini namanya kamu lagi ada masalah."


" SO TAU kamu Han"...sahut Safina agak sensitif.


" Hello...Safina yang cantik juga baik hati, aku itu kenal kamu udah lama, bahkan sejak kamu baru lahir. bagaimana aku ga tau gerak gerik kamu, sikap murung kamu akhir akhir ini, aku kan teman sekamar kamu.


Ada apa sih emangnya, Nanti kalo kamu udah siap buat cerita, cerita aja aku siap ko jadi pendengar yang baik."jelas Hana .


Ayo Fin cerita ?? gumam safina.

__ADS_1


Aku tau ko Fin kamu itu sebenarnya lagi ada masalah, aku tadi ga sengaja dengar percakapan sama Bapak kamu.


__ADS_2