Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
frustasi


__ADS_3

Di Rumah.


Zaed kembali teringat dengan ucapan Bapak Safina dan teringat Safina yang di paksa tunangan, ia mulai geram sampai asbak roko yang di depannya tiba tiba di lempar dengan keras ke arah kaca lemari.


"Prangg"!!!


terdengar suara pecahan kaca di dalam kamar.


Zaed membuat orang rumah sontak kaget mendengar suara pecahan kaca tersebut.


Umi yang sedang di ruang TV bergegas ke kamar Zaed menanyakan apa yang terjadi.


" Astagfirullah kenapa kaca pecah Zay ?"


Zaed tak menjawab, ia tampak murung dan tidak ingin di ganggu oleh siapa pun. Lantas Umi meninggalkannya karena tidak ingin memperkeruh suasana.


Zaed kenapa lagi si, Ya Allah...!!!


Umi tak habis pikir dengan sikap Zaed beberapa hari ini, Zaed memang terlihat tertutup sulit untuk terbuka. Jadi tidak ada keluarga yang berani menanyakan permasalahan nya.


Abi Zaed menegur Umi yang sedang di depan pintu kamar Zaed. "kenapa lagi Mi si Zaed" tanya Abi.


" Kayaknya dia lagi pusing mikirin masalah Lamarannya yang habis di tolak, di tambah lagi lagi Zaed harus mengalami di tinggal nikah", jawab Umi dengan resah.


" Kalo gitu nunggu Zaed tenang dulu baru nanti kita pelan pelan menasehatinya" ucap Abi.


Suasana di rumah Safina sudah mulai tenang, seharian tidak mendengar lagi ocehan Bapak, tapi sayangnya Sikap Safina dengan Bapak tidak sedekat dulu lagi, mungkin karena masih ada rasa kegelisahan di hatinya sampai ia belum bisa mempercayai Bapaknya.


"Nunggu suasana adem dulu, baru nanti di bahas lagi soal rencana tunangan Safina sama Haris." kata Bapak di depan mang Rijal yang sedang bercakap cakap di saung.


Ternyata Bapak masih berharap besar, Safina mau bertunangan dengan Haris.


Sepertinya Cinta Safina dan Zaed memang sangat kuat, sampai Bibi Aminah datang ke Dukun untuk mengobati Safina pun tidak berhasil.

__ADS_1


Bibi Safina istri dari mang Rijal kembali kirim chat WA ke Zaed yang isinya ??


"Assalamualaikum, ini saya Bibinya Safina yang kemaren telpon, Saya cuma mau ngingetin, Jangan hubungi Safina lagi, soalnya sebentar lagi Safina segera tunangan sama lelaki pilihan Bapaknya, tolong jangan ganggu Safina lagi ya demi kebaikan, juga demi kedamaian hubungan seorang anak sama Bapaknya."


Dret dret dret...!!!


Terdengar suara getaran Chat WA di ponsel, Zaed yang baru saja selesai sholat Magrib, Zaed lantas membukanya, suasana hati yang saat itu sedang pilu, Akhirnya seorang Zaed tak kuat juga menahan bendungan air mata.


Zaed kembali murung, dan meratapi nasib hubungannya, tidak biasanya Zaed mencintai seorang wanita sampai segitu takutnya rasa kehilangan. Ternyata ia sungguh mencintainya dengan setulus hati dari lubuk yang paling dalam.


Bibi Sartika istri dari adiknya Umi menanyakan keadaan Zaed, lalu Umi mengatakannya --- "Sekarang dia udah mulai agak tenangan sih, coba aja temui "ucapnya. Lantas Bibi Sartika ke kamar untuk menemui Zaed.


"Ekhm...Zay ?? Oh lagi sholat ya ? tanya Bibi.


"Udah beres," sahut Zaed terlihat fokus menundukkan kepalanya ke ponsel, karena tak ingin terlihat kalau dia habis nangis.


"Bibi paham sama perasaan kamu sekarang ini Zay, Ini Ujian akan terasa ringan, kalau kamu menghadapinya dengan ikhlas dan sabar", ucap Bibi Sartika dengan bijak.


Zaed hanya terdiam, tanpa sepatah kata.


Pukul 02.00 Wib


Zaed dan Safina saling Chat WhatsApp, Safina sengaja menyuruh Zaed menghubunginya di pertengahan malam, karena Safina pikir kalau sudah jam segitu Bapak sudah tidur, Safina juga sebelum nya sudah tidur terlebih dahulu.


Dret dret dret... suara getaran Chat WhatsApp


Zaed:"Neng Udah solat tahajud belum ?"


Safina: "Belum A baru bangun hehe..." Jawab Safina dengan malu.


Zaed:"Kalo gitu kita solat sunah Tahajjud dulu bareng dari kejauhan, kita sama sama berdoa untuk hubungan kita". ucap Zaed penuh keyakinan.


Lalu mereka bersama sama melaksanakan solat sunah Tahajjud, setelah itu mereka saling mendoakan dari kejauhan.

__ADS_1


Selesai sholat sunah Zaed menghubungi Safina saling melepas rindu, Safina tidak berani bersuara keras, saat menelpon ia terdengar dengan suara bisikan, Mereka saling mengungkapkan perasaan dan kegelisahannya karena sama sama takut kehilangan.


"Neng Sebelum neng menikah sama orang lain, Apa Aa boleh bertemu untuk terakhir kali??" ucap Zaed dengan rasa pilu nya.


"Aa kenapa bilang begitu si, pake terakhir kali nya, kayak yang ga bakal ketemu lagi." Jawab Safina campur rasa sedih.


Lalu terdengar suara rintihan tangis, tak di sangka Zaed pecah tangisannya karena tak kuat menahan kesedihan dan hati yang patah cukup dalam. Safina tak tega mendengarkannya, ia pun tak kuasa menahan bendungan air mata.


" Aa SAYANG, CINTA sama kamu Neng, Hati Aa bener bener hancur karena kamu akan di miliki orang lain sepenuhnya". ucap Zaed begitu pilu bagai di iris sembilu.


" Jangan bilang kayak gitu, Aku belum tentu berjodoh sama Haris" jawab Safina dengan ketus.


"Sebelum janur kuning melengkung Aa masih ada kesempatan untuk memiliki kamu Neng ya kan ??" kata Zaed dengan yakin.


"Aa ga bisa ngebayangin kalau neng sudah menikah dan malam pertama sama Haris, kenapa harus dia bukan Aa." Zaed sudah mulai berkhayal karna agak frustasi.


Safina tampak geli dan ilfill setelah mendengar ucapan Zaed yang berfikir sampai sejauh itu.


"Aa jangan Konyol deh, mana sudi Aku mau malam pertama sama lelaki yang berkumis itu" kata Safina sangat ketus karena sangat tidak menyukainya.


Tak lama kemudian Safina mendengar suara yang aneh.


Khok..khook..khook !!!


Tanpa di sadari ternyata Zaed ketiduran, Safina yang sudah ngomong panjang lebar tak habis pikir " Kok bisa bisanya sih dia ketiduran secepat itu ??, hmm..dassar !!!" ucap Safina sedikit greget.


Keesokan hari


Tanpa di sengaja lagi Safina mendengar percakapan Bapak dengan Mang Rijal dan istrinya. Soal tunangannya dengan Haris.


Mang Rijal dan istrinya Bibi Safina, ingin menemui Safina, Lalu Safina di panggil sama Emak dan menyuruhnya untuk segera ke ruang tamu. Safina menghampiri ke ruang tamu dan duduk.


"Fin ada yang mau Mamang sampein mengenai rencana soal tunangan. Kenapa Fina kaga mau nerima keputusan orang tua, kaga ada orang tua yang menjerumuskan anak, setiap pilihan orang tua itu pengen yang terbaik. Nih liat Mamang sama Bibi, dulunya di jodohin, Bibi sampai ENEK banget liat muka Mamang, tapi sampai sekarang awet, rumah tangga sampai udah punya anak 4 malahan," ucap mang Rijal .

__ADS_1


" Tapi Safina udah punya pilihan yang lain, sebelum Haris melamar, Safina udah sama orang lain." Jelasnya nya dengan pendiriannya.


"Kalo orang tua kaga Ridho bagaimana?, apa Fina mau memaksakan sesuatu yang kaga dapet Keridhoan dari orang tua?" tegas mang Rijal sangat gregat.


__ADS_2