Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
Penyesalan


__ADS_3

Aku jadi terharu sama kata katanya, suami aku benar, aku terlalu mengikuti ego, jadi lupa cara berbakti kepada suami.


Bisnis onlain yang sedang di jalankan Safina memang berjalan dengan lancar, namun Safina terjerumus dalam hutang piutang saat itu. Ia terjebak dalam bank onlain sampai ganti lobang tutup lobang.


Safina memang terlalu angkuh dengan suaminya, karena perasaannya yang selalu merasa bisa menghasilkan uang sendiri, dan ingin tidak terus bergantung dengan suami.


Naasnya ia terjebak dalam hutang dan menyembunyikannya seorang diri, tanpa sepengetahuan suami.


Sampai sekian lamanya bahkan berbulan bulan Safina menyembunyikan kesulitannya itu dalam tagihan hutang Bank onlain, namun seiring berjalannya waktu Zaed merasa seperti ada yang beda akhir akhir ini dengan sikap istrinya, tampak murung dari raut wajahnya yang tidak sumringah. Safina juga terlihat kucel jadi malas berdandan tidak seperti biasanya, yang selalu terlihat cantik dan wangi jika ada suaminya.


Kenapa ya sama sikapnya, gak biasanya dia kayak gitu, seperti ada yang di sembunyikan,


batin Zaed mulai bertanya tanya.


Tapi Zaed tidak langsung menanyakan, ia ingin memastikannya dulu biar lebih jelas. Saat itu Zaed sedang berbincang dengan Emak, mencoba menanyakan soal perubahan sikap Safina.


"Mak, saya mau tanya, itu Safina kenapa ya akhir akhir ini keliatan murung, dari wajahnya juga kusut gitu di liatnya gak seperti biasanya?"


"Emak juga sebenarnya sama mikir gitu juga, kenapa itu dia jadi begitu, kayak ada beban yang di pendam. Coba apa tanyain pelan pelan", ucap Emak sudah merasa curiga.


Yang gua takuti, yang di khawatirkan kejadian di anak gua, soalnya dari awal dengerin cerita si Mala banyak orang pinjem duit di bank onlain, gua jadi kepikiran takut si Safina begitu !


Safina memang berusaha terlihat tidak seperti ada beban dan masalah, ia menyembunyikan beban pikiran yang di pendam dan berusaha tegar di hadapan suami juga kedua orang tuanya. Tapi firasat seorang ibu dengan anak itu sangat kuat, Emak sudah mulai merasakan ada yang tidak beres di hati Safina, Emak merasa ada sesuatu yaitu beban yang di pendam olehnya sejak lama.

__ADS_1


Pada Sore hari ada Mala datang kerumah untuk menemui Safina, kebetulan saat itu di rumah hanya ada Safina dan suaminya. Safina terlihat bingung karena Mala datang tanpa memberitahukan terlebih dahulu, dan langsung menanyakan uang yang beberapa hari yang lalu di pinjam Safina untuk menutupi hutangnya ke bank onlain.


"Fin maaf nih gua dateng gak bilang bilang, soalnya gua ada keperluan dadakan nih jadi terpaksa dah gua nanyain duit yang kemaren lo pake", kata Mala.


Dengan terkejut, campur rasa takut, Safina berusaha bersikap tenang di depan Mala.


"Oh iya Ka gak apa apa, kebetulan Saya juga emang udah ada, suami saya baru pulang. kalo gitu tunggu sebentar ya ka?"


Lantas Safina tampak kebingungan ketika masuk ke kamar, ingin berterus terang kepada suaminya namun sangat berat, karena ia tidak ingin suaminya kecewa karenanya. Tapi Safina tidak ada pilihan lain, dengan sangat terpaksa waktu Zaed sedang sholat, ia memberanikan diri mengambil uang suaminya di dalam dompet yang masih di dalam kantong jaket suaminya.


Lalu Safina keluar memberikan uang sejumlah tujuh ratus ribu kepada Mala.


Hati semakin berdebar kencang karena cemas, Safina takut ketahuan karena uang suaminya di dompet berkurang.


Bagaimana ini ? aku gak bisa kayak gini terus, aku harus jujur sebelum ketahuan.


Seperti halnya Safina, sepintar pintarnya ia merahasiakan kebenaran akhirnya ketahuan juga. Karna waktu itu sudah di jalan buntu, tidak tahu cara apa lagi yang harus di lakukan, agar tidak terus terusan di kejar kejar hutang. Safina pasrah jika kebenaran yang ia pendam akan secepatnya ketahuan oleh suami juga kedua orang tuanya. Yang Safina lebih takutkan adalah takut kena marah Bapaknya.


Safina menyesali atas semua tindakannya yang salah, selesai sholat ia berdoa dan memohon.


Ya Allah berikan aku jalan, aku gak tau lagi harus bagaimana agar tidak terus terusan di teror sama Debkolektor, jika hari ini juga suami dan kedua orang tua harus tau, bukakanlah pintu hati mereka, agar tidak memarahi aku.


Pada saat itu setelah selesai sholat, Safina lantas mendekati Zaed yang sedang berbaring di ranjang. Dan memegang telapak tangan Zaed seraya berkata,

__ADS_1


"Aa..! Aku minta maaf atas segala kekurangan selama ini belum bisa menjadi istri sekaligus seorang ibu yang baik," ucap Safina sambil sungkem di depan suaminya itu.


"Kenapa Fin, kok tiba tiba bilang kayak gitu?"


kata Zaed.


Sambil menangis Safina memberitahukan kalau ia tadi sudah mengambil uang suaminya tanpa sepengetahuan, dan mengungkapkan bebannya yang sekian lama terpendam. Zaed sontak kaget mendengar ungkapan istrinya, yang terjerat dalam hutan bank onlain sekian juta. Sangat beruntung, Zaed langsung berusaha menenangkan dan menasehatinya, tanpa ada rasa kesal sedikit pun di raut wajahnya.


"Jadikan pelajaran buat kedepannya, kalo ada apa apa jangan suka diam diam sama suami. Kalo ada masalah cerita jangan di pendam sendiri, begini kan akhirnya, jadi beban pikiran kamu yang capek sendiri," tegas Zaed merasa kasihan dengan istrinya.


Safina tidur di pangkuan Zaed, sambil memegang tangan memohon maaf tak henti karena merasa menyesal.


"Udah jangan nangis terus Fin, gak enak kalo ada yang denger takut di sangka nya kenapa kenapa. Iya udah di maafin yang penting jangan di ulangi lagi, cukup ini yang terakhir," ucap Zaed.


"Aa pasti nyesel punya istri kayak aku, iya kan?"


"Gak ada yang harus di sesal, setiap orang mempunyai ujian nya masing masing, mungkin ini ujian buat Aa, harus bisa menerimanya dengan ikhlas, mungkin salah Aa juga karena belum bisa membimbing istri dengan baik," jelas Zaed.


"Nggak Aa, jangan bilang kayak gitu, ini salah aku yang terlalu ceroboh," timpal Safina.


"Yaudah cup cup cup !!!"


Ya Allah terimakasih ternyata apa yang aku takuti tidak terjadi, aku bersyukur banget ternyata Aa gak marah. Dia malah beri nasehat dan bikin hati ini tenang.

__ADS_1


Mengenai soal bank onlain ternyata Zaed sudah beberapa hari yang lalu sudah mengetahui, kalau Safina bersangkutan dengan pinjaman onlain. Karna pada beberapa hari yang lalu, Zaed mendapat pesan dari Debkolektor, memberitahukan kalau Safina mempunyai tunggakan hutang yang belum di bayarkan.


Zaed memberitahukan istrinya kalau ia sempat mendapatkan pesan tersebut. Lalu Safina terkejut, karena apa yang ia khawatirkan akan terjadi, yang mana jika telat dalam membayar hutang onlain di bank ilegal, seluruh nomor kontaknya akan di sadap oleh pihak bank ilegal, dan mengancam di sebar luaskan jika si peminjam menunggak sehari saja.


__ADS_2