
Kakek tidak tahu kalau hubungan mereka sedang tidak baik baik saja, Kakek malah memberikan nasehat agar hubungan mereka tetap terjaga, bahkan berharap agar hubungannya sampai ke jenjang pernikahan.
Zaed dan Safina duduk diam terpaku, mereka bingung harus jawab apa, Zaed memang terlihat pendiam saat berkumpul dengan keluarga, sangat berbeda ketika berkumpul dengan teman teman nya.
Lalu Safina dan Zaed hanya menjawabnya dengan senyuman, sambil ucap "Amin" dalam hati.
Gua pangling liat Safina, apa karena baru ketemu lagi karena udah lama ga ketemu, gumam Zaed.
Zaed diam diam mencuri pandang Safina, dan mulai terpesona dengan kecantikannya.
Ketika Safina mencuri pandang juga, Zaed lantas memalingkan pandangannya.
Kakek merasa ada yang aneh sama sikap mereka berdua karena sama sama diam.
Wida dan Umi mengintip dari dapur, mendengarkan perbincangan Mereka yang sedang di ruang tamu.
"Akhirnya mereka bisa bertemu juga ya Mi ide Wida sukses juga hehehe".
"Tapi Aa kamu kayak patung diem aja". sahut Umi.
Karena Umi kasihan dengan Safina yang di diamkan Zaed, Umi langsung menyuruhnya segera makan bersama Wida.
"Teh sekarang makan dulu yuk ! sama Wida di dapur udah nungguin", kata Umi sangat ramah.
Kakek dan Aby juga menyuruhnya untuk segera makan, lantas Safina pergi ke dapur juga untuk makan. Kakek menasehati Zaed agar tidak bersikap dingin dengan Safina dan berkata.
"Kan boleh lu suka kenapa sekarang dia di cuekin? besok antar dia balik sampai jalan raya" ucap Kakek.
"Hmm Iya tenang" sahut Zaed tampak malas
sambil pergi keluar.
Sambil makan Wida menanyakan soal berapa lama pacaran sama Aa Zaed, Safina menjawabnya sudah delapan bulan.
"Oh belum terlalu lama yah kalo gitu" jawab Wida dan Safina hanya tersenyum.
"Aa sifat aslinya emang kayak gitu teh dingin juga pendiam orangnya, sama keluarga juga jarang ngobrol," kata Wida.
"Tapi kalau di Hp dia asyik orangnya, suka humor juga", jawab Safina dengan timpal.
"Iya kalau sama orang lain emang gitu beda tea sikapnya, di rumah juga kalo lagi kumpul sama teman teman dia banyak bicara juga canda", balas Wida.
__ADS_1
"Oh gitu yah" sahut Safina.
Selesai makan Safina di ajak ke rumah Kakek, Umi ingin mengenalkannya dengan Nenek,
Sampai di sana Safina bersalaman dengan Nenek juga adiknya Umi.
"Oh ini yang namanya Safina, ya Allah cantik banget," kata Nenek dengan terharu.
Nenek bertanya tentang Safina dan keluarga, mereka saling bercengkrama dan menceritakan juga kepribadian Zaed, Safina terlihat akrab dengan Nenek dan Adik Umi.
"Nenek dukung banget hubungan kalian mudah mudahan berjodoh sampai nikah ya Neng" ucap Nenek.
"Amin Nek makasih doa nya".
Umi juga berharap yang sama, Zaed dan Safina bisa sampai ke jenjang pernikahan. Umi menasehati Safina agar sabar dengan sikap Zaed, karena yakin Zaed sebenarnya sangat mencinta Safina.
Malam hari
Di malam hari Safina beristirahat sama Wida di kamar Zaed, malam itu Safina terlihat sendirian karena Wida sedang tidak bersamanya. tiba tiba Safina kebelet ingin ke kamar mandi, ketika mau keluar dari kamar Safina mengintip dahulu ke ruang tamu, karena malu saat keluar. Ternyata tidak ada orang Safina lantas bergegas ke kamar mandi.
tidak lama kemudian _____
Zaed yang sedang duduk di luar tiba tiba mendengar suara teriakan di dalam rumah, ternyata suara Safina karena kaget saat ia mau keluar dari kamar mandi, lampu di seluruh rumah mati secara tiba tiba tidak ada angin tidak ada hujan.
"Hah mati lampu, terus barusan yang teriak siapa di dalam ?" kata Zaed dengan sendiri.
Lantas Zaed masuk ke dalam rumah untuk mencari suara teriakan tersebut, Safina yang tampak ketakutan di luar pintu kamar mandi, karena gelap ia tidak bisa bergerak sambil memanggil Wida.
Widaa...Widaaaa.... !!!
Memang saat mati lampu di dalam rumah tidak ada siapa siapa hanya Safina seorang, Zaed ke arah dapur sambil menyoroti dengan ponsel, dari kejauhan Zaed melihat ada orang di depan pintu kamar mandi sedang duduk membungkuk sambil menutupi matanya dengan tangan, saat mendekati ternyata Safina sedang ketakutan.
"Ekhm...kamu lagi ngapain di situ?" tanya Zaed.
Lalu Safina mendongakkan kepalanya seraya berkata " A..a.. Aku abis dari kamar mandi, terus tiba tiba mati lampu, Aku gak bisa ke kamar karena gelap." jawab Safina detak jantungnya berdebar kencang.
"Yaudah ayu di antar ke kamar", kata Zaed.
Saat bangun dan berjalan di belakang Zaed, Safina sontak kaget menjerit lagi dan menangkap tangan Zaed dari belakang karena di kakinya ada anak kodok menempel.
"Maaf gak sengaja !!! barusan ada yang nempel lembek lembek di kaki".
__ADS_1
"Apa yang lembek lembek" tanya Zaed sambil menyoroti ke bawah lantai. "Ooh cuma anak kodok", katanya lagi.
Hiiih Segala ada kodok nyebelin banget, aku kan jadiii....!!! gumam Safina merasa grogi.
Zaed tampak senyum senyum sendiri melihat kelakuan Safina barusan yang takut sama anak kodok, dalam hatinya berkata
Sama anak kodok bae takut, apalagi sama biangnya.
Sampai di depan pintu kamar, Zaed mengantarkannya, "Makasih yah udah di anterin" ucap Safina.
Wida datang dari luar karena habis dari rumah kakek lalu ia agak sedikit terkejut
Kok !!! waaah kok bisa kayak gitu? gumam Wida merasa senang.
"Iya sama sama" sahut Zaed lalu pergi keluar.
Wida berjalan santai sambil memainkan ponsel pura pura tidak tahu, kemudian ke kamar menemui Safina.
"Duh teteh sendirian yah, maaf aku tadi ke rumah Kakek dulu nyusul Umi."
"Iyah gak papa ko, Eemm di sini mati lampunya suka lama gak?" tanya Safina.
"Mmm....Gak tentu sih, kadang lama kadang sebentar, mudah mudahan sih gak lama mati lampunya" balas Wida.
"Kalo teteh mau ke kamar mandi bilang aja biar Wida antar", katanya lagi.
Safina menjawabnya kalau ia sudah ke kamar mandi sebelum mati lampu, dan menceritakan kejadian saat mati lampu ia bertemu Zaed di dapur.
"Serius teteh ??? Uuuuuch soo sweeeettt !!!" kata Wida sambil mencubit paha Safina.
Dan menceritakan saat ada anak kodok di kaki nya, "Saking geli nya teteh sampai memegang tangan A Zaed".
Wida tertawa kecil seraya berkata "Gak sekalian aja di peluk Hihi" sambil merebahkan badannya.
"Hmmm...capek deh !!! sahut Safina senyum senyum bahagia.
Keesokan hari
Di pagi hari pukul 08.00 Safina berpamitan dengan keluarga Zaed, semua keluarga dan saudara berkumpul, mereka tampak begitu senang melihat hubungan Safina dengan Zaed, sampai memberikan bekal dan uang kepada Safina untuk ongkos pulang.
"Neng jangan kapok yah main ke sini, nanti kapan kapan main lagi" kata Bibi Sartika dengan nada sedikit rendah.
__ADS_1