
Hana menghubungi dan menanyakan kabar Safina, ia berencana ingin berkunjung ke rumahnya setelah idul fitri. Fina bercerita selama liburan di rumah hana pun sama. mereka berteman cukup dekat tak ada rasa sungkan untuk bercerita. Namun soal hubungan Fina belum menceritakannya, karena belum siap dan terlalu cepat juga untuk memberitahukannya.
"Oh iya Fin, kamu udah selesai belum hafalannya" ?.....tanya hana
" Aku baru setengahnya Han" sahut Fina.
"Udah akhir puasa ini kita, ada waktu dua minggu lagi, rasanya beda yah hafalan di pondok sama di rumah. kalau di pondok semangat terus, sedangkan di rumah godaan terus malas terus Hp terus, benar ga Hehehe.... " ucap Hana sambil tertawa.
"Iya Han aku juga sama,
Itulah gunanya kenapa kita di PESANTREN kan, agar terus semangat dalam belajar dan menghargai waktu."
"Anjay betul banget Fin" sahut Hana.
"Ya udah Fin aku tutup teleponnya dulu yah, Oke seraya berkata Lebaran bener yah main ke rumah aku. Insya Allah yah say sahut Hana" .
Terdengar seruan dari luar rumah, memanggil nama Fina, ternyata Lies sahabat semasa kecil nya. Selain lies ada dua sahabat lagi bernama Yuni dan dewi, Yuni sudah berumah tangga, sedangkan dewi masih kerja.
" Hay Safina apa kabar lo ? "
Safina pun menjawabnya "Eh Lies alhamdulillah baik" dan menanyakan balik, lo juga apa kabar lies?"...
"Baik Fin alhamdulillah," sahut lies. Lies juga menanyakan balik "Gimana di pondok betah loe?" Safina menjawabnya "Alhamdulillah Gimana situasi hati, kalau suasana hati lagi enak, ya betah, kalau lagi ga enak, ya bawaannya pengen pulang Hehe...!!!
Lies memberitahukan kalau temannya yuni sudah punya anak.
"Oh ya ampun udah punya anak aja dia, baru juga kemaren main, ngaji sama kita ya lies ?" Kata Safina.
"Iya Fin dia seharusnya udah punya dua, karena yang pertama meninggal anaknya cewe, sekarang punya lagi yang kedua cowok." ucapnya.
Lalu Safina mengajaknya nanti setelah lebaran untuk menjenguk Yuni sekalian bersilaturahmi.
"Iya Fin tinggal atur waktunya aja gue mah jangan lupa konteks Dewi juga", jawab lies.
__ADS_1
Dewi semenjak lulus SD langsung melanjutkan kerja di PT, sedangkan Lies masih melanjutkan sekolahnya, saat ini dia sedang melanjutkan sekolah SMA yang tidak lama lagi akan segera lulus dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Tidak lama kemudian Lies pamit pulang, karena ada panggilan telepon dari abang nya.
Malam takbiran
Tak terasa sudah mendekati hari raya lebaran, malam itu Zaed kembali menelpon Safina. Saat itu Fina sedang di kamarnya, ia tidak menyadari bahwa ada bapak nya sedang duduk di ruang TV. Tanpa di sengaja Bapak mendengarnya, Lalu bapak menegur Fina sampai di depan pintu seraya berkata.
"Fin malam malam lagi ngobrol sama siapa itu, inget waktu jangan main hp mulu. "
Fina kaget dan bergegas mematikan obrolannya.
Dengan sinis Bapa mengomentari Fina,
"Di perhatiin setiap waktu tiap detik kaga lepas lepas itu sama Hp, pulang pesantren bukanya mutola'ah kitab kitab, malah sibuk sama hp. Maen hp boleh tapi harus inget waktu, jangan udah malam begini masih melototin hp, Besok besok kalo kaya gitu lagi di sita Hp nya sama Bapa."
Safina tak bisa berkata apa apa, matanya berkaca kaca, ia pun menyesalinya.
"Iya pa Fina ga kayak gitu lagi besok besok" ucap Fina, dengan wajah sedihnya .
"Bapa kaya habis ngomel ke si Safina. "
Lalu emak menghampiri kamar fina,
"Jangan terlalu di pikirin kalau sayang sama Hp gunain biar bener. Kan tau sendiri Bapa lu mah, jangan mancing mancing emosi ya tidur sana, besok kan hari raya Idul Fitri bangunnya jangan kesiangan, jangan lupa baca falaq binnas dan kulhu 3x 3x sambil tiupin ke telapak tangan terus usap ke muka, dari dada ke pusar.. dan kaki, kemudian baru dah baca doa tidur.
Emak tipe orang tua yang cerewet juga sangat perhatian sama anaknya. Sedangkan Bapa tipe yang keras juga ego, tapi di balik sifat keras dan egonya, siapa sangka Fina dan Uzwah lebih dekat dengan Bapak di bandingkan dengan Ema .
Zaed kepikiran soal Safina yang tiba tiba mematikan teleponnya tadi, di WA pun tak di balas.
Setelah Ema menasehati, Fina kemudian tertidur pulas, Lalu emak keluar untuk meninggalkan kamar.
Hari raya IduL Fitri
__ADS_1
Pagi hari sekali Fina,Uzwah dan dua sepupunya Elsa sama hasanah, sudah siap siap untuk berangkat ke mesjid melaksanakan solat Idul fitri. Setelah selesai melaksanakan solat idul fitri, Setiba di rumah Fina dan Uzwah bersalaman dan meminta maaf kepada Ema dan Bapak. Teringat semalam habis kena marah bapa.
Safina sungkeman dengan Bapak seraya berkata "Maafin Safina ya pa semalam udah bikin Bapa kesal ?"
" Iya bapa maafin" sahut bapa.
Safina teringat Zaed, ingat obrolannya waktu semalam, yang tiba tiba memutuskan teleponnya, tanpa ada penjelasan terlebih dahulu.
Kemudian Fina langsung memberikan penjelasan ke Zaed, dan mengucapkan
" Assalamualaikum, mohon maaf lahir batin yah aa ? Aku minta maaf semalam memutuskan telepon begitu aja ga kasih penjelasan dulu. "
Beberapa menit kemudian Zaed yang habis pulang Ziarah ke makam, langsung ke kamar untuk mengambil Hp. terdengar suara getaran, ia pun mengeceknya, ada banyak chat yang masuk termasuk chat dari Fina, Zaed pun membukanya terlebih dahulu chat dari Fina.
"Waalaikum salam, mohon maaf lahir batin juga Neng. Hmmm...kenapa emangnya semalam Neng, apa alasannya karena Bapa ?
"Iyah a semalam ada Bapa, Aku habis di marahin, terus abis itu Neng ketiduran, jadi ga sempet kasih penjelasan dulu ke aa ".
"Aa udah menduga, pasti alasannya itu, Aa minta maaf yah gara gara aa neng jadi kena marah".
"Nggak....ini bukan salah aa ko"
Tiba tiba Zaed ada panggilan telepon dari Ria, Akkhhhhh.....apa lagi si !!!
Zaed mengabaikannya, karena ia merasa itu tidak penting.
"Hmmmmp....ko ga di angkat angkat sih padahal dia lagi onlain, Aku kan mau ngucapin mohon maaf lahir batin" gerutu Ria.
Dan selain itu ternyata Ria berencana ingin ke rumah Zaed, untuk membawakan bingkisan kue buatannya.
Aku ga boleh kasih tau a Zaed dulu, biar ini jadi kejutan kalau aku mau ke rumahnya.
Yesss !!Emmmm... semoga a Zaed suka sama kue bikinan aku. Apalagi aku kan pintar bikin kue, Umi pasti menyukainya.
__ADS_1
Kali ini aku harus bisa mengambil hati dia, dengan cara apapun akan aku lakukan.
Maaf aku sudah terlanjur cinta sama kamu a, jadi sulit rasanya aku untuk melupakan dan menghilangkan perasaan ini. Soal pacarnya atau siapa aku gak peduli, yang aku pedulikan bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan kembali hati nya.