Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
berbeda dari sebelumnya


__ADS_3

Wida menyusul Safina di jembatan, saat itu pertama kalinya mereka bertemu. "Ayu teh kita ke rumah dulu Wida kan belum rapi rapi hehe" kata Wida.


"Kamu kenapa bohong sama teteh, katanya kita ketemuan di jembatan tapi kok malah ajak teteh ke rumah?", tanya Safina sedikit kecewa kecewa berharap.


"Sekarang mending ke rumah dulu, nanti Wida bahas di sana, Umi pengen ketemu teteh katanya, tenang kok ga ada A Zaed di rumah" ucap Wida meyakinkan Safina.


Mau tidak mau dengan sangat terpaksa Safina menuruti kata Wida, karena perjalanan jauh juga Safina terlihat lelah juga haus.


Akhirnya Safina di ajak ke rumah sama Wida, di sana ada Aby dan Umi, Safina bersalaman dan di persilahkan duduk. Safina mulai terlihat gugup, Tenang Safina tenang !! kamu gak boleh gugup apa lagi sampai salah ngomong gumamnya tampak berkeringat dingin.


Ketika Aby dan Umi bertanya, Safina menjawabnya dengan tenang, Umi membahas soal hubungannya dengan Zaed dan menceritakan keterpurukan Zaed saat lamarannya di tolak dengan Bapak dan menikah dengan orang lain.


Safina memberitahukan kalau ia sudah tidak ada lagi hubungannya dengan Haris. Bapak udah menyerahkan keputusan kepada Safina.


Ia juga menceritakan hubungannya dengan Zaed yang sedang menggantung, namun Safina memberitahukan kalau kedatangannya bukan untuk menemui Zaed, akan tetapi tujuan sebenarnya ingin menghadiri acara pernikahan Ria teman nya.


Kemudian Safina di panggil sama Wida " Teh Safina ke kamar aku dulu yuk sini?", ajaknya.


Umi juga menyuruhnya untuk segera ke kamar Wida "Yaudah mending istirahat dulu di kamar Wida yah.


"Iyah Umi makasih, Safina juga sekalian mau ikut sholat Zuhur dulu." jawabnya sambil senyum.


Selesai sholat Mereka saling bercengkrama sambil tertawa, Zaed pulang Umi memberitahukan nya kalau di kamar Wida ada Safina, Zaed sontak kaget Hah apa iya ?? gumamnya sambil menghampiri kamar Wida, Zaed melihatnya dengan tersenyum, Safina sontak kaget dan menutupi wajahnya dengan bantal, lalu Zaed pergi lagi karena merasa gugup.


Hih gitu doang !! senyum weh ga nanya, gumam Safina merasa agak kecewa.


"Cie nervous ada ayang nya hehe" kata Wida sambil bercanda.


"Teteh jadi gak enak, takut di sangka nya teteh yang pengen datengin Aa" kata Safina merasa malu.


"Santai aja, teteh jangan berfikir gimana gimana, Wida juga minta maaf udah bohongin teteh" ucap Wida.

__ADS_1


"Nggak perlu minta maaf kan kamu gak ngelakuin kesalahan hehe" Jawab Safina.


Setelah satu jam kemudian Safina dan Wida bersiap siap untuk datang di acara pernikahan Ria, Umi dan Abi menyuruh Zaed dan Dede untuk mengantarkan Safina dan Wida . Tampak malu dan gugup ketika Safina berbonceng dengan Zaed, mereka seperti yang baru kenal lagi.


Di perjalanan mereka saling diam, Zaed ingin bertanya tapi merasa gengsi, Safina juga ingin bertanya tapi ia ingin Zaed yang bertanya terlebih dahulu.


Dingin banget, nanya ke apa ke basa basi ? gerutu Safina.


Setelah beberapa menit Zaed mulai bertanya "Apa kabar ? kesini nya sendirian?" tanya Zaed.


Nah dari tadi ke kayak gitu jangan diem diem aja aku kan jadi ngantuk.


"Alhamdulillah baik, aku kesini nya sendiri, jangan salah paham, aku kesini karena di undang di acara pernikahan Ria, gak lebih ko", tegas Safina.


"Oh gitu" sahut Zaed.


Dia kok jadi dingin gitu ? Oke kalo mau nya kayak gitu aku juga bisa !!! gumam Safina.


Entahlah Safina selama kenal memang belum tahu betul Sifat dan wataknya aslinya.


Tiba di rumah Ria, Zaed enggan ke sana, ia malah memilih menunggu di warung kopi, Akhirnya Wida lantas mengajak Safina segera bertemu Ria.


Dari kejauhan Ria berseru "Teteh Safinaa.. Widaa... Aku kangeen," mereka saling berpelukan. Dan mengucap "Happy wedding Samawa yah"


"Makasih yah udah pada dateng, Teh Safina juga udah jauh jauh dari Depok kesini, aku seneng banget", ucap Ria.


Lalu Wida dan Safina duduk sambil menikmati air aqua dan kue. Tiba tiba Wida mengatakan "Teteh tau ga teh Ria sama Aa kan dulunya hampir mau nikah." Kata Wida dengan nada sedikit rendah.


"Tapi Aa Zaed nya malah ga mau sama th Ria, padahal dulu teh Ria cinta banget sama Aa, sampai di datengin terus udah kayak rentenir Hihi.."


"Masa sih?? sahut Safina merasa tidak percaya.

__ADS_1


Wida tampak serius menceritakan masa lalu Zaed dengan Ria. Sampai Safina bertanya "Terus Dulu mereka pernah pacaran gak?"


"Keliatannya sih gak pacaran teh, cuma itu mah teh Ria nya aja yang ngebet banget pengen sama Aa, padahal Aa udah nolak."


Safina jadi teringat kata kata Ria waktu dulu yang Ria pernah ceritakan.


Dulu Ria pernah bilang dia mantannya Zaed, terus A Zaed ninggalin Ria demi cewek lain.


Tapi ceritanya Wida beda lagi?


A Zaed juga waktu cerita hampir sama kayak Wida. Berarti Ria udah bohong dong waktu itu? maksudnya apa coba bohong sama Aku??


"Oh gitu, biarlah itu udah jadi masa lalu". Balas Safina.


Sudah stengah jam mereka di sana akhirnya berpamitan, Zaed setia menunggu sambil menikmati segelas kopi, lalu Safina dan Wida kembali pulang ke rumah orang tua Zaed. Sampai di rumah Safina tidak di perbolehkan langsung balik ke Depok, karena waktunya yang sudah sore, keluarga Zaed khawatir karena kalau sudah sore jarang ada mobil angkot yang lewat.


"Neng Safina sebaiknya nginap di sini dulu, besok pulangnya di antar sama Zaed" kata kakek Rahman.


Mau tak mau Safina menurutinya untuk bermalam di rumah Zaed.


Ya Allah mimpi apa aku semalam, sampai ada di sini bahkan sampai nginep, gumamnya sambil mencubit pipinya sendiri.


Tapi Safina gelisah memikirkan Bapa, ia takut Bapak mencarinya dan menanyakan, padahal Safina sedang di rumah Zaed. ia juga belum memberitahukan Emak juga Uwa kalau tidak bisa pulang hari ini. Tapi karena Safina terus gelisah akhirnya mencoba menghubungi Uwa kalau ia tidak bisa pulang sekarang karena sudah ke sorean, juga tidak ada masuk mobil angkot, Dan mengaku menginap di rumah teman.


Uwa mempercayainya dan langsung memberitahukan Emak kalau Safina tidak bisa pulang hari ini karena ke sorean.


Terlihat Di ruang tamu ada Kakek, Aby, dan Zaed yang sedang berbincang, tak lama kemudian Kakek memanggil Wida yang sedang beristirahat dikamar Zaed bersama Safina.


"Wid bilang ke teh Safina, di suruh ke ruang tamu sama kakek gitu ya".


Lalu Wida memanggil Safina dan menyuruhnya ke ruang tamu, Lantas Safina keluar kamar duduk dan berkumpul di ruang tamu. Perasaanya campur aduk Hati nya mulai berdebar tampak gugup dan malu sambil sedikit menundukkan pandangan.

__ADS_1


__ADS_2