Cinta Yang Tak Di Restui

Cinta Yang Tak Di Restui
Cinta terhalang oleh orang tua


__ADS_3

Karena Bapak udah bohong, aku juga mau balas bohong, emang di kira aku mau tunangan sama Haris yang berkumis itu !!!


"Fin, waktu itu Bapak ga ada pilihan lagi, Bapak emang udah menyetujui Lamaran Haris. Dari sebelum Zaed datang melamar juga. Ini kan ga harus langsung nikah Fin, nanti pendekatan dulu, Mereka juga udah sepakat tunangan dulu, nunggu Safina beres PESANTREN. "


Lagi lagi Bapak berbohong, padahal Bapak nerima lamaran Haris dan memutuskan untuk tunangan, itu sesudah Zaed datang melamar. Saat itu Bapak khawatir Karena Safina terus berpihak ke Zaed kekasihnya.


"Bapak kenapa sih main terima terima aja, kenapa ga tanya dulu ke Fina, berarti Bapak udah bohong juga sama A Zaed waktu itu, Safina kecewa sama Bapak ,KECEWA !!!!


Safina ga mau tunangan sama Haris !!!


Tiba tiba Bapak terbangun dari duduknya, sambil tukak pinggang, seraya berkata " Lu sekarang udah mulai membantah mau Durhaka sama orang tua???" tegas Bapak dengan emosi.


"Pelan pelan ngomongnya jangan se- Rt kedengeran Baaaaang" Sahut Emak, Sambil mengusap dada.


Safina terdiam dan tak habis pikir dengan sikap Bapak, yang sangat egois Yang terlalu memaksakan kehendak.


"Selama ini Safina selalu menuruti perintah Bapak, tapi kali ini Maaf Fina ga bisa nurutin keinginan Bapak".


"BRENGSEK !!! itu lagi itu lagi di sebutin, perasaan perasaan be perasaan, Perasaan SETAN."


Emak mengucap istighfar, dan terus menasehati Bapak sambil mengusap dada Bapak.


Hati Safina sangat pilu begitu mendengar semua ucapan Bapak. ia kembali ke kamar dan menguncinya, terdengar rintihan tangis yang sangat , Emak pun menghampirinya sambil mengetuk pintu berkali kali. Namun Safina tak juga membukakan pintu kamarnya. Bapak yang saat itu marah dan emosi berhasil di tenangkan oleh Emak.


Suasana santriawati di pondok pesantren


Selesai Taklim seluruh Santriawan dan santriawati, kembali ke asramanya masing masing. Tiba di luar Jenal melihat Hana yang biasanya selalu berdua, kini tidak bersama Safina. Jenal mulai bertanya tanya .


Tumben Hana ga sama Safina, biasanya suka berduaan, kalo mau kemana mana.


Karena penasaran, Jenal menanyakan langsung ke Hana, dan menghampirinya.


" Hana" !!! Seru Jenal


Bentar dulu, tumben kamu ga sama Safina ?? tuturnya.

__ADS_1


"Yaa emang kenapa kalo aku ga sama Safina ?" Balas Hana.


"Udah biasa kemana mana selalu berdua sekarang jadi aneh aja, emangnya Safina kemana, Aku hari ini juga belum liat dia Taklim ?...tanya Jenal dengan penasaran.


Jujur aja kali ya, toh lama kelamaan juga pasti bakal tau semua, kalo safina mau tunangan.


"Eemm...A Jen beneran mau tau? "Iyalah...Banget" sahut Jenal.


"Yaudah, tapi A Jen jangan Syok yah?" Tenang aja, Aman .


Dan Hana memberitahukan dan menjelaskannya,kalau Safina pulang karena akan segera bertunangan dengan lelaki pilihan Bapaknya.


Jenal tampak kaget, setelah mendengar ucapan Hana. Selama ini ia memang memendam perasaan kepada Safina, tapi naas kini perasaan itu harus terkubur dalam dalam.


"Oh gitu " Sahut Jenal.


"Sabar yah A Jen?...kata Hana.


"Kenapa sabar, emang aku kenapa?"


" Nggak ko cuma bercanda hehe...!!!


Dan sebenarnya Safina juga sebelum kenal Zaed, sempat memendam perasaan yang sama. Namun setelah Safina kenal dengan Zaed, perasaanya kepada Jenal, mulai memudar.


Sudah Lebih 1 jam Safina belum juga membukakan pintu, Emak memanggil dan mengetuk pintu seraya berkata " Fin buka dulu pintunya, Bapak udah pergi barusan."


Tidak lama kemudian Safina membukakan pintunya " Maklumi sifat Bapak lu, kan tau sendiri adatnya, di antara kita harus ada yang mengalah. Kalo sama sama keras, malu sama tetangga, ribut mulu, rumah di pinggir jalan."


" Jadi Safina harus mengalah, harus terima tunangan, terus menderita karena PAKSAAN GITU ??? ini sama aja di jodohin loh Mak!!!"


"Kaga semua pilihan orang tua salah, bisa jadi habis nikah hidup lu sama Haris bahagia,


karena dapat Ridha juga dari orang tua."


Namun Safina berfikir, Apakah dia harus jadi anak durhaka, kalau tidak berbakti kepada kedua orang tua, padahal Safina tidak ada maksud untuk membangkang.

__ADS_1


"Kenapa ga ada hak untuk memilih, kenapa ini ga ADIL buat Safina Maak ??" ucapnya dengan rasa kecewa.


"Sabar !!! Mungkin emang harus begini jalannya, di balik ujian pasti ada banyak hikmahnya Fin !!! " sahut emak.


PONDOK PESANTREN


Zaed menemui Aang, dan membahas soal Safina, Aang memberitahukan yang sebenarnya soal Safina.


" Zay ada beberapa yang Ana mau sampaikan, ini soal Safina. Kemarin Bapaknya nelpon, minta izin, beberapa hari ini Safina pulang dulu.


Karena Safina mau tunangan sama pilihan Bapak nya. "


Zaed sontak kaget dan lemas, setelah mendengar ucapan Aang. ia tak menyangka yang barusan di dengarnya nyata atau mimpi,


Zaed terdiam seraya menundukkan kepala.


"Sabar Zay, Ana yakin Ente bisa melewati ini semua. Ana ga habis pikir sama Bapaknya, Lebih mementingkan perasaanya dari pada perasaan anak. Sampe sekarang juga dia belum ada konfirmasi lagi kan ke Ente !!", ucap Aang.


"Ana dari awal udah menduga, kalo Bapaknya emang ga suka sama kedatangan kita waktu melamar, jadi cuma alesan dia, kenapa waktu itu kasih jawaban yang ga pasti." kata Zaed penuh rasa kecewa.


"Terus bagaimana soal Safina nya sendiri ??? tanya Zaed sangat penasaran.


"Ana udah kasih Saran dan nasehat, dia juga menerimanya, walaupun berat untuk di terima." Jangan takut soal Jodoh Zay, selama janur kuning belum melengkung "ucapnya.


Dan Aang juga ternyata sudah mempunyai rencana baru untuk Zaed, agar ia bisa tinggal di PESANTREN untuk beberapa hari, karena Aang khawatir akan ke adaan mental Zaed.


Setelah mendengar perkataan Abi nya, bahwa dia khawatir, Kejadian di masa lalunya yang membuat Zaed patah hati, akan terulang lagi.


Seperti sayap sayap patah, yang sulit untuk terbang. Begitupun Hati ini akan patah jika salah satu sayap akan hilang, karena cintaku terhalang!! tulis puisi Zaed dalam status nya.


Setelah kembali ke kobong Zaed terlihat semakin murung, terpuruk dalam lamunan. Hikam menegurnya, ia sudah tau soal hubungan dan permasalahan yang sedang di hadapinya bersama Safina. Hikam pun tak lupa untuk menasehatinya. memberikan arahan agar Zaed tidak terus terpuruk.


Safina juga yang tampak murung di kamar, sambil memandang Foto Zaed kekasihnya, tak kuasa menahan tetesan air mata. Hatinya sakit dan rapuh jika teringat pertengkarannya dengan Bapak. Sungguh memilukan kisah cintanya yang tak di restui orang tua.


Bapak yang sontak di depan pintu kamar langsung mengambil HP Safina.

__ADS_1


" Apa apaan ini" !!!


Lalu Bapak menghapus Foto Zaed.


__ADS_2